home -> Lainnya -> Apakah Kematian Tanpa Rasa Sakit Benar-Benar Ada?
10 Desember 2018 07:38

Apakah Kematian Tanpa Rasa Sakit Benar-Benar Ada?

Oleh admin dalam Lainnya pada January 08, 2014

Kecuali Anda meninggal secara alami saat Anda tidur, kebanyakan kematian lainnya pasti disertai rasa sakit. Apalagi jika seseorang melakukan bunuh diri dengan berbagai cara yang sudah terkenal. Jadi apakah mati tanpa rasa sakit benar-benar ada?

Perlu diketahui bahwa artikel ini hanya bersifat sebagai penambah pengetahuan dan bukan untuk diterapkan atau dicoba secara nyata. Jika Anda memiliki masalah terkait percobaan bunuh diri, hubungi pihak profesional secepatnya.

Ditembak di Kepala

Ditembak di kepala ternyata bukan cara mati yang bukan tanpa rasa sakit

Di film-film kita sering menyaksikan bahwa ditembak di kepala akan langsung berujung ke kematian yang sangat cepat. Namun yang tidak ditunjukkan di film tersebut adalah ada kemungkinan yang cukup tinggi agar seseorang dapat selamat dari ditembak di kepala, dengan persentasi sebesar 5% dari percobaan tersebut.

Ini karena tembakan di kepala yang tidak melukai otak tidak akan berakhir dengan kematian, kecuali karena kehilangan darah. Kalaupun tembakan tersebut benar-benar mengenai otak, otak kita ini terbagi menjadi beberapa bagian yang memperbolehkan aktivitas sehari-hari untuk dilakukan. Jadi, ditembak di kepala belum dapat dipastikan berakhir dengan kematian cepat dan tidak sakit.

Mereka yang selamat dari percobaan pembunuhan atau bunuh diri karena tembakan di kepala malah akan merasakan rasa sakit dan kehilangan yang luar biasa. Seperti kehilangan penglihatan, penyakit kronis, kehilangan kemampuan motorok, luka saraf, degradasi mental, rusaknya ingatan, stroke, kehilangan kemampuan berbicara, atau koma.

Meninggal karena Gantung Diri

Bunuh diri dengan gantung diri adalah salah satu cara bunuh diri paling menyakitkan

Gantung diri yang dilakukan secara tepat dan melalui perhitungan mendalam memang biasanya cepat dan tidak menyakitkan. Ini adalah metode yang sudah harus melalui perhitungan mendalam dengan melihat jarak jatuh yang harus langsung mematahkan leher korban, tidak hanya itu saja, jenis kelamin, tinggi, berat, dan perawakan seseorang juga harus diperhitungkan di dalamnya.

Sayangnya, situasi di atas hanya dapat dilakukan oleh seorang profesional. Jika ada kesalahan perhitungan atau dilakukan oleh seorang amatir, penyebab kematian biasanya adalah karena kekurangan oksigen atau tercekik. Biasanya ini akan berjalan selama beberapa menit dan benar-benar sangat menyakitkan serta menyiksa. Jika kejadian ini terjadi, gantung diri malah dapat menjadi salah satu penyebab kematian paling menyakitkan.

Melompat dari Gedung Tinggi

Melompat dari gedung tinggi dapat memberikan dampak psikologi yang sangat besar

Di negara mdoern, tidaklah jarang kita melihat berita dimana seseorang melakukan bunuh diri dengan melompat dari balkon atau atap gedung tinggi. Secara teori, melompat dari gedung tinggi seharusnya memastikan kematian instan. Memang kalaupun seseorang selamat dari kejadian ini, ia akan pingsan dan tidak sadarkan diri untuk merasakan rasa sakit yang seharusnya.

Tapi kenyataannya walaupun jika seseorang tidak merasakan sakit fisikal jika ia langsung menubruk tanah dengan kepala terlebih dahulu, ternyata dampak psikologi yang dirasakan sangatlah besar. Ini berdasarkan pada dokumentari di tahun 2006, "The Bridge". Seorang pria bernama Eric Steel meneliti tingginya tingkat bunuh diri di The Golden Gate Bridge.

Jembatan Golden Gate sendiri terletak 245 kaki di atas air, dan membutuhkan waktu 4 detik sebelum seseorang yang melompat dari jembatan itu bertubrukan dengan kecepatan 75 mil per jam. Akan tetapi ada 2% orang yang selamat dari kejadian itu dan mereka semua mengatakan bahwa mereka menyesal atas tindakan yang mereka ambil. Mereka menemukan bahwa seiring berjalannya waktu saat mereka terjun, mereka sadar bahwa semua kesalahan yang mereka lakukan dapat diperbaiki.

Overdosis Obat Tidur

Overdosis obat tidur dapat berakhir dengan kematian yang menyakitkan

Metode lain yang biasanya ditemukan adalah kematian yang tidak menyakitkan adalah overdosis obat tidur. Ini karena seharusnya mereka meninggal saat mereka tidur lelap oleh banyaknya obat tidur yang mereka telan.

Tidak semudah itu, tergantung atas jenis obat yang ditelan, overdosis akan menyebabkan rasa sakit dan trauma seiring terjadinya gagal jantung, sebelum efek sedatif dari obat itu mulau bekerja. Tubuh manusia akan berusaha mendapatkan oksigen sebanyak mungkin sebelum akhirnya otak lumpuh dan tertidur selamanya.

Ditambah lagi, tubuh manusia didesain untuk melawan racun yang ada dengan memuntahkannya. Jika orang itu benar-benar muntah, ada kemungkinan tinggi bahwa racun berhasil dihindari dan kematian instan tidak akan terjadi. Akan tetapi hati dan ginjal orang itu akan berada dalam kesakitan yang luar biasa yang berakhir ke kematian karena gagal hati atau ginjal.

Mengurung Diri Dalam Mobil Yang Menyala Dan Ruang Tertutup

Meninggal dengan mengurung diri dalam mobil menyala pada ruangan tertutup

Berita mengenai orang-orang yang meninggal karena tertidur di dalam mobil menyala bukanlah berita bohong. Semua mobil dapat mengandung karbon monoksida yang berbahaya. Jika mobil berada dalam area terbuka dan memiliki ventilasi yang baik, maka hal itu tidak akan berbahaya. Namun jika itu dilakukan di ruang tertutup seperti garasi maka mobil itu akan berubah menjadi ruangan gas mematikan.

Karbon monoksida dapat membuat seseorang merasa ngantuk dan ada kemungkinan orang tersebut akan tertidur sebelum karbon monoksida membuatnya kekurangan oksigen. Akan tetapi ada kemungkinan tinggi bahwa hal ini tidak terjadi, dan malah menyebabkan kelumpuhan atau kerusakan otak. Dalam jangka pendek, karbon monoksida malah dapat menyebabkan sakit kepala, mual, kesulitan bernapas, pusing dan kehilangan kesadaran.

Euthanasia

Suntik mati mungkin adalah cara mati yang instan dan tidak menyakitkan tapi ilegal untuk dilakukan

Berdasarkan riset dan berbagai kasus yang sudah dilakukan, selain mati selagi seseorang tertidur, cara lain yang dipastikan tidak menyebabkan rasa sakit dan terjadi secara instan adalah euthanasia. Euthanasia sendiri adalah kematian yang dilakukan dengan suntikan mati.

Namun hal ini kemungkinan besar sangatlah tidak mungkin untuk dilakukan dengan prosedur yang seharusnya. Ini karena suntikan mati atau euthanasia merupakan hal yang ilegal dan hanya dapat dilakukan di beberapa negara tertentu, untuk harganya juga kemungkinan besar relatif mahal.

--

Jadi kesimpulannya meninggal secara instan dan tidak menyakitkan memang ada yakni meninggal alami saat tidur atau euthanasia alias suntik mati. Namun daripada khawatir akan sakit saat meninggal, lebih baik kita fokus pada apa yang kita punya hingga saatnya "nomor antrian" kita dipanggil.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas