home -> Lainnya -> 10 Hewan Yang Terancam Punah 2023
08 Februari 2023 21:36

10 Hewan Yang Terancam Punah 2023

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada January 18, 2023

Semakin bertambahnya populasi manusia, populasi hewan atau binatang malah semakin berkurang. Bukan cuma karena manusia mengambil tempat tinggal para hewan ini tapi juga faktor perburuan liar semakin menggerus populasi mereka. Alhasil, jumlah populasi hewan yang semula ada banyak, sekarang semakin berkurang sehingga dinyatakan terancam kepunahan. Hewan apa saja yang sekarang ini masuk terancam kepunahan? Berikut ini daftarnya.

10. Gray Wolf

Gray Wolf

Gray wolf atau ada juga yang menyebutnya dengan grey wolf adalah anjing berukuran besar yang menjadi hewan asli di Eurasia dan Amerika Utara. Meski termasuk dalam keluarga anjing bukan berarti kalian bisa memelihara hewan ini. Pertama karena ini adalah hewan liar jadi sulit ditebak perilakunya. Kedua karena hewan ini termasuk hewan yang terancam punah.

Serigala abu-abu yang tinggal di Amerika Serikat, bisa ditemukan di hutan, padang rumput, dan gurun. Populasinya yang semakin menurun setiap tahunnya membuat hewan ini dimasukkan dalam hewan dilindungi. Meski demikian, perburuan terhadap serigala, penembakan ilegal, dan lalu lintas menjadi penyebab angka populasinya menurun. Diketahui populasinya sekarang berkisar 12.000 sampai 16.000.

9. Irrawaddy Dolphin

irrawaddy dolphin

Sangat unik apabila membahas lumba-lumba jenis irrawadaddy. Lumba-lumba ini dapat ditemukan di perairan campuran air asin dan air tawar. Bedanya dengan lumba-lumba biasa, irrawaddy memiliki paruh dan kepala yang unik. Kepalanya mirip dengan lumba-lumba biasa, tapi moncongnya tumpul dan bentuk dahi yang membulat.

Irrawadaddy yang berenang di Sungai Mekong menghuni sungai sepanjang 118 mil antara Kamboja dan Laos. Irrawadaddy menjadi indikator apakah sungai yang ditempati itu bersih atau tidak. Sebanyak 92 ekor lumba-lumba irrawadaddy yang ditemukan di Sungai Mekong. Tapi karena tingkat pencemaran lingkungan yang parah membuat irrawadaddy semakin sulit untuk berkembang biak.

8. Leatherback Sea Turtle

leatherback sea turtle

Bukan berita baru lagi bahwa penyu laut populasinya semakin berkurang. Adalah penyu jenis leatherback atau penyu belimbing yang saat ini dinyatakan populasinya terancam punah. Penyu ini dinamakan leatherback atau belimbing karena tempurungnya yang mirip dengan belimbing dan tidak sekeras tempurung penyu jenis lainnya.

Penyu leatherback memiliki rute migrasi melewati Samudra Atlantik dan Pasifik. Di Amerika, penyu leatherback menempati area Pasifik Barat, Timur, dan Atlantik Barat Laut. Untuk bertelur, penyu leatherback memilih area tropis. Ada dua penyebab kenapa penyu jenis ini semakin berkurang. Pertama karena perburuan telur dan faktor jaring nelayan. Ada beberapa tempat yang dinilai aman untuk melihat penyu leatherback seperti Playa Grande, Pulau Gili, Pulau Heron, Laniakea Beach, dan Pulau Tioman.

7. Orangutan

orangutan

Orangutan adalah salah satu jenis kera berukuran besar. Orangutan memiliki tangan yang panjang dan bulu berwarna merah atau cokelat. Sementara ini orangutan banyak ditemukan di Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, orangutan bisa ditemukan di Kalimantan dan Sumatra. Bangga Indonesia bisa memiliki orangutan? Nanti dulu. Indonesia boleh saja memiliki orangutan, tapi jumlahnya tidak banyak

Termasuk binatang yang terancam punah, populasi orangutan sekarang ini diperkirakan berkisar 104.700. Hutan yang menjadi tempat tinggal bagi orangutan kini sudah semakin berkurang. Hutan-hutan diubah menjadi lahan kelapa sawit oleh manusia karena dinilai sangat menguntungkan. Sekarang, orangutan dirawat di konservasi untuk menjaga populasi mereka agar tidak benar-benar punah.

6. Gajah Asia

asian elephant

Berbicara soal gajah tak akan lepas dari gadingnya. Kenapa? Karena gadingnya dianggap oleh banyak orang adalah benda yang berharga. Di pasar gelap, gading gajah bisa dihargai sangat mahal. Harga gading gajah bisa mencapai 1000 USD per kg. Oleh orang-orang, gading gajah ini kalau tidak dijadikan pajangan atau diolah menjadi perhiasan.

Ketika mengambil gading gajah, otomatis gajah harus dibunuh baru gadingnya diambil dengan cara dipotong. Selama lebih dari 75 tahun, populasi gajah berkurang sebanyak 50%. Sekarang hanya sekitar 20.000-40.000 ekor gajah asia yang diketahui masih hidup. Jika ingin berkontribusi pada populasi gajah bisa dengan menghentikan kopi yang elephant-friendly, tidak membeli perhiasan yang terbuat dari gading gajah, pilih tour yang beretika. Menaiki gajah itu sebenarnya tidak diperbolehkan karena gajah hadir bukan untuk menjadi tunggangan.

5. Snow Leopard

snow leopard

Termasuk dalam keluarga kucing besar, hmacan tutul atau leopard masuk dalam daftar hewan yang terancam kepunahan. Leopard dikenal sebagai hewan yang jago dalam hal memanjat pohon dan merupakan hewan penyendiri. Jarang terlihat leopard berburu dalam kelompok. Mereka berburu selalu sendiri dan menghindari leopard lain.

Banyak jenis leopard yang masuk dalam daftar hewan terancam punah. Di Indonesia ada macan tutul jawa yang terancam punah. Di dunia, yang terancam punah adalah snow leopard atau leopard salju. Karena hanya bisa ditemukan di tempat dingin, sangat sulit bagi peneliti untuk menunjuk berapa angka snow leopard yang tersisa. Diperkirakan jumlahnya ada 4000-6500 ekor.

Pegunungan di Asia Selatan, Western Himalaya menjadi area yang paling memungkinkan untuk berjumpa dengan snow leopard.

4. Harimau

tiger

Termasuk keluarga kucing besar, harimau atau macan juga termasuk dalam daftar hewan yang terancam punah. Ada 5 subspesies harimau yang diketahui masih ada yaitu bengal, indochinese, sumatra, siberia, dan malayan. Dan semua subspesies tersebut termasuk hewan yang hampir punah. Pernyataan ini dikeluarkan oleh International Union for the Conservation of Nature Red List of Threatened Species (IUCN).

Subspesies malayan dan sumatra yang levelnya lebih mengkhawatirkan. Menurut IUCN, harumau yang masih hidup di alam liar hanya sekitar 3500 ekor. Semakin bertambahnya populasi manusia, penggundulan hutan, perluasan jalan, dan pembangunan gedung semakin mengurangi habitat dari harimau. Beberapa negara yang perduli dengan populasi harimau yang semakin berkurang, menempatkan harimau di taman nasional. Contohnya Bandhavgarh National Park yang ada di India.

3. Badak Jawa

java rhinoceros

Populasi badak jawa makin kesini, makin mengkhawatirkan. Di Indonesia terdapat satu tempat konservasi yang dijadikan tempat untuk menjaga dan merawat badak jawa, letaknya ada di Taman Nasional Ujung Kulon. Meski sudah dilabeli terancam punah dan dilakukan usaha untuk mengembangbiakkan spesies badak cula satu ini, tetap saja tak begitu berdampak.

Diketahui hanya ada sekitar 60an badak jawa yang ada di dunia. Spesies yang masih memiliki relasi dengan badak jawa yang ada di Vietnam, dideklarasi sudah punah. Pada tahun 2019 ditemukan badak jawa di Taman NAsional Ujung Kulon. Mengakibatkan populasinya jadi 67 ekor. Kepunahan badak jawa disebabkan karena bencana, habitat yang semakin berkurang, penyakit, dan perburuan.

2. Vaquita

Vaquita

Lumba-lumba dikenal sebagai salah satu mamalia yang memiliki kecerdasan tinggi. Para ilmuwan melakukan studi terkait lumba-lumba untuk menguji seberapa cerdas hewan air ini. Spesies lumba-lumba sendiri bisa dibagi dengan beberapa jenis. Vaquita adalah salah satu jenis lumba-lumba yang bisa ditemukan di Gulf of California.

Setelah lumba-lumba baiji dinyatakan punah di tahun 2006, kini adalah giliran vaquita yang populasinya mulai terancam. Vaquita memiliki ukuran tubuh 1,2 sampai 1,5 meter dengan berat 43 kg. Penangkapan ilegal menjadi ancaman besar kenapa jumlah vaquita semakin menurun seiring berjalannya waktu.

1. Gorila Gunung

mountain gorilla

Memiliki ukuran yang besar dan kuat membuat orang takut dengan sosok gorila. Hal yang sama juga dirasakan oleh gorila, binatang besar ini justru takut dengan manusia karena keberadaan manusia bisa mengancam keselamatan mereka. Dan benar saja, populasi gorila, terutama jenis mountain gorilla atau gorila gunung, semakin berkurang.

Perang yang terjadi di Rwanda di awal tahun 1990an dan perburuan mengakibatkan jumlah gorila gunung semakin berkurang. Beberapa gorila gunung kini ditempatkan di area yang aman di Afrika seperti The Virunga Mountains, Rwanda's Volcanoes National Park, Uganda, Congo, Congo Brazzaville, dan Central African Republic.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas