home -> Lainnya -> Menghindari Situasi Canggung Dalam Sebuah Percakap...
18 Juli 2018 07:55

Menghindari Situasi Canggung Dalam Sebuah Percakapan

Oleh admin dalam Lainnya pada November 19, 2013

Terkadang dalam sebuah percakapan atau komunikasi, kita akan menghadapi situasi canggung dimana suasananya terasa aneh apalagi jika lawan bicara kita adalah orang yang tidak begitu dekat atau orang yang baru kita temui. Berikut cara dan tips untuk menghindari situasi canggung pada saat berbicara dengan seseorang.

Pada permukaan, memang percakapan bukanlah sesuatu yang sulit. Anda berbicara dan lawan bicara Anda berbicara kembali, tapi situasi canggung ini dapat dihadapi siapapun. Situasi dimana Anda mulai kehilangan topik pembicaraan dan memikirkan bagaimana memulai pembicaraan kembali. Cara dan tips di sini akan membahas mengenai kesalahan umum dalam percakapan dan bagaimana menghindari situasi itu.

Berikan Pujian tapi Jangan Terlalu Berlebihan Menerima Pujian

Complimenting Each Other

Saat seseorang dipuji, maka secara tidak sadar orang itu akan merasa lebih dekat dengan orang yang memujinya, baik ia menerima ataupun tidak menerima pujian tersebut. Ide dasar dari hal ini adalah memberikan pujian ke lawan bicara Anda dan membuat ia merasa lebih dekat dengan Anda. Menurut Dr. Robert Cialdini, seorang professor psikologi dan pemasaran, hal ini bisa dilakukan dengan dua cara, yakni memberikan pujian yang jujur atau menanyakan nasihat dari mereka.

Hal terbaiknya adalah pujian tersebut boleh atau bisa dilakukan baik secara tulus maupun tidak tulis. Saat seseorang mendapatkan pujian, walaupun itu tidak tulis, ia akan merasa lebih baik mengenai dirinya dan percakapan kemungkinan besar akan dapat berlangsung.

Tapi bagaimana jika Anda yang ternyata malah dipuji lawan bicara Anda? Anda mungkin akan merasa cukup aneh menghadapi situasi itu. Salah satu cara terbaik menghadapi situasi ini tanpa membuatnya lebih canggung adalah dengan menerima pujian secara singkat dengan mengatakan dan memberikan respon paling sopan dan terbaik, yaitu "Terima Kasih" atau "Thank you." Kemudian lanjutkan percakapan dimana topik mengapa Anda dipuji dapat menjadi bahan percakapan Anda.

Menjadi Pendengar yang Aktif

Active Listener

Anda mungkin sudah sering sekali mendengar bahwa salah satu hal terpenting dalam sebuah komunikasi adalah menjadi pendengar yang baik, tapi sebenarnya itu lebih daripada duduk dan mendengarkan lawan bicara Anda. Pada kenyataannya, Anda harus mendengarkan dan meresponnya dalam sebuah cara yang menunjukkan perhatian Anda ada di percakapan tersebut, ini dikenal dengan nama active listening.

Intinya, Anda memberikan perhatian dan merespon ke semua hal yang menjadi kunci dari percakapan tersebut, dengan melihat kata-kata hingga bahasa tubuh yang mereka lakukan. Ini terdengar cukup mudah, tapi sebenarnya cukup sulit namun merupakan cara yang efektif untuk menghindari situasi canggung atau aneh, dan membuat sebuah percakapan terus terjadi.

Jangan Tanyakan Pertanyaan yang Benar

Menanyakan Pertanyaan Yang Tepat

Salah satu trik paling sederhana untuk mebuat Anda terlihat sebagai seseorang yang aktif dalam percakapan adalah menanyakan banyak pertanyaan. Menurut Wall Street Journal, alasan di belakang ini adalah karena setiap orang menyukai pembicaraan mengenai diri mereka dan akan berpikir Anda adalah seseorang yang aktif jika Anda berbicara mengenai mereka dan bukan diri Anda.

Anda boleh menanyakan semua jenis pertanyaan agar percakapan tidak berhenti dan situasi aneh yang canggung tidak tercipta, namun ingatlah untuk menghindari pertanyaan stereotip atau lebih dikenal sebagai pertanyaan retoris, seperti "Bagaimana cuaca di sana?" dan sejenisnya.

Mengertilah Apapun yang Dibicarakan Walaupun Sebenarnya Tidak

berpura-pura mengerti

"Jadilah Diri Anda sendiri," Kata-kata seperti ini sudah sangat sering terdengar, tapi dalam sebuah percakapan istilah atau kalimat ini bukanlah cara yang terbaik. Terkadang Anda harus melakukan sedikit akting apalagi jika Anda sedang memulai topik yang kurang Anda mengerti.

Buatlah diri Anda seakan-akan mengerti penuh apa yang Anda bicarakan dengan bahasa tubuh yang percaya diri dan menekankan apa yang Anda tahu. Tapi juga jangan berlebihan, karena Anda bisa dianggap sombong. Setiap orang tentu akan lebih menyukai membicarakan hal yang mereka senangi dengan orang lain yang juga mengerti apa yang mereka bicarakan.

Hindari Terlalu Banyak Berbicara

Terlalu Banyak Berbicara

Pernahkan Anda menghadapi situasi dimana lawan bicara Anda terus berbicara topik yang mereka senangi dan seakan-akan dirinya-lah yang memulai semua percakapan? Itu karena ia terlalu mendominasi sebuah percakapan.

Jika Anda baru bertemu dengan orang yang baru Anda kenal atau orang yang kurang dekat dengan Anda, hindarilah berbicara topik yang menjadi topik favorit bagi Anda. Ini untuk menghindari diri Anda mendominasi percakapan dan bicara terlalu banyak, begitu Anda mulai merasa dekat dengan lawan bicara Anda dan tahu apakah mereka menyukai topik tersebut barulah mulai membicarakan topik favorit Anda.

Tapi bagaimana jika yang terlalu banyak bicara adalah lawan bicara Anda? Ini bisa diantisipasi dengan mengubah topik pembicaraan seperti membicarakan mengenai diri Anda atau menanyakan hal lain yang dapat menjadi topik selanjutnya.

--

Tips-tips di atas adalah tips-tips yang sering digunakan para marketing pada saat mereka berkomunikasi dengan lawan bicara mereka, hal ini adalah untuk menghindari semua situasi yang dapat mengarah ke percakapan canggung dan aneh.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Komentar
Isi dari komentar adalah tanggung jawab dari pengirim. Tahupedia mempunyai hak untuk tidak memperlihatkan komentar yang tidak etis atau kasar. Jika ada komentar yang melanggar aturan ini, tolong dilaporkan.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas