home -> Lainnya -> 10 Alasan Untuk Tidak Menikah
05 Oktober 2022 10:16

10 Alasan Untuk Tidak Menikah

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada June 24, 2022

Tidak perlu ragu, malu, atau takut ketika kamu tidak ingin menikah. Kalau memang ada perasaan ragu atau memang sedang tidak punya rencana untuk menikah, tidak ada salahnya untuk tetap menjalani status sendiri. Ini akan lebih bagus daripada memaksakan diri untuk menikah padahal ada banyak hal yang masih belum disiapkan. Ada banyak juga orang yang memilih untuk hidup sendiri terlebih dahulu sebelum melepas status lajang, jadi kalian yang juga tidak ingin menikah cepat, tidak merasa sendirian. Ada banyak alasan yang membuat seseorang untuk tidak mau menikah. Mungkin saja alasan tersebut yang akan dibahas di bawah ini adalah alasan kalian untuk tidak menikah.

10. Tidak Tertarik Menikah

tak tertarik menikah

Ketika seseorang memutuskan untuk tidak mau menikah, pastinya ada yang menjadi alasan kuat kenapa orang tersebut mengambil keputusan itu. Ada banyak jawaban yang bisa diberikan perihal keinginan tidak mau menikah. Dan akan ada orang yang menjawab bahwa menikah itu bukanlah hal yang menarik.

Mungkin kalian akan bingung kenapa bisa ada orang yang menganggap menikah tidak menarik tapi itu adalah kenyataan. Apa yang menarik atau tidak akan berbeda setiap orangnya. Ada yang menganggap menikah adalah suatu hal yang menarik, ada juga orang yang merasa menikah adalah hal yang biasa saja. Kalau tidak ada suatu hal yang spesial dari menikah, orang ini akan memilih untuk hidup sendiri saja.

9. Konflik Keluarga

family conflict

Kalau menikah hanya menyatukan dua individu, itu adalah anggapan yang salah. Menikah tidak hanya sekedar menyatukan dua orang menjadi satu tapi juga keluarga dipersatukan. Keluarga dari pihak wanita dan keluarga dari pihak pria akan disatukan melalui momen pernikahan. Ada baiknya ketika hendak menikah, pastikan bahwa tidak ada konflik keluarga.

Konflik keluarga bisa membuat seseorang batal melangsungkan pernikahan. Tidak hanya konflik dalam keluarga sendiri tapi juga konflik antara keluarga sendiri dengan keluarga calon suami atau istri. Penting menyelesaikan konflik tersebut jika ingin menikah. Tapi jika ada konflik dan konfliknya parah, pernikahan bisa jadi batal.

8. Masalah Pasangan Menjadi Masalah Bersama

masalah bersama

Ketika menikah, bukan hanya kebahagiaan saja yang bisa datang tapi juga masalah. Masing-masing individu pastinya memiliki masalahnya sendiri. Ketika pasangan memutuskan untuk menikah, maka otomatis masalah yang dialami oleh satu pihak akan menjadi masalah bersama. Jadi, masalah yang akan dihadapi akan bertambah banyak dan mungkin lebih berat dari biasanya.

Kalau kalian termasuk orang yang tidak mau direpotkan dengan masalah atau masih kesulitan menyelesaikan masalah sendiri, hal ini bisa membuat orang enggan untuk menikah. Menghadapi masalah sendiri saja belum tentu selesai, ditambah masalah yang dialami oleh pasangan maka bisa membuat semakin stres.

7. Pengalaman Buruk

pengalaman buruk

Ketika ada orang yang tidak ingin menikah, bukan hak kita untuk menghakimi keputusan yang diambil oleh orang tersebut, Pasti ada alasan yang membuat orang enggan untuk memiliki pasangan hidup. Siapa tahu saja mereka enggan memiliki pasangan hidup karena punya pengalaman buruk tentang pernikahan.

Bisa saja orang ini pesimis bahwa pernikahan bisa membawa kebahagiaan. Melihat beberapa teman dan saudaranya yang pernikahannya hancur berantakan dan berakhir dengan perceraian bisa membuat orang ogah menikah. Atau bisa juga ia pernah menikah tapi berakhir dengan perceraian. Ini meninggalkan luka yang mendalam di hatinya.

6. Anak Hasil Broken Family

broken family

Masih ada kaitan dengan masa lalu yang buruk, pengalaman masa kecil juga bisa menjadi alasan seseorang ogah menikah. Kenapa masa kecil? Bukannya anak kecil belum cukup umur untuk menikah? Bukan itu maksudnya, tapi anak yang terlahir dari keluarga broken home yang memiliki kemungkinan untuk memilih tidak mau menikah.

Tidak ada perceraian yang terjadi dengan baik-baik. Kalau baik-baik saja kenapa bercerai? Tentu ada masalah yang terjadi sehingga membuat pasangan suami istri memutuskan untuk bercerai. Dampak negatif tidak hanya akan terasa pada kedua pihak saja tapi juga anak bisa ikut terdampak. Meski masih kecil, anak-anak bisa mengingat setiap momen orang tuanya bertengkar yang menyebabkan bercerai. Memori ini bisa terus terbawa hingga dewasa dan membuat si anak tersebut tidak mau menikah.

5. Pasangan Tidak Disetujui Orang Tua

tak disetujui

Tidak mau menikah tidak hanya disebabkan oleh kedua pasangan yang mendadak ingin berpisah tapi juga ada faktor dari luar yaitu orang tua. Tentu kalian pernah mendapatkan kabar bahwa ada teman atau saudara yang mau menikahi pasangannya tapi mendadak batal. Alasannya karena pasangannya tidak disetujui oleh orang tua.

Persetujuan orang tua memiliki peran penting bagi sebuah pasangan untuk melanjutkan pernikahan atau tidak. Ketika orang tua tidak setuju dan anaknya adalah anak yang penurut, maka anak tersebut akan mengikuti kehendak orang tuanya dan membatalkan niat menikah. Memang lebih baik demikian daripada memaksakan menikah tanpa persetujuan orang tua karena itu akan mendatangkan masalah baru di kehidupan berumah tangga nanti.

4. Ego Terlalu Tinggi

ego

Ada juga masalah ego yang bisa membuat orang tidak mau menikah. Orang yang tidak mau menikah ini merasa dirinya memiliki ego yang terlalu tinggi atau pasangannya yang memiliki ego yang terlalu tinggi. Dua orang yang memiliki ego tinggi dan tidak mau mengalah, akan sulit untuk bisa akur jika sudah menikah.

Sadar bahwa ego pasangan atau ego diri sendiri terlalu tinggi dan tidak bisa mengalah lalu memutuskan untuk tidak menikah adalah suatu keputusan yang bijak. Untuk bisa menikah, nantinya akan ada hal yang harus diputuskan bersama. Kalau dua belah pihak sama-sama tidak ada yang mau mengalah, keributan bisa terjadi, tak menutup kemungkinan masalahnya akan berkembang menjadi besar dan memicu pertengkaran hebat.

3. Sulit Mengontrol Emosi

emosi

Selain ego yang tinggi, masalah emosi juga bisa membuat orang jadi tidak mau menikah. Entah itu dar pihak pria atau wanita, harus dipastikan untuk bisa memiliki kendali atas emosinya masing-masing. Kalau salah satu atau bahkan keduanya tidak bisa mengendalikan emosi, menjalani hidup bersama dalam satu atap bisa membuat rumah tangga seperti siksaan di Neraka.

Kalau masih belum bisa mengontrol emosi memang lebih baik untuk tidak buru-buru mengambil keputusan untuk menikah. Tunggu sampai kamu atau pasangan mampu untuk mengontrol emosi diri sendiri. Jangan bergantung pada pasangan atau membebankan pasangan untuk menjadi pengontrol emosi karena mengontrol emosi harus dilakukan dari diri sendiri.

2. Finansial Masih Belum Stabil

financial crisis

"Kamu tidak perlu takut kesulitan uang, cepat-cepat menikah maka rezeki pasti akan terbuka", kalian pasti ada pernah mendengar ucapan ini. Ucapan ini sebaiknya tidak perlu dilakukan karena tidak hanya membuat kalian salah pilih pasangan karena terlalu bernafsu ingin menikah, motivasi menikah yang didasarkan oleh uang, dan tentunya finansial yang tak stabil bukan alasan yang bagus untuk menikah.

Kalau sadar diri bahwa finansial masih belum stabil, jangan buru-buru untuk menikah. Memangnya menikah tidak butuh pesta? Mau pesta besar atau kecil membutuhkan uang untuk menyewa tempat, pakaian, dan juga makanan. Tidak ada yang tahu masa depan akan seperti apa, mungkin saja pintu rezeki terbuka tapi ada juga kemungkinan malah tetap mengalami krisis.

1. Fokus Dengan Karir

carrer

Dan alasan yang paling klise digunakan orang untuk tidak mau menikah adalah fokus mengejar karir. Dan lagi-lagi diingatkan bahwa mau apa itu alasan seseorang tidak mau menikah, bukan hak atau tugas kita menghakimi pilihan hidup orang lain. Kecuali kalau ia melakukan pelanggaran hukum yang merugikan orang lain baru ditindak.

Banyak orang tidak mau menikah karena ingin fokus bekerja. Mungkin ia ingin mencapai titik tertentu dalam karirnya atau tunggu hingga sukses baru menikah, tidak menjadi masalah. Meski ada kemungkinan bisa saja tetap bekerja setelah menikah, tapi ada kemungkinan juga bahwa akan semakin sulit bekerja karena harus membagi tugas sebagai suami atau istri.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas