home -> Lainnya -> 10 Dampak Perang Rusia dan Ukraina
17 Mei 2022 00:51

10 Dampak Perang Rusia dan Ukraina

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada April 18, 2022

Yang mengira bahwa di era modern seperti sekarang ini perang tidak berlaku, cobalah kalian tengok ke Rusia dan Ukrainan. Siapa yang menyangka bahwa Rusia mengambil keputusan yang mengejutkan dengan melakukan invasi ke Ukraina. Jelas saja Ukraina tidak mau tinggal diam dan melakukan perlawanan sehingga terjadilah perang. Perang antara Rusia dan Ukraina memberikan dampak yang besar bagi sejumlah negara di dunia. Beberapa negara mulai memboikot Rusia di segala bidang. Negara yang tidak terlibat dalam perang tersebut juga kena dampaknya. Ada 10 dampak yang disebabkan perang antara Rusia dengan Ukraina. Apa saja?

10. Produksi Makanan Terganggu

food production

Ketika terjadi sebuah perang, tidak perduli itu mau dekat atau jauh, efeknya pasti akan merembet ke negara lain. Apalagi perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, hal ini jelas mempengaruhi banyak hal bukan cuma dari segi ekonomi, bisnis, tapi juga makanan. Kedua negara baik Rusia dan Ukraina menjadi negara yang menjadi produsen di bidang makanan.

Gandum dan jagung menjadi bahan makanan yang diproduksi oleh kedua negara tersebut. Ukrainan memproduksi 10% gandum dan 16% jagung secara global. Di sisi Rusia, negara ini memproduksi 30% gandum. Meningkatnya level konflik antar kedua negara ini membuat produksi gandum dan jagung menjadi terhambat.

9. Harga Ekspor Barang Naik

export

Meski perang terjadi di Rusia dan Ukraina, bukan berarti kita yang tinggal di Indonesia akan aman-aman saja. Memang kita bisa dibilang aman karena tak ikut serta dalam perang tapi segi ekonomi Indonesia cukup terdampak. Indonesia yang diketahui melakukan ekspor barang ke Rusia, mengalami kendala.

Nilai ekspor yang dilakukan Indonesia ke Rusia diketahui mengalami penurunan. Karena perang ini, Rusia dikenai sanksi embargo perdagangan. Sejumlah kapal dagang dilarang masuk ke Rusia, termasuk juga Indonesia. Kapal dagang Indonesia menjadi tidak bisa berlabuh ke Rusia. Dengan tidak berhasil melakukan ekspor maka Indonesia kehilangan pendapatan yang ditaksir bisa mencapai sebesar 170 juta USD dari karet, lemak hewan, dan kakao.

8. Pemulihan Ekonomi Jadi Lambat

economics

Merebaknya virus Corona ke banyak negara dunia tidak hanya mendatangkan masalah di sisi kesehatan tapi juga ekonomi. Ekonomi banyak negara di dunia mengalami penurunan diakibatkan pandemi Covid-19. Beruntung sudah ada vaksin jadi ekonomi dunia perlahan-lahan mulai membaik. Tapi perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina malah memperburuk perbaikan ekonomi.

Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina membuat pertumbuhan ekonomi jadi melambat. Melambatnya pemulihan ekonomi ini bukan cuma terjadi di kedua negara yang terlibat perang tapi juga negara lain ikut terkena efeknya. Indonesia yang punya hubungan ekonomi dengan Rusia juga terkena dampaknya.

7. Perusahaan Asing Mulai Cabut Dari Rusia

company

Perang adalah hal yang tidak disuka oleh banyak negara. Ketika ada perang terjadi, negara yang pertama kali memulai serangan pasti akan mendapat kecaman dalam jumlah yang besar. Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina ini dimulai oleh Rusia. Ini membuat banyak negara melakukan tindakan untuk menentang tindakan Rusia.

Karena melakukan perang hanya akan membawa kerugian, cara yang efektif untuk melawan Rusia adalah menyerang dari sisi ekonomi. Dengan cepat sejumlah perusahaan asing yang berada di Rusia mulai pergi. Selain menentang perang, perusahaan asing ini tidak mau jika nanti keuntungan yang diperoleh Rusia akan digunakan untuk kebutuhan perang.

6. Harga Gandum Naik

oat

Gandum bisa diolah menjadi berbagai macam makanan seperti roti, oatmeal, mie, pasta, sereal, pizza, dan lain sebagainya. Sudah dijelaskan di poin sebelumnya bahwa Rusia dan Ukraina memproduksi sebagian besar gandum yang ada di dunia. Rusia memproduksi gandum dunia sebanyak 30% sementara Ukraina sebanyak 10%.

Perang yang pecah di antara kedua negara ini membuat kedua negara menjadi sulit untuk menjuala produk gandumnya. Banyak negara di Eropa memboikot Rusia dengan tidak membeli produk Rusia, sementara Ukraina tidak bisa menjual gandumnya karena fokusnya teralihkan ke perang. Selama perang masih berlangsung, maka stok gandum kemungkinan akan semakin berkurang dan harganya akan naik.

5. Perubahan Nilai Tukar Mata Uang

currency

Perang yang pecah antara Rusia dan Ukraina juga memberikan dampak pada pertukaran mata uang. Sejumlah mata uang ada yang mengalami kenaikan nilai dan ada juga yang mengalami penurunan. Karena Rusia yang memulai serangan lebih dulu, jelas saja ini membuat nilai mata uang Rusia yaitu Ruble mengalami penurunan.

Ada yang turun, ada juga yang naik. Jika Ruble yang menjadi mata uang Rusia mengalami penurunan, justru Dolar Amerika mengalami kenaikan. Ini karena banyak orang yang lebih memilih untuk beralih ke Dolar karena Rusia diboikot secara besar-besaran. Mereka lebih memilih melakukan transaksi dan investasi yang lebih aman yaitu Dolar.

4. Pasar Saham Turun

stock market

Efek buruk dari perang yang dilakukan Rusia dan Ukraina juga berdampak pada pasar saham. Tidak hanya pasar saham di negara yang melakukan perang, tapi juga seluruh dunia. Ini mengingat bahwa sekarang teknologi sudah semakin maju, banyak negara melakukan hubungan ekonomi dengan negara lain, jelas saja kejadian ini akan mempengaruhi pasar saham.

Perang ini menyebabkan volatilitas pasar jangka pendek. Volatilitas di pasar saham dapat mempengaruhi portofolio para investor keuangan. Para investor akan berpikir ulang apakah ingin melakukan investasi atau tidak di masa krisis ini. Bahkan crypto currency atau mata uang kripto juga mengalami dampak akibat perang Rusia-Ukraina.

3. Cyberattack

Cyberattack

Berbicara soal perang, orang mungkin akan berpikir bahwa perang yang dilakukan adalah saling adu senjata. Negara mana yang militer dan senjatanya paling kuat, maka negara tersebut yang menang. Zaman sekarang, perang bukan hanya terjadi di medan perang saja tapi di dunia internet juga bisa terjadi perang. Istilah populernya adalah cyberattack.

Dengan melakukan cyberattack, sebuah negara bisa melumpuhkan banyak hal dari negara musuh seperti administrasi, ekonomi, dan penyebaran informasi. Hal ini yang dilakukan oleh kedua belah pihak yang sedang berperang yaitu Rusia dan Ukraina. Masing-masing negara coba melumpuhkan musuhnya melalui serangan siber.

2. Krisis Gas Alami

natural gas

Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina benar-benar berdampak besar pada negara lain. Sejumlah sektor mengalami krisis karena perang ini, salah satunya adalah gas. Rusia adalah negara besar yang sangat kaya akan sumber daya alamnya yakni gas. Rusia menjadi produser gas alami terbesar kedua sekaligus eksportir utama.

Perlu diketahui bahwa Rusia menyuplai sekitar 40% kebutuhan gas di Eropa. Perang yang dilakukan Rusia sangat ditentang oleh banyak negara di Eropa. Karena tidak mau ikut-ikutan perang, salah satu cara untuk menyerang Rusia adalah dari segi ekonomi. Banyak negara yang semula membeli gas dari Rusia, memutuskan untuk tidak membelinya lagi. Mereka lebih memilih untuk membeli gas dari negara lain.

1. Harga Minyak Naik

oil production

Bukan tanpa alasan jika harga minyak sekarang melambung. Rusia yang memutuskan untuk menyerang Ukraina menjadi salah satu penyebab kenapa harga minyak naik. Minyak disini bukan hanya bahan bakar minyak tapi juga minyak goreng. Baik Rusia dan Ukraina sama-sama menjadi negara yang memproduksi minyak dalam jumlah besar dan menjualnya ke luar negeri.

Rusia menjadi negara produsen minyak ketiga terbesar di dunia. Mereka memproduksi sebanyak 13% minyal. Setelah Rusia menyerang Ukraina, banyak negara yang memboikot Rusia dengan tidak membeli minyak dari mereka. Sedangkan Ukraina adalah negara eksportir minyak bunga matahari. Dengan perang ini membuat Ukraina kesulitan untuk melakukan ekspor.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas