home -> Lainnya -> 10 Hal Yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Perang Be...
29 Juni 2022 11:23

10 Hal Yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Perang Besar

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada March 01, 2022

Tidak ada satu orang pun yang ingin terjadi perang. Ketika perang terjadi, maka negara yang terlibat perang pastinya akan mengalami kerugian yang tidak sedikit. Belum lagi negara yang melakukan perang akan mendapat kecaman dan kemungkinan diblok oleh negara-negara lain di dunia. Tapi meski begitu, tetap saja kita harus mempertimbangkan segala hal kemungkinan yang akan terjadi. Bisa saja suatu saat akan terjadi perang entah siapa yang mulai dan melibatkan siapa saja. Contohnya saja yang baru saja terjadi adalah perang antara Rusia dan Ukraina. Kira-kira apa saja hal yang harus dilakukan ketika terjadi sebuah perang?

10. Jangan Panik Membeli Makanan

panic buying

Makanan adalah kebutuhan yang sangat penting. Dengan makanan kita bisa mendapatkan energi untuk beraktivitas. Ketika ada suatu hal buruk terjadi, biasanya orang akan langsung memborong banyak makanan dari supermarket terdekat. Kebiasaan membeli banyak bahan makanan dalam jumlah yang kelewat banyak disebut dengan panic buying.

Membeli dalam keadaan panik bukanlah hal yang bijak. Di dalam situasi yang genting seperti perang, memenuhi kebutuhan diri sendiri memang wajib dilakukan. Tapi perlu diperhatikan juga untuk membeli barang dalam jumlah yang wajar. Perlu diingat bahwa ada orang lain juga yang membutuhkan makanan untuk bertahan hidup.

9. Persiapkan Topeng Gas

gas mask

Yang namanya perang pastinya akan banyak letusan senjata api dan juga ledakan. Api dan asap akan terlihat di sekitaran area yang terlibat perang. Asap dari ledakan dan senjata ini jelas akan menyakitkan untuk mata dan juga pernapasan. Untuk menjaga mata dan pernapasan tetap sehat, perlu menggunakan pelindung yang namanya topeng gas.

Topeng gas bisa melindungi mata dan pernapasan dari asap dan juga debu yang muncul saat perang. Sebelum terjadi perang, alangkah baiknya untuk menyiapkan topeng gas untuk berjaga-jaga. Sampai suatu ketika perang tak bisa dihindari, selalu siap sedia topeng gas baik itu saat di dalam rumah atau ke luar rumah.

8. Tetap Tenang dan Berpikir Positif

stay calm

Seseorang pasti pernah merasakan yang namanya panik. Panik bisa menyerang siapa saja dan muncul di kondisi yang menurut orang tersebut tidak menyenangkan. Misalnya seperti saat presentasi, meeting dengan klien, bertemu dengan pacar, dan sebelum ujian juga bisa terserang panik. Saat panik terjadi, wajar jika orang tersebut pikirannya seketika kosong, bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Tindakan dan keputusan yang diambil bisa saja salah.

Saat terjadi perang, wajar jika orang panik. Bagaimana tidak, salah bertindak atau mengambil keputusan bisa berakibat hilangnya nyawa. Meski wajar merasa panik saat perang terjadi, usahakan untuk tetap tenang dan berpikir positif. Dalam kondisi tenang, kita bisa berpikir dengan baik mengenai tindakan apa yang harus dilakukan. Ini jelas bisa memperbesar harapan untuk tetap hidup.

7. Menunduk Jika Terdengar Suara Tembakan

menunduk

Ketika perang terjadi, sudah menjadi hal yang wajar apabila terjadi tukar menukar tembakan. Tak sedikit pula akan terjadi ledakan yang bisa menghancurkan bangunan. Kita semua pasti pernah menonton film action bukan? Kita melihat adegan dimana orang akan langsung menunduk ketika mendengar suara tembakan.

Tindakan menunduk ketika ada suara tembakan inilah yang harus dilakukan. Hal ini dilakukan agar tidak terkena yang namanya peluru nyasar. Kalau terjadi baku tembak dan peluru terkena kepala, besar kemungkinan akan langsung meninggal. Jika tidak mau meninggal dengan cepat, segera menunduk ketika mendengar suara tembakan dan jangan melakukan tindakan yang bisa membahayakan diri sendiri.

6. Jangan Melakukan Komunikasi Sembarangan

communication

Menghubungi orang yang disayang seperti saudara atau keluarga memang penting. Tapi harus disesuikan juga dengan situasi yang sedang terjadi. Saat terjadi perang, bukan hal yang bijak untuk menghubungi saudara atau keluarga. Langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah berusaha untuk menyelamatkan diri sendiri.

Ketika negara saling berperang, besar kemungkinan hubungan komunikasi akan dimatikan atau hancur diserang musuh. Ada pun jaringan komunikasi yang bisa berjalan itu ditujukan untuk kepentingan militer. Melakukan komunikasi secara sembarangan justru memungkinkan musuh untuk menyadapnya. Ini malah akan membuat keselamatan orang yang menghubungi dan dihubungi menjadi terancam. 

5. Belajar Menggunakan Senjata

gun practice

Ketika keadaan terdesak, bahkan seekor tikus akan balik menggigit kucing. Manusia juga akan melakukan hal yang sama, ketika dalam kondisi terdesak yang mempertaruhkan hidup atau mati, kita akan melakukan segala macam cara untuk bisa bertahan hidup. Dalam situasi perang juga demikian, kita harus bisa bertahan hidup selama yang kita bisa.

Untuk bertahan hidup tersebut, mempelajari hal baru terkait survival adalah hal yang penting. Salah satunya adalah bagaimana cara menggunakan senjata. Senjata yang dimaksud disini bukan cuma senjata tajam seperti pisau atau pedang. Bahkan senjata api juga harus kita pelajari. Dengan belajar menggunakan senjata api, kita bisa mempertahankan diri apabila diserang oleh lawan.

4. Menyiapkan Cadangan Makanan

food stock

Kita pasti masih ingat ketika masa-masa awal virus Corona masuk ke Indonesia. Orang-orang langsung dengan segera pergi ke supermarket dan memborong makanan serta kebutuhan rumah tangga dalam jumlah yang banyak. Istilah yang digunakan untuk menamai momen ini adalah panic buying. Tapi panic buying bukanlah tindakan yang bagus.

Memang benar bahwa perang itu tidak bisa ditebak bisa berlangsung dalam jangka waktu berapa lama. Makanya orang-orang pasti akan membeli makanan dalam jumlah yang banyak untuk disimpan sebagai cadangan. Belilah makanan dan kebutuhan rumah tangga secukupnya untuk modal bertahan hidup agar orang lain bisa membeli makanan dan kebutuhannya untuk bertahan hidup juga.

3. Membangun Shelter Sendiri

shelter

Penggunaan senjata api berat dan bom sudah pasti terjadi saat perang. Jika tetap tinggal di rumah dan rumah tersebut berada dalam jangkauan tembak atau ledakan bom, maka rumah tersebut akan hancur dan menewaskan siapa saja yang ada di dalamnya. Karena rumah tidak dibangun untuk bisa bertahan dari serangan sebesar itu, maka lebih baik pindah ke shelter.

Jika pemerintah negara sudah menyediakan shelter dan menganjurkan untuk warganya pindah ke shelter, maka pindahlah dengan segera. Ini dilakukan untuk alasan keamanan. Andaikan tidak ada shelter atau shelter sudah penuh, bangunlah shelter sendiri. Membangun shelter di bawah tanah dan tinggal di dalam shelter akan jauh lebih aman daripada tinggal di rumah.

2. Tidak Mendengarkan Informasi Hoax

hoax

Selalu update dengan berita terbaru adalah hal yang harus dilakukan. Tidak hanya dalam kondisi gawat, di kondisi tenang sekali pun tetap harus update dengan berita terbaru. Tapi yang namanya berita pastinya ada berita yang benar dan berita palsu alias hoax. Kita harus pintar memilih berita mana yang harus dipercaya.

Kita tentu tahu bahwa berita palsu atau hoax adalah hal yang berbahaya. Di masa-masa gawat seperti perang, akan ada banyak berita yang bermunculan. Ketahui mana yang asli dan mana yang hoax. Percaya dengan berita hoax justru akan membuat kita semakin panik dan mungkin saja membuat kita terbunuh.

1. Ikuti Anjuran Pemerintah

government advice

Ketika negara sedang dalam gejolak perang, pemerintah akan melakukan segala macam usaha untuk melawan negara yang menyerang sekaligus melakukan usaha untuk melindungi warganya. Pemerintah akan memberikan sejumlah instruksi pada militer atau siapa pun untuk mengungsikan warga sipil dari area berbahaya.

Jika mendengar instruksi pemerintah untuk mengungsi atau pindah, sudah seharusnya kita mengikuti instruksi tersebut. Instruksi yang diberikan pastinya bertujuan untuk keselamatan warga, maka kita harus mengikuti instruksi tersebut. Jangan melakukan tindakan sembarangan yang justru bisa mengancam keselamatan sendiri, keluarga, dan orang lain.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas