home -> Entertainment -> 10 Live Action Terburuk Yang Pernah Dibuat
30 September 2022 22:49

10 Live Action Terburuk Yang Pernah Dibuat

Oleh serba_tahu dalam Entertainment pada February 04, 2022

Ketika melihat manga, anime, kartun meraih sukses, memunculkan ide di kepala untuk mencoba membuatnya menjadi live action. Jelas membuat live action dari manga, anime, atau kartun bukanlah hal yang mudah mengingat tidak semua hal di komik atau anime bisa dibuat versi live action. Belum lagi ditambah beban yang ditanggung bahwa versi aslinya yang sukses besar, bagaimana nanti versi live actionnya? Apakah akan sukses atau malah jadi flop? Beberapa live action mungkin ada yang berhasil, tapi tak sedikit yang mengalami kegagalan. Ingin meraih untung dan membuat jalan cerita berbeda malah membuat blunder. Kritikan pedas tak hanya didapat dari penonton umum tapi juga penggemar dari versi aslinya. Inilah dia 10 live action terburuk yang pernah dibuat.

10. Scooby-Doo 2002

scooby-doo

Banyak orang yang sudah kenal dengan anjing penakut bernama Scooby-Doo, tapi tahukah kalian bahwa karakter dari animasi Scooby-Doo, Where Are You! ini adalah salah satu animasi jadul? Serial animasi Scooby-Doo pertama kali tayang pada 13 September 1969 dan sekarang masih berlanjut dengan cerita yang entah sudah sampai sejauh mana. Plot ceritanya adalah kisah sekelompok pemecah misteri Fred Jones, Daphne Blake, Velma Dinkley, Shaggy Rogers, dan Scooby-Doo.

Versi live action dari Scooby-Doo tayang pada tahun 2002 dengan sutradara Raja Gosnell. Di versi live action ini bahkan mengikut sertakan aktor Freddie Prinze Jr. dan Sarah Michelle Gellar. Dibandingkan dengan versi originnya, versi live action ini lebih dianggap sebagai parodi dan dicap buruk. Sejumlah kritikus film memberikan pendapat buruk mengenai film ini, termasuk Robin Rauzi.

9. The Flintstones in Viva Rock Vegas 2000

the flintstones

Apa yang membuat kartun The Flinstones menarik adalah kartun ini memberikan gambaran pada orang terutama anak-anak, bagaimana kehidupan keluarga yang hidup di zaman batu. Diproduseri oleh Hanna-Barbera Productions, karakter yang ikonik dari kartun The Flinstones meliputi Fred, Wilma, Pebbles, dan Dino.

Versi animasinya, The Flinstones menjadi salah satu serial kartun favorit di Amerika. Live action The Flinstones yang pertama tayang pada tahun 1994 dan menuai pujian. Tapi untuk prequelnya yang berjudul The Flinstones in Viva Rock Vegas yang tayang di tahun 2000 tidak mendapatkan hasil yang sama. Prequelnya ini malah dianggap seperti film murah dan menuai banyak kritik.

8. The Smurfs 2011

The Smurfs

Entah apa yang ada di pikiran sutradara Raja Gosnell ketika membuat film The Smurfs. Membuat versi live action karakter The Smurfs sebanyak 2 film ternyata kedua film tersebut sama-sama tidak mendapatkan respon yang bagus dari penonton dan kritikus film. Film pertama yang pada tahun 2011 dan keduanya tayang di tahun 2013.

Live action The Smurfs merupakan live action yang mengambil cerita dari komik asal Belgia yang terkenal, The Smurfs. Ceritanya tentang koloni humanoid kecil berwarna biru yang tinggal di rumah berbentuk jamur di hutan. Baik live action pertama dan kedua, kedua-duanya tidak sukses. Yang versi keduanya malah dinilai lebih buruk dari yang live action pertama.

7. Speed Racer 2008

Speed Racer

Manga dan anime bertema olahraga memang memiliki cerita yang menarik. Tapi ketika dibuat ke live action belum tentu akan semenarik versi aslinya. Jalan cerita yang berbeda serta ada adegan yang yang tidak bisa direalisasikan bisa menjadi bumerang bagi mereka yang ingin menciptakan live actionnya. Inilah yang terjadi pada manga Jepang, Speed Racer atau Mach GoGoGo.

Budget yang dikeluarkan untuk membuat versi live action Speed Racer tidak main-main yakni 120 juta USD. Plotnya, Speed Racer ingin menyelamatkan bisnis keluarganya dengan mengikuti balapan mobil. Sutradaranya adalah Lana Wachowski dan Lilly Wachowski, live action Speed Racer mendapatkan nilai buruk. Oleh situs review film Rotten Tomatoes, film ini mendapatkan ranking "rotten" alias buruk.

6. Avatar: The Last Airbender 2010

Avatar The Last Airbender

Siapa yang tidak tahu dengan film Avatar: The Last Airbender? Film ini merupakan live action hasil adaptasi dari versi animasi dengan judul yang sama. Versi animasiny dibuat oleh Michael Dante DiMartino dan Bryan Konietzko. Versi animasinya sudah tidak perlu ditanya lagi karena versi original pastinya bagus. Lalu sutradara M. Night Shyamalan menjadi sutradara untuk mengarahkan versi live actionnya.

Versi live action arahan M. Night Shyamalan berjudul Avatar: The Last Airbender. Menurut sang sutradara, versi live actionnya dianggap bagus dan berhasil menghibur anak-anak. Kenyataan yang ada di beberapa situs review film berkata lain. Versi adaptasi ini dinilai mengecewakan. Cerita inti yang dinilai buruk, akting aktornya yang mengecewakan, dan script buruk. Bahkan ada yang mengatakan film ini sama buruknya dengan Dragonball Evolution.

5. Parasyte 2014

Parasyte

Tidak semua orang suka dengan hal yang berbau gore atau sadis. Meski begitu, sejumlah manga Jepang yang mengambil tema gore ada yang berhasil sukses. Manga tersebut adalah Parasyte. Jangan sampai tertukar dengan Parasite yang merupakan film Korea yang berhasil sukses juga, Parasyte adalah manga Jepang bergenre science fiction horror yang dibuat oleh Hitoshi Iwaaki. Ceritanya tentang seorang remaja pria yang tubuhnya dimasuki oleh alien. Alien tersebut gagal mengontrol seluruh tubuh inangnya dan hanya bisa mengontrol tangan kanan.

Ketika animenya dibuat, jalan cerita dan tokohnya mengambil persis dari versi manga. Versi live actionnya dibuat berbeda agar tidak sama persis dengan versi manga dan anime tapi malah menuai kritik. Memang benar bahwa CGI Jepang tidak sebagus versi Hollywood, tapi ada beberapa karakter yang digambarkan berbeda dari versi manganya. Ditambah dengan koreo dan tensi yang buruk menambah poin buruk terhadap Parasyte. Membuat live action kedua dengan harapan bisa memperbaiki yang pertama juga tidak berhasil.

4. Jem and the Holograms 2015

jem and the holograms

Di tahun 1985 sempat tayang sebuah animasi Amerika yang berjudul Jem atau yang terkenal dengan nama lainnya yakni Jem and the Holograms. Plot ceritanya adalah seorang pemilik dan manager Starlight Music bernama Jerrica Benton yang mendirikan grup musik hologram bernama the Holograms. Jerrica menggunakan karakter hologram alter egonya bernama Jem.

Untuk versi animasinya berhasil karena ada kerja sama dengan sejumlah production house. Untuk versi live actionnya tidak mendapatkan kesuksesan yang sama. Minimnya budget sementara di live actionnya harus menampilkan teknologi hi-tech membuat live actionnya dibuat apa adanya. Jelas saja film tersebut tidak sesuai harapan orang banyak.

3. Attack on Titan 2015

Attack on Titan

Salah satu manga yang berhasil menarik minat orang banyak terhadap manga adalah Attack on Titan. Manga satu ini sukses menyulap banyak orang normal menjadi tergila-gila pada manga. Terkhusus untuk Attack on Titan atau Shingeki no Kyojin, manga ini bisa diketahui sukses ketika kita melihat banyak orang yang mengenakan jaket Survey Corps dan menyajikan chant Sasageyo.

Penggemar Attack on Titan bisa dibilang banyak dan sangat fanatik, ketika live actionnya dibuat, para penggemar ini memiliki harapan live actionnya bisa sebagus versi originalnya, ternyata tidak. Live actionnya Attack on Titan dinilai jelek. Karakter tidak sesuai, jalan cerita berbeda, dan yang paling fatal, versi live actionnya tidak menghadirkan karakter Levi dan Annie yang notabene karakter yang sangat disukai. Versi pertama gagal, dibuat versi kedua juga gagal.

2. Death Note 2017

Death Note

Ketika melihat ada manga yang sukses dan memiliki banyak penggemar, memang menarik jika dibayangkan kalau ada versi live actionnya. Death Note adalah salah satu dari sekian banyak manga yang mendapatkan kesempatan untuk dibuat menjadi live action. Ya memang kesempatan itu ada, live actionnya tayang di tahun 2006. Disutradarai oleh Shusuke Kaneko, Shinsuke Sato, Hideo Nakata, live action movie Death Note ini menuai sukses. Begitu juga yang live action keduanya.

Di 2017, sebuah live action Death Note kembali hadir di Netflix. Yang versi Netflix ini disutradarai oleh Adam Wingard dan aktornya semua berbeda dari yang tahun 2006. Review yang diberikan untuk versi Netflix ini hampir semuanya buruk. Pemilihan karakter serta setting yang buruk membuat live action ini tidak sesuai ekspetasi para penggemar Death Note. Kalaupun ada hal positif, itu adalah karakter Ryuk dan pengisi suaranya yang dinilai bagus.

1. Dragonball Evolution 2009

dragonball evolution

Anime dan manga Dragon Ball sudah tak perlu diragukan lagi kesuksesannya. Mereka anak-anak yang tumbuh besar di era 90an pastinya sudah kenal dengan Dragon Ball. Anime yang lumayan panjang episodenya ini adalah hasil karya dari Akira Toriyama. Bermula dari manga lalu dibuat menjadi anime dan movie, Dragon Ball versi original ini berhasil menghibur banyak orang.

Hingga suatu ketika dibuat menjadi live actionnya dan tayang di tahun 2009 dengan judul Dragonball Evolution. Apakah versi live action ini disukai oleh mereka para penggemar Dragon Ball? Tentu saja tidak. Live action ini dinilai sangat buruk dan melenceng jauh dari versi Akira Toriyama. Meski ada aktor Chow Yun Fat dan disutradarai oleh James Wong yang pernah mengarahkan Final Destination, Dragonball Evolution adalah live action dari manga terburuk yang pernah ada.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh admin dalam Entertainment
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Entertainment
  3. 3
    oleh raza dalam Entertainment
  4. 4
    oleh raza dalam Entertainment
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Entertainment
  6. 6
    oleh raza dalam Entertainment
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Entertainment
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Entertainment
  9. 9
    oleh admin dalam Entertainment
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Entertainment
  1. 1
    oleh raza dalam Entertainment
  2. 2
    oleh raza dalam Entertainment
  3. 3
    oleh admin dalam Entertainment
  4. 4
    oleh raza dalam Entertainment
  5. 5
    oleh admin dalam Entertainment
  6. 6
    oleh raza dalam Entertainment
  7. 7
    oleh admin dalam Entertainment
  8. 8
    oleh admin dalam Entertainment
  9. 9
    oleh admin dalam Entertainment
  10. 10
    oleh raza dalam Entertainment
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas