home -> Lainnya -> 10 Tips Berkendara Dengan Aman
09 Desember 2021 08:57

10 Tips Berkendara Dengan Aman

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada November 08, 2021

Mengemudi kendaraan itu harus dengan hati-hati agar terhindar dari kecelakaan. Kalau sudah kecelakaan, ada 2 kemungkinan yang akan terjadi yaitu selamat atau meninggal. Selamat juga masih ada kemungkinan lain yaitu luka permanen atau luka yang bisa hilang. Mengingat resiko buruk yang bisa terjadi, maka dari itu kita harus mengemudikan kendaraan kita dengan hati-hati. Entah itu mobil, motor, atau kendaraan besar seperti bus, truk, dan lain-lain. Agar terhindar dari kecelakaan, berikut sejumlah tips berkendara atau mengemudi yang aman.

10. Hindari Ngebut

speeding

Ada dua alasan kenapa orang berkendara dalam kecepatan tinggi atau ngebut. Yang pertama karena memang ingin mencari adrenalin dan yang kedua karena terburu-buru. Memang benar bahwa berkendara dalam kecepatan tinggi bisa membuat seseorang cepat sampai tujuan, tapi ada bahaya yang mengintai dari ngebut.

Mengemudi dengan kecepatan tinggi akan meningkatkan resiko mengalami kecelakaan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di jalan sehingga bukan tindakan yang bijak berkendara dalam kecepatan tinggi. Perlu diingat bahwa ada seseorang yang menanti kembalinya kita di rumah, jadi sebaiknya tidak terlalu ngebut dalam berkendara. Jaga diri sendiri dan juga orang lain.

9. Tidak Berkendara Dalam Pengaruh Obat dan Alkohol

alkohol

Mengemudi itu harus dalam kondisi sadar. Jika kondisi sedang tidak sadar atau tidak sehat sebaiknya urungkan niat untuk mengemudi. Kita sering melihat berita bahwa seseorang mengalami kecelakaan karena kondisinya tidak sadar. Tidak sadar karena mereka berada di bawah pengaruh alkohol dan obat tertentu.

Alkohol dan obat tertentu bisa mempengaruhi kesadaran dan fokus seseorang. Berkendara dalam kondisi tak sadar seperti ini akan membuat susah untuk konsentrasi. Mengemudi itu harus dilakukan dengan konsentrasi penuh. Tujuannya jelas agar menghindar dari kecelakaan. Bukan cuma untuk diri sendiri tapi juga jangan sampai kita menabrak orang lain di jalan. Jangan juga melakukan hal lain selain berkendara, fokus 100% dengan mengemudi, jangan biarkan hal lain mengganggu seperti merokok, mendengarkan musik terlalu kencang, menonton video, dan lain-lain.

8. Jaga Jarak

jaga jarak

Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan adalah jarak yang terlalu dekat. Berapa banyak di antara kita yang ingat untuk menjaga jarak saat berkendara? Kebanyakan yang ditemukan di jalan, orang mengemudi dalam jarak yang cukup dekat. Semakin dekat jarak antar kendaraan, ketika terjadi suatu hal, maka akan sulit untuk berhenti atau menghindar.

Jaga jarak adalah hal dasar yang wajib dilakukan ketika mengemudi. Tolak ukur jarak yang aman antar kendaraan adalah 3 detik. Jika kurang dari 3 detik, maka kalian terlalu dekat dengan kendaraan yang ada di depan. Jika berkendara dalam kondisi cepat, maka harus ditambah lagi waktunya. Sesuaikan di waktu yang memungkinkan kita untuk bermanuver jika ada terjadi suatu hal di depan kendaraan agar tidak terlibat kecelakaan.

7. Menggunakan Seatbelt

seatbelt

Sebelum disahkan aturan pengemudi mobil menggunakan seatbelt, sedikit sekali orang yang menggunakan seatbelt saat mengemudi. Padahal seatbelt bukan diciptakan untuk hiasan melainkan untuk faktor keselamatan. Seatbelt bisa memperkecil kemungkinan terjadinya cidera parah ketika kecelakaan terjadi.

Meski sekarang sudah ada aturan yang mengharuskan pengemudi mobil untuk menggunakan seatbelt, masih ada banyak orang yang malas memakainya. Selama di dalam mobil, mau itu pengemudi, penumpang samping, atau belakang, wajib yang namanya menggunakan seatbelt. Pastikan seatbelt terpasang dengan baik agar bisa mengamankan diri.

6. Gunakan Helm, Sarung Tangan, Sepatu, Celana Panjang, dan Jaket

riding gear

Jika pengemudi mobil harus menggunakan yang namanya seatbelt, maka pengemudi motor wajib mengenakan atribut yang membuatnya aman. Karena motor lebih rentan mengalami kecelakaan dan pengendaranya sangat terekspos dengan kendaraan serta aspal, maka atribut keselamatan yang harus dipakai lebih banyak.

Beberapa atribut wajib yang harus dipakai pengemudi motor antara lain seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Pastikan helm yang digunakan adalah helm yang asli, sesuai ukuran, dan dikunci dengan benar agar tidak mudah lepas. Jaket dan sarung tangan berguna untuk menjaga tubuh agar tidak mengalami luka yang parah ketika jatuh dan bergesekan dengan aspal. Gunakan sepatu yang setinggi mata kaki agar melindungi kaki dari cidera.

5. Membawa Surat-Surat Kendaraan

surat-surat kendaraan

Tak lupa sebelum berkendara untuk menyiapkan surat-surat kendaraan penting. Surat-surat kendaraan penting dibawa sebagai tanda bahwa kendaraan yang dibawa sudah sesuai dengan aturan. Kita juga wajib membawa surat izin mengendara sebagai tanda kita diperbolehkan secara hukum untuk mengemudikan kendaraan.

Jadi, beberapa surat penting yang harus dibawa selama berkendara adalah SIM dan STNK. Dua hal ini wajib dibawa kemana saja selama berkendara. STNK menunjukan informasi tentang kendaraan yang kita bawa mulai dari nomor mesin, rangka, tahun pembuatan, nama pemilik, serta sudah atau belumnya membayar pajak. Tentu bukan hal yang kita inginkan apabila harus berurusan dengan polisi jika sampai lupa membawa surat penting ini.

4. Memeriksa Kondisi Ban

tire check

Sebelum berkendara, ada satu hal yang perlu dilakukan. Hal tersebut adalah memeriksa kondisi ban. Baik itu mobil atau motor, ban adalah salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Kondisi ban bisa menentukan apakah kendaraan tersebut layak dan aman untuk dikendarai atau tidak. Jika ban dalam kondisi yang buruk, sebaiknya segera diganti sebelum kendaraan tersebut dipakai.

Berkendara dengan ban yang kondisinya buruk bisa memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan. Ban yang alurnya sudah tipis dan botak, maka daya cengkramnya ke aspal akan berkurang. Akan semakin berbahaya lagi jika berkendara menggunakan ban yang sudah botak dalam kondisi jalanan licin.

3. Cek Mesin Kendaraan

car check

Selain ban, ada hal lain lagi yang harus diperiksa sebelum berkendara yaitu mesin. Memeriksa kondisi mesin adalah hal yang wajib dilakukan agar berkendara lebih tenang, aman, dan nyaman. Apalagi jika kalian berkendara dalam jarak yang jauh dan dalam waktu yang lama, maka mesin kendaraan harus dalam kondisi prima.

Pastikan semua berjalan dengan baik. Sirkulasi AC, oli, air, bensin, coolant, kelistrikan, wiper, diperiksa dengan detail agar kendaraan berfungsi dengan baik. Meski kecelakaan tidak ada yang tahu kapan akan terjadi, setidaknya kita sudah melakukan hal yang kita bisa untuk mencegahnya. Jangan sampai sudah terjadi kecelakaan baru menyesal.

2. Tidak Ngebut Dalam Kondisi Hujan

hujan

Asalkan kita sedang tidak mengemudi atau berada dalam kendaraan, hujan adalah hal yang menyenangkan. Tapi apabila kita masih dalam kendaraan dan cuaca hujan, maka tingkat kehati-hatian perlu ditingkatkan. Berkendara dalam kondisi cerah sangat berbeda dengan hujan, hujan membuat jarak pandang berkurang dan jalan menjadi licin.

Karena jarak pandang berkurang dan kondisi jalan menjadi licin, jangan mengemudi dengan kecepatan tinggi. Hanya karena ingin cepat sampai di tujuan sampai mengorbankan keselamatan bukanlah pilihan yang bijak. Kecepatan harus diturunkan dan jarak perlu dijaga agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Hati-hati juga dengan yang namanya aquaplaning. Aquaplaning adalah kondisi kendaraan kehilangan kontrol karena daya cengkram ban ke aspal berkurang karena air.

1. Istirahat Setelah Berkendara Dalam Waktu Yang Lama

istirahat berkendara

Seringkali orang memaksakan diri berkendara pada saat mereka lelah. Kalau memang lelah, lebih baik urungkan niat untuk berkendara. Keselamatan adalah hal yang utama. Kondisi lelah dan mengantuk bisa mengganggu konsentrasi dalam mengemudi. Konsentrasi yang berkurang bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan yang lain.

Kalau kelelahan datang saat mengemudi, cari tempat yang aman untuk berhenti sejenak istirahat. Jangan paksakan diri agar bisa cepat sampai tujuan. Tunggu lelah dan kantuk hilang baru lanjut mengemudi. Apalagi jika sudah berkendara selama 4 jam atau lebih, istirahat sejenak untuk minum, buang air, dan cuci muka agar kembali segar. Atau bisa juga gantian mengemudi dengan teman apabila berkendara dengan teman.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas