home -> Lainnya -> 10 Masalah Umum Yang Muncul Dalam Pernikahan
20 September 2021 01:01

10 Masalah Umum Yang Muncul Dalam Pernikahan

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada June 04, 2021

Semua orang yang hidup pasti akan menemui masalah, yang sudah menikah juga pasti akan mengalaminya. Satu orang saja pasti sudah punya masalah, menikah dengan seseorang tentunya akan menambah masalah baru karena masalah pasangan pastinya akan menjadi masalah bersama. Dengan hidup berpasangan, masalah tersebut bisa saja selesai lebih mudah karena dua kepala tentunya bisa mencari solusi yang lebih banyak dan efektif. Atau bisa saja masalah tersebut menjadi tambah rumit karena masing-masing pihak punya pola pikir yang berbeda. Kira-kira seperti apa sih masalah yang biasanya muncul di kehidupan setelah menikah? Berikut penjelasannya.

10. Usia

usia

Menikah dengan pasangan yang umurnya sama saja bisa mendatangkan masalah, apalagi dengan yang berbeda usia. Mau menikah dengan yang usia lebih tua atau lebih muda, kedua-duanya memiliki sisi positif dan negatif. Tidak perlu melihat sisi positifnya karena kalau hal itu terjadi, efeknya tidak membawa efek yang buruk. Sisi negatif ini yang perlu dicari tahu dan diatasi.

Semakin jauh jarak usia pasangan bisa mempengaruhi karakteristik dan juga pola pikir. Ada yang berpikir ingin cepat-cepat memiliki anak, di sisi lain ada yang masih ingin bersenang-senang dulu sebagai pasangan yang baru menikah. Jika ada pihak yang tidak nyaman dengan perbedaan generasi ini, segera bicarakan dengan pasangan.

9. Anak

kids

Bagi sejumlah pasangan menganggap bahwa sebuah keluarga baru terasa lengkap jika sudah hadir seorang anak. Makanya banyak pasangan suami istri yang berusaha keras untuk segera punya anak. Ingin punya anak boleh saja, tapi apakah kalian sudah siap dengan segala macam masalah yang akan muncul setelahnya?

Memiliki dan membesarkan seorang anak itu tidak mudah. Karena baik ayah dan ibu punya cara pandang sendiri mengenai membesarkan anak, hal ini bisa memunculkan sebuah konflik. Seperti membagi tugas mengurus anak, rumah, dan keluarga bisa mendatangkan stres. Semakin usia anak bertambah, masalah yang akan dihadapi juga akan semakin rumit.

8. Cemburu

cemburu

Siapa bilang bahwa rasa cemburu itu hanya muncul pada masa pacaran saja? Jika seseorang merasa cemburu, berarti ia memang cemburu. Tidak perlu dengan status sudah menikah atau belum. Makanya sebagai pasangan harus berhati-hati dalam menjaga perasaan pasangannya. Jangan sampai menyakit perasaannya.

Batas cemburu tiap orang bisa berbeda-beda. Cara terbaik untuk mencegah munculnya rasa cemburu ini adalah dengan bicara pada pasangan. Hal seperti apa yang bisa membuat pasangan cemburu perlu dibicarakan bersama-sama. Makanya, memperkenalkan semua orang yang ada di lingkar pertemanan diperlukan agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman dan pasangan tahu dengan siapa kita berinteraksi.

7. Perbedaan Pendapat

beda pendapat

Meski sudah menikah bukan berarti kalian sudah menjadi satu. Baik itu suami dan istri tetaplah 2 individu yang berbeda, Masing-masing memiliki pendapat yang berbeda satu dengan yang lain. Jadi, ungkapan yang menganggap bahwa pernikahan menyatukan semuanya, tidak benar 100%. Perbedaan pendapat ini yang cukup sering membawa masalah dalam berumah tangga.

Jika dilihat dari kasus pasangan suami istri yang bercerai, banyak yang menggunakan alasan berbeda pendapat sebagai sumber masalah. Sebelum terjadi kesepakatan menikah, pastinya terlebih dahulu melalui proses pacaran. Apa yang dilakukan selama pacaran sehingga perbedaan pendapat ini tidak diketahui dan diselesaikan? Kalau memang sudah tahu bahwa berbeda pendapat sedari awal, jangan sampai masuk dalam tahap menikah.

6. Egois

ego

Setiap orang pastinya punya ego yang harus dipenuhi. Sebenarnya sah-sah saja jika ingin ego tersebut dipenuhi, yang terpenting adalah jangan sampai ego kita sampai membuat orang lain terganggu atau bahkan sampai merugikan orang lain. Dalam hubungan suami istri pun pasti masing-masing memiliki ego.

Ada saatnya saat pria merasa kepentingannya harus didahulukan, ada saatnya wanita yang ingin didahulukan. Untuk menghindari konflik, masing-masing pihak perlu introspeksi apakah benar bahwa keingingannya tersebut penting dan harus dipenuhi. Apabila diperlukan, lakukan pembicaraan terhadap pasangan mengenai masing-masing ego. Kepentingan mana yang harus didahulukan. Apabila kepentingan tersebut demi kepentingan bersama, dahulukan hal tersebut.

5. Uang

uang

Jangan pernah menganggap remeh dengan yang namanya uang. Karena uang ini, sebuah hubungan bisa menjadi rusak. Sebelum menikah saja masalah uang harus dibicarakan dengan pasangan agar bisa menganalisa kira-kira apa yang kurang dan harus ditingkatkan. Setelah menikah pun juga harus dilakukan diskusi kembali perihal keuangan.

Pembicaraan masalah finansial sangat penting dilakukan. Setiap hal dari pasangan yang memiliki kaitan dengan uang, seberapa besar atau kecil, harus masuk dalam hitungan. Harus ada perjanjian bahwa hal-hal yang tidak begitu penting tidak perlu dibeli secara terburu-buru. Jika masalah finansial ini tidak dibicarakan sejak awal, akan semakin bertambah besar masalahnya ketika sudah memiliki anak.

4. Selingkuh

selingkuh

Dari sekian banyak pasangan yang bertengkar dan bahkan ada yang sampai berpisah, pasti ada yang penyebabnya dikarenakan oleh faktor selingkuh. Selingkuh bisa dilakukan bukan dari pria saja, tapi juga wanita. Ungkapan bahwa pria selingkuh lebih banyak dan mudah ketahuan rasa-rasanya tidak benar juga. Tergantung dari kepintaran masing-masing pihak saja mana yang jago menyembunyikan selingkuhannya.

Tapi yang namanya selingkuh itu tidak bisa dibenarkan. Kalau memang ada masalah sebaiknya dibicarakan. Jangan langsung mencari pelampiasan dengan bermain di belakang pasangan karena ini hanya akan menambah parah masalah. Alasan klise selingkuh biasanya karena bosan, penasaran atau kurangnya rasa intim.

3. Keintiman Kurang

intimacy

Kurangnya keintiman dalam hubungan suami istri bisa menjadi masalah besar. Keintiman disini bukan selalu berhubungan dengan kehidupan seksual. Momen berdua sembari berpelukan, pegangan tangan, juga bisa membuat rasa intim ini tetap hangat. Bukan suami istri namanya jika rasa keintiman ini tidak ada.

Rasa intim antara suami istri yang semakin berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali justru bisa mendorong rasa ingin mencari pasangan yang lain. Apabila mencari keintiman dengan orang lain, maka hal ini bisa dianggap sebagai selingkuh. Untuk terhindar dari masalah yang lebih besar, coba untuk melakukan diskusi terhadap pasangan untuk memecahkan masalah emosional tersebut.

2. Cuek Terhadap Batasan

batasan

Banyak pasangan suami istri merasa karena sudah menikah berarti sudah benar-benar bebas masuk ke dalam kehidupan pasangannya. Di awal pernikahan mungkin saja tak terjadi masalah karena masih dalam masa-masa romantis. Tapi ketika pernikahan sudah berlangsung agak lama, barulah hal ini menjadi masalah.

Meski sudah menikah, yang namanya batasan itu tetap perlu ada. Masing-masing pihak pasti memiliki hal yang disukai dan tidak disukai. Sebagai pasangan, komunikasikan hal-hal yang menjadi batasan dalam berhubungan. Komunikasi tentang batasan dan komitmen menjaga batasan yang sudah dibuat dijamin bisa membuat kehidupan rumah tangga awet.

1. Komunikasi

komunikasi

Permasalahan paling umum yang bisa membuat rumah tangga berantakan tentu saja komunikasi. Komunikasi menjadi hal penting yang bisa menentukan langgeng atau tidaknya suatu hubungan. Bisa dibilang juga bahwa semua perkara diawali karena komunikasi yang salah dan tentunya bisa diselesaikan juga dengan komunikasi yang baik.

Jika sudah memutuskan untuk menikah, komunikasi menjadi salah satu hal penting yang musti dijaga. Ketika ada masalah, jangan pernah mendiamkannya agar masalah tersebut hilang sendiri. Masalah tidak akan hilang bila tidak dikomunikasikan dengan pasangan. Komunikasi juga harus dilakukan dengan baik. Setiap ucapan harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas