home -> Lifestyle -> 10 Tips Untuk Menghadapi Anak Yang Susah Makan
01 Maret 2021 23:10

10 Tips Untuk Menghadapi Anak Yang Susah Makan

Oleh serba_tahu dalam Lifestyle pada February 17, 2021

Memiliki anak yang susah makan memang merepotkan. Meski orang tua sudah menyediakan makanan yang bergizi, belum tentu anak suka dan mau memakannya. Hal ini terkadang membuat beberapa orang tua menjadi pusing, stres, dan bahkan marah pada anak. Memiliki anak dengan masalah susah makan memang perlu pendekatan yang berbeda. Orang tua tidak bisa menggunakan paksaan dan hukuman untuk membuat anak patuh. Ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk mengakali anak yang susah makan. Berikut ini tipsnya.

10. Perkenalkan Makanan Sejak Dini

berikan makanan

Ketika anak membenci atau enggan makan makanan yang sudah disiapkan, ada beberapa penyebab. Bisa karena orang tua mengolahnya dengan salah sehingga bentuk dan rasanya tidak enak. Atau bisa juga karena orang tua tidak mengenalkan makanan tersebut sedari dini. Hasilnya ketika anak dewasa, anak memiliki makanan yang dibenci.

Sebelum anak membenci suatu makanan, orang tua harus mengenalkannya sedari dini. Justru di saat inilah anak paling mudah untuk diberi makanan. Kenalkan semua makanan pada anak sebanyak yang kalian tahu. Ditambah dengan pengolahannya yang benar, kecil kemungkinan anak bisa memiliki makanan yang dibenci.

9. Buat Tampilan Menarik

makanan menarik

Punya anak yang susah untuk diajak makan memang merepotkan. Perlu diingat bahwa anak masih kecil, sudah tidak zamannya lagi mengomeli dan menggunakan pemaksaan pada anak. Menggunakan emosi dan paksaan malah akan membuat anak semakin benci terhadap makanan dan juga orang tua. Kalau pun mereka mau makan, makan pun tidak dengan perasaan senang.

Untuk mengakali tersebut, orang tua harus pintar memutar otak dan mencari cara agar anak mau disuguhi makanan yang disediakan. Plating atau penampilan makanan yang menarik adalah salah satu caranya. Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang mementingkan penampilan makanan. Meski masih kecil, anak-anak juga bisa menilai apakah makanan yang dihidangkan itu menarik atau tidak. Kalau penampilan, bentuk, dan warnanya menarik, itu bisa menambah nafsu makan si anak.

8. Hindari Makanan Manis dan Snack

snack

Ketika anaknya susah untuk makan, ada orang tua yang mengakalinya dengan memberikan snack atau makanan yang manis. Setidaknya kalau tidak mau makan makanan A, mereka mau makan makanan yang lain sehingga perut mereka terisi dan tidak sakit perut. Cara yang dilakukan ini ternyata bukanlah cara yang tepat.

Untuk membuat anak mau makan, hindari memberikan makanan manis dan snack yang mereka suka. Mungkin bisa membuat anak senang, tapi makanan manis dan snack ini bukanlah makanan yang menyehatkan dan bisa membuat mereka ketergantungan. Kalau memang sudah menjelang jam makan, berikanlah makanan yang memang seharusnya mereka makan. Jangan merayu anak dengan memberikan mereka snack sebelum makan. Kemungkinan besar mereka malah jadi malas makan.

7. Variasi Makanan

variasi makanan

Makan makanan yang sama dalam jangka waktu yang lama pastinya membuat kita bosan. Ketika sudah bosan, nafsu makan pasti menurun, dan kita akan mencari makanan lain yang lebih menarik. Bukan cuma orang dewasa saja yang bisa bosan dengan makanan, anak kecil pun juga demikian. Bisa jadi karena rasa bosan inilah yang membuat anak menjadi susah untuk makan.

Untuk mencegah rasa bosan ini datang, orang tua bisa mengatasinya dengan mencari alternatif makanan yang lain. Atau kalau tidak bisa, dengan makanan yang sama tapi olah dengan cara yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk memberikan variasi makanan yang berbeda pada anak. Lebih bagus lagi kalau dikenalkan dengan makanan baru yang belum pernah anak makan sebelumnya.

6. Buat Porsi Lebih Sedikit

porsi kecil

Supaya anak tetap mau makan makanan yang sudah disiapkan, caranya bisa dengan mengatur porsi makanannya. Kebanyakan anak biasanya cepat sekali merasa kenyang tapi cepat juga merasa lapar. Bukan cara yang baik apabila langsung memberikan anak makanan yang banyak dalam waktu singkat meski untuk membuat anak kenyang lebih lama. Yang harus dilakukan adalah membagi porsi besar ke dalam jumlah yang lebih kecil.

Karena pembagian makanan dalam porsi kecil tapi lebih banyak, memungkinkan anak untuk makan lagi menu yang sama ketika mereka merasa lapar. Apabila ada satu jenis makanan yang tidak begitu disukai, buat porsinya lebih sedikit dari makanan yang lain, bukan malah ditiadakan. Mungkin pada awalnya anak malas memakannya, tapi lama kelamaan mereka akan terbiasa karena perut sudah lapar, apapun yang disediakan pasti akan dimakan.

5. Jangan Berikan Dessert Sebagai Hadiah

dessert

Ketika orang tua sudah dibuat pusing oleh anaknya perihal susah diajak makan, seringkali orang tua menggunakan cara memberikan hadiah makanan kesukaan pada anaknya. Misalnya dengan memberikan makanan manis atau dessert setelah makan. Kalau sudah demikian, anak pasti mau untuk disuruh makan. Dengan memberikan dessert setelah makan ternyata tidak menyelesaikan masalah.

Ini malah bisa membuat anak jadi terbiasa untuk meminta dessert setelah makan. Hal buruk lain yang juga bisa terdampak adalah meningkatkan berat badan anak. Makanan manis itu sangat adiktif, orang dewasa saja ada yang sulit mengatasi keadiktifan dari dessert, apalagi anak kecil. Terus menerus diberikan dessert malah bisa membuat berat badan anak menjadi naik dan besar kemungkinan anak akan mengalami obesitas.

4. Jadikan Rutinitas

rutinitas

Mungkin awalnya anak malas untuk makan sesuatu, tapi apabila sudah dijadikan kebiasaan atau rutinitas, ketidaksukaan anak terhadap suatu makanan akan hilang dengan sendiri. Untuk membiasakan makan makanan yang sudah diberikan ini adalah tugas dari orang tua. Orang tua harus membuat jadwal menu makan untuk anak.

Sembari mengenalkan anak pada banyak makanan, orang tua harus bisa memilih, mengolah, dan menata piring makanan anak. Selain membuat makanan menjadi semenarik mungkin, buat jadwal agar anak tidak bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja. Buat kebiasaan ini menjadi rutinitas sehingga anak tidak lagi mengalami masalah sulit makan.

3. Berikan Contoh

examples

Semua hal yang baik dan buruk dilakukan anak bisa tergantung dari orang tuanya sendiri. Jika orang tua memperlihatkan kebiasaan buruk, anak pasti ikut mencontoh. Orang tua memberikan contoh yang baik, anak juga pasti mencontoh. Kalimat yang mengatakan bahwa anak adalah peniru yang baik, ternyata ada benarnya.

Supaya anak yang memiliki masalah susah makan bisa keluar dari masalah tersebut, bisa jadi harus orang tuanya yang memulai lebih dahulu. Orang tua harus memberikan contoh di depan anak pada saat makan. Ketika makan, orang tua memberikan contoh dengan menghabiskan makanan yang ada di piring. Dengan melihat sikap orang tuanya demikian, anak pasti akan mengikuti. Ajarkan juga bahwa membuang-buang makanan bukanlah hal yang baik.

2. Campur Dengan Makanan Favorit

makanan favorit

Jangan salah sangka dengan mengira mencampurkan makanan favorit anak ke dalam piring makannya agar si anak mau makan. Kalau si anak suka dengan makanan manis atau snack, tidak mungkin memasukan makanan tersebut ke atas piring makannya. Yang dimaksud disini adalah makanan inti favorit si anak.

Anak pasti memiliki menu makanan inti yang menjadi favoritnya. Ketika ada makanan yang tidak begitu disukai, kombinasikan makanan yang tidak disukai anak dengan makanan yang disukainya. Hal ini dilakukan dengan harapan nafsu makan anak tetap ada dan semua makanan yang di piring makannya bisa habis.

1. Sabar

sabar

Dari semua tips yang sudah dijelaskan, yang terpenting dari semuanya adalah sabar. Memang mendidik anak itu bukanlah hal yang mudah. Orang tua seperti menghadapi diri mereka sendiri dalam ukuran mini. Perlu kesabaran yang ekstra untuk menghadapi buah hati. Jangan biarkan emosi mengalahkan logika.

Percayalah bahwa dengan kerja keras dan kesabaran, maka masalah susah makan anak ini bisa hilang. Tidak lupa untuk ajak anak berdiskusi mengenai masalah susah makan. Cari tahu sumber masalah yang dihadapi si anak dan cari jalan keluarnya secara bersama-sama. Sudah menjadi tugas orang tua untuk mengarahkan anak dan membantu mereka mengatasi masalah yang anak hadapi.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lifestyle
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas