home -> Lainnya -> 10 Tanda Kamu Dipimpin Oleh Bos Yang Buruk
20 Oktober 2021 16:05

10 Tanda Kamu Dipimpin Oleh Bos Yang Buruk

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada February 08, 2021

Meski tidak mungkin mengharapkan seorang pemimpin menjadi sosok yang sempurna, setidaknya seorang bos atau pemimpin perusahaan tahu apa yang ingin dikejar serta bagaimana cara yang ditempuh untuk mengejar target tersebut. Melakukan sejumlah kesalahan dan mengalami kegagalan juga tidak masalah apabila setelahnya kesalahan tersebut tidak diulang dan dijadikan pelajaran. Apabila TahuPedia sebelumnya sudah pernah membahas mengenai kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi bos yang baik, sekarang adalah tanda yang perlu diketahui bahwa kalian mungkin dipimpin oleh bos atau pemimpin yang buruk. Apa saja tandanya?

10. Anti Kritik

anti criticism

Tidak ada orang yang sempurna, pasti ada melakukan kesalahan. Seorang bos pun juga pasti akan melakukan kesalahan. Yang menjadi masalah bukanlah melakukan kesalahannya, tapi ketika pemimpin melakukan kesalahan namun menolak untuk dikritik oleh para karyawannya. Atau biasa disebut dengan anti kritik.

Mungkin karena mengira dari kedudukan lebih tinggi seorang bos, maka ketika bos melakukan kesalahan, karyawannya tidak boleh melakukan teguran atau kritik. Jelas ini akan membahayakan bukan hanya untuk si bos tapi juga perusahaannya. Kalau memang karyawannya memberikan kritik yang bagus untuk kemajuan perusahaan, tidak ada salahnya mengakui salah.

9. Tidak Bisa Menjaga Suasana Kantor

suasana kantor

Bekerja di suatu perusahaan tentu tidaklah sendirian. Akan ada banyak banyak divisi dimana setiap divisi akan diisi oleh sejumlah karyawan. Diperlukan kerja sama yang baik antar karyawan agar pekerjaan yang sudah mengantri banyak bisa diselesaikan tepat waktu. Mengingat ada begitu banyak karyawan, belum tentu semuanya bisa bekerja sama. Tapi yang namanya pekerjaan tetap harus diselesaikan.

Untuk bisa membuat pekerjaan selesai tepat waktu bukan cuma dari kerja sama antar karyawan tapi juga suasana kantor perlu diperhatikan. Dan ini bukanlah tugas dari karyawan semata, seorang pemimpin yang baik juga harus turun tangan untuk menciptakan suasana kantor yang kondusif. Ketika seorang pemimpin tidak bisa menciptakan suasana kantor yang baik, sulit bagi karyawan untuk bisa betah bekerja di perusahaan tersebut.

8. Tidak Menghargai Karyawan

dont respect

Saling menghargai menjadi salah satu kunci penting yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang baik. Ketika seorang pemimpin tidak memiliki sikap tersebut, jangankan karyawan bisa menghormati, tapi bisa jadi karyawan tidak akan bertahan lama lalu resign dari perusahaan. Tentu kehilangan karyawan apalagi karyawan yang kompeten akan sangat merugikan.

Apakah mungkin ada pemimpin yang memiliki sifat buruk ini? Jawabannya pasti ada. Pilihan tinggal ada di tangan kalian yang bekerja sebagai karyawan. Apabila bisa dibicarakan dengan baik-baik dengan bos dan ia mau berubah, itu bagus. Tapi apabila perubahan ke arah positif tidak terjadi, lebih baik kalian cari perusahaan lain dimana bosnya bisa lebih menghargai usaha karyawannya.

7. Hanya Memikirkan Diri Sendiri

ego

Setiap manusia pasti memiliki ego dan itu adalah hal yang wajar. Tapi perlu dipertimbangkan lagi apakah dampak dari ego tersebut apabila ditahan sekuat mungkin sampai mengorbankan orang lain. Apakah ada hal positif yang bisa didapat atau justru malah hal negatif? Hal ini yang harus dipikirkan oleh seorang pemimpin.

Seorang pemimpin yang merasa bahwa dirinya adalah orang paling penting dari perusahaan maka sudah dipastikan itu adalah contoh pemimpin yang buruk. Sebuah perusahaan tidak akan bisa berjalan apabila digerakan oleh ego pemimpin. Perlu kerendahan hati untuk bisa menekan ego diri sendiri demi kemajuan perusahaan. Perusahaan maju otomatis akan menguntungkan bagi semua pihak.

6. Sulit Ditemui

sulit ditemui

Apakah selama kalian bekerja di kantor, pernah melihat jajaran atas karyawan dan bahkan bos? Apabila tidak pernah melihat manajer bahkan sampai bos sekalipun dengan segala macam alasan, maka bisa dianggap bahwa kalian berada di kantor yang buruk. Bagaimana mungkin seorang karyawan tidak bisa melihat wajah dari manajer bahkan sampai bos juga tidak pernah terlihat?

Memang wajar apabila bos itu jarang terlihat di kantor karena kesibukannya pasti berbeda dengan karyawan. Tapi tidak membenarkan tindakan mereka karena biar bagaimana pun, seorang pemimpin tetap harus masuk kantor dan mengamati kinerja para karyawannya. Setidaknya dalam rapat, seorang pemimpin harus hadir untuk berdiskusi, tukar pikiran, membuat strategi, dan mengevaluasi apa saja yang sudah terjadi di perusahaan tersebut.

5. Komunikasi Buruk

bad communication

Hampir mayoritas masalah yang terjadi di kehidupan disebabkan karena faktor komunikasi. Komunikasi yang kurang atau bahkan buruk bisa membuat informasi dan niat yang disampaikan bisa tak ditangkap dengan baik oleh pendengar. Dengan begitu, kesalahpahaman bisa terjadi dan bisa semakin parah apabila tak segera diselesaikan.

Menjadi seorang pemimpin memang bukan hal yang tak mudah. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah komunikasi. Dengan melakukan komunikasi yang baik, maka karyawan bisa mengerti apa yang dimaksud dan diinginkan oleh pemimpinnya. Jika pemimpinnya tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik, sulit untuk memajukan perusahaan.

4. Tak Tepat Janji

tak tepat janji

Ketika seseorang sudah mengucap janji, maka janji tersebut harus ditepati biar sesulit apapun janji tersebut dilakukan. Karena dengan menepati janji, maka terbukti orang tersebut bisa dipercaya. Hal menepati janji ini seharusnya dipegang oleh kita semua dan diterapkan dalam kehidupan dan juga saat bekerja di kantor.

Apalagi jika kalian menjadi pemimpin sebuah perusahaan, ucapan atau janji yang diucap oleh pemimpin akan terus diingat oleh para karyawannya. Ketika janji tersebut berhasil ditepati, karyawan tentu akan menaruh rasa hormat dan percaya. Tapi jika seorang pemimpin gagal menepati janji atau berbohong, sekali berbohong maka akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan lagi. Kalau pun janji gagal ditepati, berikan penjelasan yang baik kenapa hal tersebut bisa terjadi.

3. Tidak Punya Visi dan Misi

no-vision

Apa yang terjadi apabila seorang pemimpin perusahaan tidak memiliki visi dan misi? Bagaimana caranya menjalankan perusahaan jika pemimpinnya saja tidak tahu apa yang harus dilakukan? Apakah kalian mau dipimpin pemimpin yang buruk sepert itu? Tentu tidak mau bukan. Ibaratnya seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

Sebelum membangun sebuah perusahaan, seorang pemimpin harus menentukan visi dan misi yang ingin dicapai. Setelah itu visi dan misi sudah didapat, barulah mencari sejumlah karyawan dengan berbagai kemampuan yang sekiranya bisa membantu untuk mencapai visi dan misi tersebut. Bersyukurlah jika bos di kantor kalian memiliki visi dan misi yang jelas. Jika tidak, boleh dipertimbangkan untuk mencari perusahaan lain dengan pemimpin yang lebih menjanjikan.

2. Takut Perubahan

afraid change

Seiring berjalannya waktu, perubahan pasti akan terjadi. Seorang pemimpin harus dihadapkan pada sejumlah pilihan penting yang bisa berpengaruh pada perusahaannya. Sudah jelas pilihan yang diambil tentu yang bisa membawa dampak positif dengan resiko yang diterima harus sekecil mungkin. Makanya pemimpin itu harus berani dan juga cerdas.

Pemimpin yang takut dengan perubahan sudah pasti tidak bisa memilih pilihan yang tepat. Alhasil, perusahaan yang dijalankan akan stuck, diam, atau tidak ada perkembangan. Jika perusahaan tidak mengalami perubahan apa-apa, maka karyawan juga pasti akan kena dampaknya. Bagaimana mau naik jabatan atau naik gaji kalau perusahaannya tidak ada kemajuan karena pemimpinnya takut dengan perubahan.

1. Tak Ada Empati

no empathy boss

Ada yang mengatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat tegas dan harus mengesampingkan hal-hal sensitif. Perasaan dan masalah pribadi yang dihadapi oleh karyawan tidak menjadi urusan dari perusahaan. Anggapan ini jelas salah. Justru ketika karyawan menghadapi masalah yang mungkin saja berat, bisa jadi hal tersebut bisa mempengaruhi kinerjanya di kantor.

Kinerja karyawan yang buruk ini yang bisa saja berdampak pada perusahaan. Mungkin jalan cepatnya adalah dengan merotasi si karyawan atau bahkan memecatnya dan menggantinya dengan yang lain. Pemimpin yang baik harus memiliki empati dan tidak perlu takut dan malu menunjukannya. Selain empati, memiliki selera humor juga diperlukan untuk bisa membuat karyawan nyaman.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas