home -> Lainnya -> 10 Hal Yang Bisa Menjaga Pernikahan Tetap Awet
26 Februari 2021 19:05

10 Hal Yang Bisa Menjaga Pernikahan Tetap Awet

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada January 18, 2021

Orang menikah itu hanya sekali dengan harapan pernikahan tersebut bisa bertahan lama hingga maut memisahkan. Tapi tak sedikit pasangan mengalami masalah yang membuat kehidupan rumah tangga harus berpisah sejak dini. Agar usia pernikahan bisa bertahan lama atau awet, ada beberapa tips yang bisa kalian lakukan sebagai pasangan suami istri. Kenapa harus suami istri yang melakukan, karena pernikahan bisa awet atas usaha dua belah pihak. Kalau hanya satu orang saja yang berusaha, bisa dikatakan akan sia-sia. Berikut sejumlah tips yang bisa kalian lakukan untuk menjaga pernikahan langgeng.

10. Berdebat Itu Perlu

argue

Berdebat dianggap oleh sejumlah pasangan sebagai suatu hal yang buruk dan tidak manfaatnya. Berdebat juga dianggap sebagai awal mula pertengkaran dan perceraian. Yang bermasalah sebenarnya bukanlah debatnya, tapi bagaimana cara pasangan berdebat. Apabila berdebat disertai marah-marah, itu yang semestinya dihindari.

Berdebat itu perlu dilakukan dan pasti akan terjadi. Karena biar bagaimanapun, 2 orang yang berbeda pasti memiliki cara pikir yang berbeda pula. Dengan berdebat, tentunya dengan emosi yang tenang dan kepala dingin, bisa membuat masing-masing pihak lebih mengerti tentang bagaimana pola pikir dari pasangannya. Kalau salah satu pihak hanya terus diam dan mengalah, itu tidaklah bagus untuk kelangsungan pernikahan.

9. Jangan Lupa PDKT

pdkt

Siapa bilang ketika sudah menikah, masa pdkt atau pendekatan sudah tidak perlu dilakukan lagi? Masa pdkt atau pendekatan tetap perlu dilakukan meski sudah menikah dengan tujuan untuk membuat kehidupan lebih awet. Tidak sedikit pasangan yang mengeluhkan bahwa masa pacaran, pdkt, dan menikah itu berbeda. Karena perbedaan sikap pada saat pdkt, pacaran, dan menikah yang berbeda ini seringkali memunculkan pikiran yang negatif pada pasangan yang sudah menikah.

Banyak orang yang mengatakan bahwa momen pdkt adalah momen yang paling menyenangkan dan romantis karena pada masa inilah tiap-tiap pasangan berusaha semampu mereka untuk berjuang mendapatkan hati lawan jenis. Meski sudah menikah, bukan berarti tidak perlu dilakukan usaha lagi. Tak menutup kemungkinan perselingkuhan terjadi karena salah satu pihak merasa pasangannya sudah tak sehangat atau seromantis pada saat masih pacaran atau masa pendekatan.

8. Tidak Membandingkan Pasangan

compare

Satu tips untuk menjaga keutuhan rumah tangga adalah dengan tidak membandingkan dengan orang lain. Sampai bosan rasanya memberitahu bahwa setiap orang itu memiliki karakter dan pola pikir yang berbeda. Ketika sudah menikah, lebih baik terima pasangan yang didapat dengan ikhlas. Itulah pasangan kalian.

Membandingkan pasangan sendiri dengan pasangan orang malah akan menimbulkan permasalahan yang mungkin sulit untuk diselesaikan. Jika salah satu pasangan sudah kesal dan akhirnya terlontar ucapan, "ya sudah kamu lebih baik sama dia saja daripada aku", apa yang akan kamu lakukan? Meski hanya sebatas lelucon, lebih baik untuk tidak sampai melakukan tindakan membanding-bandingkan ini.

7. Jauhkan Masalah Pribadi Dari Sosial Media

social media

social media

social media

socialmedia

Pernahkah kalian melihat ada pasangan suami istri yang bertengkar hebat lalu mengupdatenya di sosial media? Pasti pernah bukan? Meski ada juga yang masih bisa menahan diri untuk tidak mengupdate status tentang masalah keluarga di sosial media. Sosial media memang milik kalian dan bebas mau kalian gunakan untuk apa saja. Tapi tidak untuk kali ini.

Mengupdate masalah keluarga atau pribadi di sosial media hanyalah sia-sia. Dengan mengupdate masalah pribadi di sosial media malah akan membuat masalah kalian menjadi konsumsi publik. Tidak semua orang di daftar teman kalian itu benar-benar teman. Ada yang malah menjadikan cerita kalian menjadi bahan gosip. Kalian mau masalah cepat selesai? Bicarakan baik-baik dengan pasangan. Kalau tidak bisa, libatkan orang ketiga yang sekiranya netral, dapat dipercaya, dan bijaksana,

6. Jangan Ragu Meminta Maaf

sorry

Sudah menjadi hal yang wajar dilakukan apabila melakukan kesalahan lalu meminta maaf. Terkadang malah di saat kita tidak melakukan kesalahan sama sekali, meminta maaf pertama bukan berarti membuat kita salah. Meminta maaf terkadang bisa menjadi penanda bahwa kita sudah dewasa dan bisa menekan ego untuk menjadi yang paling benar.

Di dalam kehidupan berumah tangga pasti akan ada terjadi banyak masalah. Masalah terjadi karena ada salah satu pihak yang melakukan kesalahan sehingga konflik terjadi. Menjadi penyebab atau tidak, ketika komunikasi sudah panas, dibutuhkan kebesaran hati untuk meminta maaf. Meski bukan yang membuat salah, tapi meminta maaf setidaknya bisa membuat turun suasana hati yang panas. Tidak akan ada hasil yang baik apabila kedua belah pihak sama-sama keras dan tidak mau mengalah.

5. Jaga Komunikasi

communication

Komunikasi menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan hubungan pernikahan bisa langgeng atau tidak. Kalau saat masih single atau jomblo, kalian bisa bebas saja meninggalkan handphone atau tidak memberi kabar pada siapapun ketika mau jalan. Tapi ketika sudah memiliki pacar, kalian mau tidak mau memberi kabar pada pasangan jika ingin melakukan sesuatu.

Pada saat sudah menikah, komunikasi pun tetap harus dijaga. Jika ingin pergi kalian setidaknya memberi kabar pada pasangan mau pergi kemana dan bersama siapa. Hal ini dilakukan bukan cuma untuk meminimalisir pikiran negatif, tapi juga bisa berguna untuk berjaga-jaga kalau ada suatu hal yang buruk, tahu harus menghubungi siapa.

4. Sentuhan Fisik

physical touch

Mengungkapkan perasaan sayang dan cinta ada berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan sentuhan fisik. Bagi kamu yang sulit mengatakan cinta pada pasangan, mungkin bisa diganti dengan melakukan sentuhan fisik. Mungkin bisa menggandeng tangan, pelukan, atau kecupan hangat di kening saat bangun pagi.

Sentuhan fisik ini sangat penting dilakukan dalam setiap hubungan. Tidak perlu sampai melakukan hal ribet seperti menyiapkan kado karena harus berpikir apa yang harus diberikan. Atau memberi kejutan makan malam mewah. Sebuah sentuhan fisik seperti pelukan saat menonton film romantis bisa membuat hubungan menjadi lebih awet.

3. Hormati Batas

boundaries

Meski sudah sah menjadi suami istri bukan berarti suami atau istri berhak sepenuhnya atas semua hal yang ada pada diri pasangannya. Setelah menikah, batasan tetap perlu dibuat dan dipatuhi oleh setiap pihak, istri ataupun suami. Biar bagaimanapun, orang pastinya memiliki suatu momen dimana mereka ingin menyendiri tanpa adanya gangguan.

Diskusikan saja bersama pasangan apa yang menjadi batasan dari masing-masing. Setelah batasan tersebut dibuat, buat juga konsekuensi apabila ada yang melanggar. Hal ini tidak hanya berguna untuk menjaga privasi dan menghormati batasan yang sudah dibuat. Tapi juga siap bertanggung jawab apabila melakukan pelanggaran.

2. Pujian

compliment

Ayo coba kalian cek diri kalian masing-masing, seberapa sering kalian memberikan pujian pada pasangan kalian? Setiap orang yang melakukan sesuatu dan hasilnya bagus pastinya ingin mendapat penghargaan. Andaikan tidak bisa memberi penghargaan dengan wujud barang, setidaknya dengan kalimat pujian.

Saat berumah tangga, memberikan pujian menjadi salah satu hal penting yang perlu dilakukan namun sering terlupa. Dengan memberikan pujian pada pasangan berarti kita mengakui bahwa apa yang dilakukannya sudah benar dan hasilnya bagus. Sekecil apapun hal yang dilakukan, jika memang itu bagus, katakanlah bagus.

1. Biarkan Pasangan Menggunakan Handphone Kita

phone

Menjaga kepercayaan yang sudah diberikan orang adalah suatu kewajiban. Apabila sampai gagal melakukannya, sulit membuat orang tersebut mau kembali percaya pada kita. Hal yang sama juga perlu diterapkan pada pasangan. Kepercayaan harus dipegang teguh agar tidak muncul kecurigaan yang bisa menuju pada pertengkaran. Lalu bagaimana cara memberikan kepercayaan pada pasangan?

Salah satu cara simplenya adalah dengan membiarkan pasangan melihat bahkan menjawab apabila handphone berbunyi. Bagi sebagian orang menganggap bahwa pasangan yang melihat-lihat handphone pasangannya adalah pasangan yang overprotektif. Tapi di sisi lain, hal ini bisa bertujuan untuk menunjukan bahwa tidak ada hal yang disembunyikan dari pasangan. Apabila pasangan sudah percaya, lama kelamaan pasangan tidak perlu lagi untuk mengecek hp dan percaya 100%.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas