home -> Lainnya -> 10 Kejadian Buruk Yang Terjadi Di Tahun 2020
23 Januari 2021 11:13

10 Kejadian Buruk Yang Terjadi Di Tahun 2020

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada December 04, 2020

Harus diakui bahwa tahun 2020 ini bukanlah tahun yang baik. Ada banyak kejadian buruk yang terjadi di tahun ini. Salah satunya adalah kemunculan virus Corona yang berhasil meneror ratusan negara di dunia. Membuat kesehatan, ekonomi, dan pariwisata rusak. Tapi apakah hanya itu kejadian buruk yang muncul di tahun 2020? Tentu tidak. TahuPedia akan mengajak kalian untuk mengingat kembali apa saja kejadian buruk yang telah terjadi tapi mungkin tidak terdengar atau lupa. Berikut daftarnya.

10. Hama Belalang Di Afrika Timur

locust swarm

Belalang sudah lama dianggap hama oleh banyak orang. Serangga satu ini tidak memiliki manfaat positif apa-apa bagi para petani. Yang ada mereka hanya merusak tanaman tempat mereka hinggap. Satu belalang mungkin masih tidak masalah, tapi bayangkan jika yang datang itu sebanyak jutaan belalang. Tentu tidak hanya membahayakan ladang tapi juga manusia.

Itulah yang dialami oleh penduduk Afrika Timur dan Asia Tenggara. Pergerakan belalang ini sudah terlihat pada Desembar 2019. Lalu di awal tahun 2020, jumlah belalang semakin bertambah banyak dan menyerang beberapa negara di Afrika Timur. Koloni belalang ini bahkan ada yang sampai ke Asia Tenggara.

9. Giant Killer Hornet

killer hornet

Disengat lebah saja rasanya sudah sangat menyakitkan. Meski lebah hanya menyengat sebanyak satu kali, tapi rasa sakitnya bisa berlangsung lama tergantung dari korban. Efek sengatan lebah bisa makin parah apabila orang tersebut memiliki alergi. Selain lebah, ada serangga lain yang sengatannya juga tak bisa dianggap remeh yaitu giant killer hornet atau lebah pembunuh.

Giant killer hornet memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari lebah dan bisa menyengat berkali-kali. Sebenarnya kemunculan giant killer hornet sudah terlihat pada tahun 2019, tapi jumlahnya hanya sedikit. Lalu pada bulan Mei 2020, kasus kemunculan giant killer hornet makin menjadi-jadi dan membuat warga di Amerika ketakutan.

8. Kecelakaan Pesawat Ukraina Di Iran

ukraine jet crash

Sebuah kecelakaan pesawat mengerikan terjadi di Iran. Namun yang mengalami kecelakaan bukanlah pesawat terbang dari Iran, melainkan dari Ukraina. Pesawat yang mengalami kecelakaan ini memiliki nomor penerbangan Ukraine International Airlines Flight 752. Pesawat ini dijadwalkan terbang dari Tehran menuju Kyiv.

Kecelakaan terjadi pada tanggal 8 Januari 2020 dengan membawa penumpang total 167 orang. Kecelakaan pesawat ini diakibatkan oleh adanya misil yang terbang menabrak pesawat tersebut. Penembakan misil ini terjadi 5 hari setelah presiden Amerika Donald Trump meluncurkan drone yang menewaskan Jendral Iran, Qasem Soleimani.

Untuk kecelakaan pesawat yang terjadi ini, yang menjadi pelakunya adalah Ali Khamenei, pemimpim supremasi dari Iran. Sebelumnya pemerintah Iran menolak dengan keras bahwa mereka yang menjadi dalang kecelakaan. Tapi setelah diselidiki, ditemukan bahwa pesawat tempur yang menembakan misil tersebut berasal dari Iran, pemerintah Iran tak bisa mengelak dan terpaksa mengakuinya.

7. Kebakaran Di Australia

bushfire australia

Menjelang akhir tahun 2019, Australia mengalami kebakaran hebat. Sejumlah area di Australia mengalami musim panas yang sangat parah. Membuat kelembapan turun dan memunculkan titik api. Titik api yang muncul di beberapa bagian Australia langsung mendapat penanganan. Tapi karena cuaca yang panas malah membuat kondisi semakin parah.

Hingga akhirnya di awal tahun 2020, beberapa wilayah lain juga mengalami kejadian yang sama. Kebakaran ini menghancurkan alam beserta isinya. Setidaknya sebanyak 500 juta hewan tewas dalam kebakaran ini. Beberapa yang berhasil diselamatkan, mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit hewan dan kebun binatang. Asap dari kebakaran hutan ini juga menganggu pandangan dan pernapasan manusia.

6. Kecelakaan Pesawat Di Pakistan

pakistan airplane crash

Yang namanya kecelakaan pesawat tidak ada yang tidak mengerikan. Kemungkinan besar para penumpang dan awak pesawat dipastikan meninggal. Meski memiliki resiko tinggi, menggunakan pesawat terbang untuk berpindah tempat yang sangat jauh tetap menjadi pilihan utama. Di tahun 2020 ini ada beberapa kecelakaan pesawat yang terjadi, salah satu yang terjadi di Pakistan.

Sebuah pesawat terbang dengan nomor penerbangan Flight PK8303 dijadwalkan melakukan penerbangan domestik dari Allama Iqbal International Airport di Lahore menuju Jinnah International Airport di Karachi. Pesawat tersebut mengalami kecelakaan di area dekat Karachi. Total korban meninggal di pesawat sebanyak 97 orang dari 99. Kecelakaan ini terjadi karena bagian sayap yang mengalami kebakaran. Kejadian terjadi pada 22 Mei 2020.

5. Ledakan Di Beirut

beirut explosion

Bahan atau materi yang berhubungan dengan nuklir itu perlu diurus dengan baik. Salah sedikit saja bisa mengakibatkan kecelakaan atau ledakan yang fatal. Makanya fasilitas tenaga nuklir dibangun jauh dari tempat tinggal penduduk dan dijaga oleh keamanan yang sangat ketat. Namun di Beirut, terjadi bukan hanya satu melainkan 2 ledakan besar yang menyebabkan banyaknya korban jatuh.

Pada 4 Agustus 2020 terjadi 2 ledakan besar di pelabuhan kota Beirut. Ledakan besar ini disebabkan oleh amonium nitrat sebesar 2.750 ton. Amonium nitrat ini merupakan materi nuklir yang disita oleh pemerintah Beirut dari kapal MV Rhosus. Amonium nitrat ini dibiarkan terbengkalai disana tanpa tindakan pengamanan dari pemerintah. Sebanyak 190 orang meninggal dunia, 7 orang hilang, dan lebih dari 6.500 orang mengalami luka-luka.

4. Kecelakaan Kobe Bryant

kobe bryant

Dunia basket dilanda duka yang begitu besar ketika ada salah satu sosok pemain basket legendarisnya yang meninggal dunia. Bukan meninggal karena sakit, tapi meninggal dunia secara tragis karena mengalami kecelakaan helikopter. Pebasket legendaris tersebut adalah Kobe Bryant. Atlet basket yang telah 20 tahun berkarir di LA Lakers.

Kobe Bryant tidak meninggal sendiri. Dalam kecelakaan helikopter tersebut, Kobe terbang bersama putrinya yakni Gianna Bryant bersama dengan pilot helikopter dan beberapa penumpang lain. Rencananya, Kobe beserta anaknya akan berlatih basket di lapangan tempat biasa mereka berlatih. Namun sayang, helikopter yang ditumpangi Kobe mengalami kecelakaan dan menewaskan semua penumpang. Kecelakaan mengenaskan ini terjadi pada 26 Januari 2020.

3. Pembunuhan George Floyd

george floyd

Masalah rasisme pasti akan terjadi dimanapun itu, bahkan di Amerika yang negara maju, berkembang, dan bebas saja masih terjadi. Rasisme terjadi antara kulit hitam dan kulit putih sering terjadi di Amerika. Dari begitu banyak kasus rasisme itu, kasus yang terjadi menimpa George Floyd akhirnya menjadi puncak amarah dari warga Amerika yang menolak rasisme.

Tepat pada tanggal 25 Mei, George Floyd yang merupakan warga keturunan Afrika-Amerika, kendaraannya dihentikan oleh polisi dan dipaksa untuk berbaring di aspal. Sembari berbaring itu, seorang anggota polisi menekan bagian belakang leher George selama hampir 9 menit. Meski George sudah mengatakan bahwa ia tak bisa bernapas, polisi tersebut tetap menekan leher George dengan lutut, mengakibatkan George meninggal. Kematian George menyulut kemarahan warga Amerika. Hampir di seluruh negara bagian di Amerika terjadi unjuk rasa menuntut keadilan terhadap George.

Sejumlah polisi yang terlibat dalam aksi penangkapan George kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara. Terkhusus polisi yang menekan leher George, ia diberhentikan dari kepolisian dan mendapat hukuman yang lebih berat dari yang lainnya.

2. Diego Maradona Meninggal Dunia

maradona

Dunia olahraga kembali ditinggal salah satu atlet legendaris. Jika sebelumnya Kobe Bryant yang meninggal pada Januari 2020, belum lama ini atlet sepakbola legendaris Diego Armando Maradona yang meninggal dunia. Diego Maradona meninggal dunia di Argentina pada tanggal 25 November 2020 karena serangan jantung.

Pesepakbola yang terkenal karena Hand of God Goalnya ini meninggal di rumahnya sendiri tepat di usia 60 tahun. Sebelumnya, pada tanggal 3 September 2020 Maradona sempat menjalani operasi karena terdapat penggumpalan darah di kepalanya. Operasi tersebut berjalan sukses dan Maradona diizinkan untuk pulang. Namun pada hari Rabu 25 Septempet 2020, Maradona mengalami henti jantung. Sebagai bentuk penghormatan, presiden Argentina menetapkan 3 hari berkabung nasional.

1. Virus Corona

covid 19

Tahun 2020 menjadi tahun paling buruk apalagi kalau bukan karena Virus Corona. Virus Corona merebak dengan sangat cepat ke hampir seluruh negara di dunia. Tidak hanya menghancurkan sektor kesehatan tapi juga sektor lain seperti ekonomi dan pariwisata. Akibatnya, sejumlah negara mengalami resesi, termasuk Indonesia.

Kasus pertama Virus Corona terjadi pada Desember 2019 di kota Wuhan, Cina. Virus ini diduga berasal dari pasar hewan yang berada di kota tersebut. Tidak butuh waktu lama sampai virus tersebut menyebar ke ratusan negara. Sekarang, banyak negara tengah berjuang untuk menciptakan vaksin Corona agar dampaknya tidak semakin parah.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas