home -> Lainnya -> 10 Ritual Zaman Dulu Yang Menggunakan Manusia Seba...
04 Desember 2020 14:20

10 Ritual Zaman Dulu Yang Menggunakan Manusia Sebagai Korban

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada November 11, 2020

Kepercayaan orang zaman dulu dengan zaman sekarang jelas berbeda. Orang atau masyarakat zaman dulu menyembah sesuatu yang mereka anggap sebagai dewa, dewi, atau apapun yang mereka anggap suci. Jadi, setiap orang atau masyarakat bisa memiliki Tuhan yang berbeda-beda. Untuk melakukan bentuk penghormatan terhadap dewa yang mereka sembah, dilakukanlah ritual-ritual khusus dengan menyerahkan persembahan. Persembahan yang diserahkan bisa bermacam-macam, bahkan ada yang menjadikan manusia sebagai tumbal atau korban. Mari kita lihat ritual apa saja yang menjadikan manusia sebagai korban persembahan di masa itu.

10. Stonehenge

stonehenge

Sejarah terbangunnya Stonehenge saja menjadi bahan perbincangan hingga saat ini. Stonehenge adalah monumen bersejarah di daerah Wiltshire, Inggris yang terdiri dari sejumlah batu besar dan berat yang membentuk sebuah lingkarang. Batu besar setinggi 4 meter dengan berat 25 ton ini bagaimana bisa disusun sedemikian rupa tanpa menggunakan alat bantu.

Tak hanya itu, publik dikejutkan dengan penemuan tulang manusia yang dikubur di dekat Stonehenge. Penemuan tulang manusia ini dilakukan oleh Jacqueline McKinley yang merupakan seorang osteoarkeologis. McKinley meyakini bahwa tulang manusia tersebut adalah sebuah bukti bahwa ada manusia yang dijadikan sebagai tumbal dan dikubur di dekat Stonehenge. Kira-kira 5000 sampai 4000 tahun yang lalu, Stonehenge memang dijadikan sebagai kuil sekaligus makam. Karena penemuan tulang manusia ini, para ilmuwan langsung melakukan research perihal benar atau tidaknya ada terjadi ritual dengan korban manusia pada masa itu.

9. Yunani Kuno

greek

Jika sudah membicarakan kepercayaan pada dewa-dewi dan ritual persembahan yang menggunakan manusia, maka Yunani patut untuk dibahas. Apalagi pada zaman dulu, orang Yunani kuno menyembah banyak sekali dewa. Dan dewa dari segala dewa atau dewa yang paling disegani, tidak lain adalah dewa petir yang bernama Zeus.

Pada masa itu, persembahan manusia dilakukan untuk membuat Zeus senang. Bukti terjadinya ritual persembahan manusia ini masih disimpan dengan baik oleh para arkeolog. Salah satu bukti ritual persembahan manusia adalah ditemukannya tulang pria yang berada di sebuah altar yang didedikasikan untuk menyembah Zeus pada tahun 2016. Tulang manusia ini diperkirakan dari pria remaja dan umurnya sudah 3000 tahun.

8. Mesir Kuno

ancient egypt

Sangat menarik apabila membicarakan peradaban Mesir Kuno. Bagaimana cara mereka hidup, pemerintahan, teknologi, dan juga kepercayaan mereka sangat menarik untuk dipelajari. Pada zaman dulu, orang Mesir Kuno memiliki kepercayaan terhadap sejumlah dewa dan dewi. Salah satu dewa yang sangat ditakuti dan dihormati adalah Osiris.

Orang Mesir Kuno percaya bahwa Osiris ini adalah dewa penguasa alam baka. Selain menjadi penguasa alam baka, Osiris dipercaya juga bisa membawa kehidupan bagi manusia. Sebagai bentuk penghormatan, masyarakat Mesir memberikan persembahan berupa manusia pada Osiris. Praktek persembahan manusia ini baru berakhir ketika Piramid Giza selesai dibangun.

7. Israel Kuno

ancient israel

Perihal persembahan manusia yang terjadi di Israel Kuno sudah dibicarakan oleh para ahli sejarah. Persembahan manusia ini bahkan tertulis dalam Kitab Ibrani. Di dalam kitab tersebut diceritakan bahwa persembahan manusia bukanlah hal yang baru bagi orang Israel. Jadi bukan hanya satu, tapi sudah ada banyak praktek persembahan manusia yang pernah dilakukan.

Untuk berapa kali ritual persembahan manusia ini yang masih menjadi topik pembicaraan oleh para ilmuwan. Selain jumlah ritual yang masih dibicarakan, yang menjadi topik pembicaraan juga dimana persembahan manusia ini biasa diletakkan. Cerita yang paling terkenal salah satunya adalah kisah Abraham yang diminta oleh Tuhan untuk mengorbankan salah satu anaknya. Sebelum benar-benar dilakukan, Tuhan menghentikan niat Abraham dan mengatakan bahwa ia hanya ingin menguji kesetiaan Abraham.

6. Aztec

aztec

Meksiko menjadi tempat dimana ada 2 peradaban manusia yang sangat besar dan terkenal. Selain Maya, ada pula peradaban Aztec. Orang-orang Aztec diperkirakan tinggal di sebuah kota kuni bernama Tenochtitlan. Sekarang lebih dikenal dengan Mexico City. Berdiri pada tahun 1428, peradaban Aztec kemudian hancur di tahun 1521.

Meski peradaban Aztec telah hancur, beberapa catatan tentang peradaban mereka masih ada yang tersisa dan dipelajari oleh para arkeologi. Di catatan tersebut ditemukan bukti bahwa ada praktek persembangah manusia yang dilakukan oleh orang Aztec. Orang yang terpilih menjadi korban dibawa ke kuil terbesar pada masa itu yakni Templo Mayor. Di abad 16, orang-orang Spanyol menyerbu dan mengalahkan bangsa Aztec. Orang Spanyol pun melakukan praktek korban manusia sebagai bentuk kemenangan atas bangsa Aztec.

5. Maya

maya

Ada satu peradaban manusia yang dianggap sebagai peradaban paling maju dan orang-orangnya sangat pintar. Dan itu adalah Orang Maya. Orang Maya hidup pada masa 1800 BC sampai AD 250. Peninggalan orang Maya yang masih kita pakai dan pelajari hingga saat ini adalah ilmu astronomi, kalender, dan tulisan hieroglyphic. Layaknya orang kuno, kepercayaan mereka adalah menyembah dewa-dewi. Mereka percaya bahwa dewa bisa marah dan bisa mendatangkan bencana pada mereka.

Untuk mencegah amarah dewa, dilakukanlah ritual yang mengorbankan manusia sebagai tumbalnya. Orang-orang Maya mengorbankan manusia di kuil yang dibangun memang untuk sebagai tempat penyembahan terhadap dewa-dewi. Yang dijadikan korban biasanya adalah para tahanan perang. Para korban ini tubuhnya akan diwarnai menjadi biru sebagai bentuk penghormatan terhadap dewa hujan, Chaak. Lalu mereka akan dilempar ke sumur. 

4. Inca

inca

Orang-orang Inca atau Kerajaan Inca itu didirikan pada tahun 1438. Bisa dikatakan bahwa Kerajaan Inca menjadi kerajaan paling besar di era Pra-Kolombia Amerika. Pada masa itu, orang-orang Inca memiliki ritual khusus yang menjadikan manusia sebagai tumbal. Yang menjadi korban pada masa itu adalah anak kecil.

Orang Inca yang percaya pada keberadaan dewa, melakukan ritual penyembahan dengan mengorbankan manusia sebagai persembahan agar dewa merasa senang. Yang menjadi korban biasanya adalah anak-anak. Anak-anak yang terpilih akan diawetkan menjadi mumi kemudian diletakkan di dekat gunung berapi. Sebelum diawetkan, anak-anak ini akan menjalani diet khusus. Bagaimana cara mereka dibunuh, itu masih belum diketahui.

3. Celtic

celtic

Celtic merupakan sebutan untuk bangsa yang sangat terkenal di Eropa. Orang Celtic dikenal sebagai orang yang gemar melakukan perang. Orang Celtic pernah melakukan ritual persembahan manusia hingga abad pertama AD. Ketika abad 1 AD, orang Celtic pindah kepercayaan menjadi Kristiani, praktek ritual yang mengorbankan manusia berhenti.

Berdasarkan sejarah dari Romawi kuno, bangsa Celtic melakukan sebuah ritual khusus yang dipimpin oleh seseorang yang disebut dengan druid. Ketika ajaran agama Kristen masuk, orang-orang Celtic mulai beralih ke kepercayaan baru tersebut dan ritual lama mulai ditinggalkan. Para arkeolog di zaman modern mempercayai bahwa ritual pengorbanan manusia ini tidak dilakukan secara banyak. Maksudnya, hanya beberapa kelompok orang Celtic saja melakukan ritual ini.

2. City of Ur

city of ur

Sebelum dikenal dengan nama Irak, kota ini dulunya disebut dengan Ur. Di kota ini ditemukan sejumlah bukti bahwa ada ritual khusus yang menggunakan manusia sebagai persembahan. Adalah The Great Death Pit yang menjadi tempat di kota Ur ditemukannya banyak tulang belulang dari manusia yang dijadikan korban.

Diperkirakan ritual korban manusia ini telah dilakukan sekitar 4600 tahun yang lalu. Di The Great Death Pit ditemukan bekas-bekas mayat manusia sebanyak 68 wanita dan 6 pria yang dijadikan tumbal. Tak hanya manusia yang dijadikan tumbal, ditambahkan juga sejumlah barang berharga seperti perak, emas, kulit, dan akik. Para arkeolog berasumsi bahwa pit atau lubang tersebut digunakan untuk mengubur pemimpin kota Ur pada masa itu. 

1. Qijia Culture

Qijia Culture

Ritual yang menggunakan manusia sebagai tumbal juga pernah terjadi di Cina. Namun itu dilakukan pada zaman dulu. Awal mula diketahui ritual tersebut bermula dari para arkeologis yang secara tidak sengaja menemukan ratusan kuburan di Barat Laut China, tepatnya di Desa Mogou. Kuburan tersebut diperkirakan sudah berumur 4000 tahun.

Salah satu kuburan yang ditemukan tersebut, terdapat seorang korban manusia yang diperkirakan berumur 13 tahun. Selain ditemukannya ratusan kuburan yang dianggap sebagai praktek ritual menggunakan manusia sebagai kurban, ditemukan pula ribuan korban manusia di kota Anyang. Untuk yang ini, diperkirakan tumbal manusia tersebut dilakukan pada tahun 1600-1040 BC pada masa DInasti Shang.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas