home -> Lainnya -> 10 Tanda Kamu Memiliki Toxic Parents
24 Oktober 2020 11:05

10 Tanda Kamu Memiliki Toxic Parents

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada September 25, 2020

Ketika orang tua tidak bisa memberikan rasa hormat dan memperlakukan anaknya secara baik, bisa dibilang bahwa itu adalah toxic parents. Istilah toxic ini memang sudah populer beberapa tahun belakangan ini dan cukup sering digunakan dalam keseharian. Misal seperti toxic relationship, toxic friends, dan toxic parents. Beberapa contoh kasus toxic parents seperti melakukan kekerasan pada anak tanpa sebab, sering membandingkan dengan anak lain, tidak menghormati privacy, itu adalah beberapa tanda dari toxic parents. Tidak bisa menyalahkan sepenuhnya juga pada orang tua karena mungkin mereka mendapatkan cara didik itu dari orang tuanya dulu. Karena sekarang zaman sudah bekembang dan orang tua sulit mengikuti, jadi begitulah akibatnya. Untuk mengetahui apakah kamu berada di lingkungan keluarga yang toxic atau tidak, berikut adalah tanda dari toxic parents yang perlu kamu ketahui.

10. Tidak Mau Minta Maaf Jika Salah

parents mistakes

Meminta maaf jadi tugas utama kalau seseorang berbuat salah. Dengan mengakui kesalahaan dan meminta maaf, maka besar kemungkinan seseorang akan dimaafkan serta amarah dan dampak selanjutnya tidak semakin parah. Di dalam keluarga, biasanya pihak yang selalu meminta maaf adalah di pihak anak, bukan orang tua. Padahal orang tua juga tak luput dari salah.

Jika kalian berada di keluarga yang orang tuanya tidak mau mengaku salah dan meminta maaf, bisa jadi kamu sudah terjebak dalam toxic parents. Apakah ini bisa diubah? Ada yang bisa berubah, namun ada juga yang tidak. Biasanya orang tua yang tidak mau meminta maaf karena memiliki tingkat ego dan hierarki yang tinggi. Masa iya orang tua berbuat salah dan harus meminta maaf pada anak, begitu pikir mereka.

9. Mengutamakan Diri Sendiri Dahulu Ketimbang Anak

diri sendiri

Keluarga yang baik selalu mengutamakan kepentingan bersama daripada individu. Sudah jelas bahwa setiap anggota keluarga pasti memiliki keinginan yang ingin dipenuhi dalam hidupnya. Ditambah lagi cara pandang yang dimiliki mungkin berbeda satu dengan yang lainnya. Mau berapapun usia dan tingkatannya dalam keluarga tetap harus mengutamakan kepentingan bersama.

Di lingkungan keluarga yang toxic, kebersamaan ini sangat kecil terjadi. Faktor ego dan tingkatan dalam keluarga menentukan kepentingan siapa yang harus didahulukan. Jika demikian, maka yang harus mendapatkan perhatian lebih dahulu adalah orang tua. Setiap keputusan yang diambil selalu dilakukan oleh orang tua. Padahal efek dari keputusan tersebut bisa berdampak juga pada anak.

8. Memanipulasi

manipulative parents

Kita tahu bahwa memanipulasi seseorang untuk melakukan apa yang kita mau itu adalah hal yang tidak bagus. Setiap orang berhak melakukan apa yang diinginkan dengan segala resiko yang siap ditanggung dan tidak melanggar undang-undang atau peraturan. Tapi hal memanipulasi ini sering terjadi dalam keluarga dan anak terkadang tidak tahu bahwa mereka sudah dimanipulasi oleh orang tuanya.

Contohnya ketika seorang anak melakukan perbuatan salah, orang tua memanfaatkan rasa bersalah dari anak dan menekannya untuk melakukan apa yang diinginkan oleh orang tua. Memanipulasi anak dengan membuat anak percaya bahwa tindakan salah yang dilakukan oleh orang tua adalah benar juga contoh dari memanipulasi.

7. Selalu Mengkritik

kritik

Manusia memang biangnya masalah. Tak ada satupun orang yang 100% benar dan bisa hidup tanpa kesalahan. Pasti ada banyak momen kesalahan yang terjadi selama hidup. Makanya disitu tujuan orang mengkritik agar orang yang dikritik bisa sadar bahwa yang dilakukan salah dan mau berubah. Dan di dalam keluarga sudah menjadi tugas orang tua untuk menyadarkan anaknya apabila berbuat salah.

Tapi bagaimana kalau yang terjadi lebih parah? Orang tua selalu mengkritik dan menyalahkan setiap tindakan yang dilakukan anaknya itu sudah termasuk dalam tanda toxic parents. Meski anak sudah melakukan hal yang benar tapi hanya karena tidak memenuhi ekspetasi orang tua yang tinggi, memarahai anak jadi jawaban yang utama. Hal ini bisa membentuk karakter anak menjadi pengkritik di dewasa nanti.

6. Tidak Memiliki Empati

no empathy

Ketika seseorang tidak memiliki rasa empati, maka orang tersebut tidak akan perduli apakah tindakan dan perkataannya akan berdampak pada orang lain. Dia tidak akan perduli apakah fisik dan hati seseorang sakit karena perbuataannya atau tidak. Jika di dalam keluarga ternyata orang tua kalian kehilangan empati, maka sudah pasti kalian terjebak dalam keluarga yang tak sehat.

Empati sangat diperlukan di dalam keluarga agar setiap aksi yang dilakukan dipikir ulang apa resikonya yang bisa muncul. Anak kecil yang tumbuh di keluarga tanpa empati akan menjalani hidup yang sulit tidak hanya di dalam keluarga, tapi juga saat bersosialisasi. Orang tua adalah pendidikan pertama anak, jika di dalam keluarga saja empati tidak berkembang dan dibiarkan terus, maka anak bisa tumbuh menjadi seseorang yang sulit memahami perasaan orang lain.

5. Overprotective

Overprotective

Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mendidik dan menjaga anaknya. Defini menjaga anak ini diartikan dalam menjaga dalam level yang sewajarnya. Terlalu dibiarkan lepas tidak baik karena anak bisa terjerumus ke pergaulan yang salah. Terlalu dikekang atau overprotektif juga tidak bagus karena menyulitkan anak dalam bergaul.

Tipikial orang tua yang overprotektif ini juga masuk dalam kategori orang tua yang toxic. Biar bagaimanapun, anak harus dibiarkan menjalani hidupnya dengan caranya sendiri. Keberadaan orang tua adalah sebagai pengawas dan mengingatkan ketika anak mulai melenceng jauh dari jalan yang benar. Perlu diingat bahwa anak suatu saat akan dewasa dan lepas dari orang tua. Tidak mungkin orang tua terus mau mengekang anak.

4. Tidak Menghargai Privacy

Privacy

Masuk kamar anak tanpa mengetuk pintu, membuka handphone anak, menyentuh barang anak secara sembarangan adalah contoh orang tua yang tidak menghargai batasan atau privacy dari anaknya. Dan orang tua tipe seperti apabila ditegur, mereka akan membela diri dengan mengatakan bahwa mereka orang tua berhak melakukan karena mereka orang tua dan anak harus patuh pada orang tua.

Orang tua yang tidak menghargai privacy anaknya termasuk dalam contoh orang tua yang toxic. Jika anak masih usia kecil, masih bisa diterima. Tapi ketika anak sudah beranjak dewasa, orang tua sudah harus menyadari dan menghormati anak layaknya orang dewasa. Hargai setiap hak anak maka anak juga akan semakin menghormati orang tua. Ajarkan juga anak sedari kecil untuk menghargai privacy orang lain.

3. Memaksakan Kehendak

kehendak

Memaksakan kehendak paling sering dijumpai di orang tua konservatif. Orang tua yang mendidik anaknya dengan cara demikian biasanya karena dulunya mendapatkan cara didik yang sama dari orang tuanya. Memaksakan kehendak dan bila tidak dilakukan maka anak akan dihukum. Lalu cara didik demikian diturunkan ke anaknya.

Anak yang tidak menuruti kehendak orang tuanya seringkali dicap sebagai anak durhaka dan pembangkang. Orang tua lupa bahwa anak juga memiliki keinginan dan cara berpikir sendiri. Orang tua toxic seperti ini bisa melahirkan orang tua toxic berikutnya. Pola didik yang memaksakan kehendak dan menghukum anak karena dianggap melawan sudah tidak relevan dilakukan di masa sekarang.

2. Sering Membandingkan

membandingkan

Apa orang tua kalian mendidik kalian dengan membandingkan dengan anak yang lain? Di zaman sekarang, kebiasaan membandingkan anak dengan anak yang lain ternyata dianggap sebagai kebiasaan yang tak baik dan orang tua yang toxic. Jangankan dibandingkan dengan anak yang lain, dibandingkan dengan kakak atau adik pun bisa dianggap toxic.

Kenapa membandingkan anak tidak sebaiknya dilakukan? Itu karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Bahkan seorang kakak bisa memiliki kemampuan yang berbeda dengan adiknya. Tugas orang tua adalah mengarahkan dan mengembangkan minat serta kemampuan anak. Selama itu positif, biarkan saja. Jangan mengira hanya orang tua saja yang bisa membandingkan anak, anak juga bisa membandingkan orang tuanya dengan orang tua yang lain. Jika hal demikian terjadi, bukankah sama-sama mengecewakan dan menyakitkan hati.

1. Melakukan Kekerasan Tanpa Sebab

violance parents

Pada zaman dulu, menggunakan metode kekerasan dalam mengajar anak adalah hal yang sering dilakukan. Berbeda dulu, berbeda juga sekarang. Metode kekerasan tidak sepenuhnya dibenarkan dalam mengajar anak. Meski anak berbuat salah sekalipun, orang tua tidak bisa menghukum anak dengan cara mengasarinya.

Menggunakan kekerasan meski anak melakukan kesalahan saja sudah tidak bagus, apalagi melakukan kekerasan tanpa alasan yang logis. Masalah hidup dan pekerjaan seringkali membuat orang tua stres dan emosi. Tapi hal ini tidak bisa dilampiaskan pada anak yang tidak tahu apa-apa. Dengan ajaran kekerasan dalam mendidik anak bisa membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang mudah emosi dan menganggap kekerasan adalah hal yang wajar.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas