home -> Lainnya -> 10 Pahlawan Kemerdekaan Yang Kurang Dikenal
04 Desember 2020 00:18

10 Pahlawan Kemerdekaan Yang Kurang Dikenal

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada August 14, 2020

TahuPedia sebelumnya sudah pernah membahas tentang sejumlah pahlawan Indonesia terkenal yang perjuangannya begitu keras dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Namun selain mereka masih ada banyak lagi tokoh pahlawan yang juga ikut berjuang dalam mengusir penjajah hanya saja namanya tidak seterkenal seperi Soekarno, Bung Hatta, dan lain sebagainya. Sebagai bangsa Indonesia, kita tetap harus menghormati mereka yang sudah berpartisipasi dalam memperjuangkan kemerdekaan mereka. Inilah mereka para tokoh pahlawan yang turut serta membela Indonesia meski namanya tidak begitu dikenal.

10. Frans Mendur

frans mendur

Kalau kalian kira pada masa penjajahan Belanda tidak ada kamera, lalu dengan apa pidato Soekarno itu difoto. Lalu fotonya bisa disebarkan dan tetap ada hingga sekarang. Semua foto-foto penting tersebut adalah hasil jepretan Frans Mendur. Dirinya adalah orang yang bertugas di bagian dokumentasi alias fotografer.

Kalau saja tidak ada sosok Frans Mendur, mungkin tidak ada itu foto Soekarno saat membacakan teks proklamasi. Tidak sendirian, Frans Mendur mengabadikan tiap detik momen berharga tersebut bersama dengan saudaranya yaitu Alex Mendur. Ia dan saudaranya sempat diperiksa oleh tentara Jepang, namun berhasil menyembunyikan negatif filmnya.

9. B.M. Diah

b.m. diah

Zaman dulu sangat berbeda jauh dengan zaman kita sekarang. Tidak ada yang namanya smartphone. Jadi orang tidak bisa menyebarkan berita dengan cepat. Zaman dulu itu masih menggunakan surat kabar yang harus diketik, dicetak, dan dikirim menggunakan tenaga manusia. Jadi butuh waktu lama supaya berita bisa tersebar secara luas.

Di saat Soekarno telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tidak semua wilayah mendapatkan berita tersebut. Penjajah Jepang pun sebisa mungkin menutup-nutupi berita tersebut dengan cara meralat berita dan menyegel kantor berita. Namun ada satu sosok penting yang tetap berjuang menyebarkan berita tersebut. Dia adalah B.M. Diah. B.M. Diah adalah sosok pahlawan yang bekerja sebagai wartawan. Dia tetap terus menyebarkan berita bahwa Indonesia sudah merdeka.

8. Tadashi Maeda

Tadashi Maeda

Tidak semua tentara Jepang itu kejam terhadap rakyat Indonesia. Ada juga yang baik dan mau membantu Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Sosok tentara Jepang itu adalah Tadashi Maeda. Bukan sembarang tentara, Tadashi Maeda ini merupakan tentara yang berposisi sebagai laksamana. Dengan jabatan setinggi itu, dirinya mau menempuh bahaya dan membantu rakyat Indonesia.

Jasanya yang paling tak bisa dilupakan adalah ketika dirinya memperbolehkan beberapa tokoh penting Indonesia untuk menyusun teks proklamasi di rumahnya. Ia begitu simpati terhadap rakyat Indonesia sehingga rela membangkang perintah sekutu yang saat itu melarang setiap aksi yang ingin Indonesia merdeka. Atas perbuatannya, ia sempat dipenjara oleh sekutu namun dibebaskan pada 1947.

7. Surastri Karma Trimurti

surastri karma trimurti

Kita semua ingat dengan sosok Sayuti Melik. Jika tidak ada beliau, mungkin teks naskah proklamasi tidak akan pernah ada. Sayuti Melik inilah yang mengetik naskah proklamasi yang kemudian dibaca oleh Soekarno di tanggal 17 Agustus 1945. Selain Sayuti Melik, ada satu lagi sosok penting yang memiliki hubungan penting dengannya. Dia adalah sang istri yaitu Surastri Karma Trimurti.

Surastri Karma Trimurti ini juga termasuk dalam sejumlah pahlawan yang namanya kurang begitu dikenal. Beliau juga turut berjuang dengan menjadi wartawati, guru, dan juga penulis. Melalui dirinya, ia berusaha menyadarkan bangsa Indonesia bahwa negara kita ini sedang dijajah. Dengan tulisan tangannya, Surastri Karma Trimurti menjelaskan tentang kekejaman yang dilakukan oleh Belanda, memperjuangkan kebebasan pers, dan kaum tertindas. Aksinya tersebut berujung dengan penjara.

6. Maria Walanda Maramis

maria walanda maramis

R.A. Kartini bukanlah satu-satunya pahlawan wanita yang rela mati untuk memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Masih ada lagi wanita tangguh lain yang juga mengorbankan jiwa dan raganya untuk mensejahterakan perempuan yaitu Maria Josephine Catherine Maramis atau biasa lebih dikenal dengan nama Maria Walanda Maramis.

Beliau merupakan pahlawan wanita kelahiran Minahasa pada 1 Desember 1872. Dirinya berjuang di bidang politik dan pendidikan. Tujuannya jelas yaitu memperjuangkan emansipasi wanita yang kala itu sedang berada di titik bawah. Ia memiliki keingingan agar keluarga Indonesia bisa lebih sejahtera dan sehat. Ia pun mendirikan organisasi bernama Pecintaan Ibu Kepada Anak Turunannya (PIKAT).

5. Tan Malaka

tan malaka

Ki Hajar Dewantara bukanlah satu-satunya sosok penting di dunia pendidikan Indonesia. Ada satu lagi pahlawan yang turut memperjuangkan hak rakyat Indonesia di bidang pendidikan. Dia adalah Tan Malaka. Tan Malaka merupakan pahlawan pendidikan yang berasal dari Sumatera Barat. Lahir pada tahun 1898.

Tan Malaka adalah sosok yang pintar. Lulus dari sekolah lulusan Belanda, Tan Malaka membagikan ilmu yang didapatkannya pada mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk sekolah. Maka dari itulah Tan Malaka ditangkap oleh tentara Belanda. Sampai akhirnya Tan Malaka dihukum mati pada 21 Februari 1949. Oleh Soekarno, Tan Malaka diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada 28 Maret 1963.

4. John Lie Tjeng Tjoan

john lie tjeng tjoan

Pada masa penjajahan Belanda, semua rakyat Indonesia bersatu tanpa memikirkan siapa itu dan dari etnis mana. Adalah putra Manado bernama John Lie Tjeng Tjoan yang turut berjuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pria yang memiliki darah Tionghoa ini memiliki nama lain yaitu Jahja Daniel Dharma.

Lahir pada 9 Maret 1911 di Manado, John Lie masuk TNI Angkata Laut dengan pangkat perwira tinggi. Dirinya sangat piawai dalam menyelundupkan senjata dan berhasil mengelabui blokade tentara Belanda selama bertahun-tahun. Atas aksinya tersebut, John Lie mendapat julukan Hantu Selat Malaka. Ia dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 2009.

3. Johannes Leimena

Johannes Leimena

Memperjuangkan kemerdekaan rakyat Indonesia bisa melalui berbagai bidang. Salah satunya adalah bidang kesehatan. Di bidang kesehatan ini, ada satu sosok penting yang jasanya tidak bisa kita lupakan. Dia adalah Dr. Johannes Leimena. Ia merupakan pahlawan berdarah Ambon, bekerja sebagai dokter dan juga politikus.

Sebagai dokter, Johannes Leimena menciptakan suatu program yang ia namai dengan nama Bandung Plan. Program ini ia mulai ciptakan pada tahun 1951. Melaui Bandung Plan, Johannes Leimena ingin menyadarkan masyarakat dengan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan serta membangun balai pengobatan atau rumah sakit pembantu di setiap kabupaten yang kini dikenal dengan sebutan Puskesmas.

2. Bernard Wilhem Lapian

Bernard Wilhelm Lapian

Ada satu tokoh pahlawan yang namanya kurang begitu dikenal di telinga, dirinya adalah Bernard Wilhelm Lapian. Beliau lahir di Minahasa dan turut berjuang keras dalam mengusir Belanda dan Jepang dari Indonesia. Dirinya sempat ditunjuk menjadi gubernur Sulawesi pada 17 Agustus 1950 dan turun di 1 Juli 1951.

Bernard Wilhem Lapian sangat berperan besar dalam mendirikan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa. Aksi heroik Merah Putih yang terjadi pada bulan Februari 1946, dirinya lah yang memiliki peran penting. Dirinya juga mengembangkan daerah di Dumoga dengan menciptakan pemukiman dan lahan pertanian. Untuk mengenang jasa-jasanya, dibuatlah sebuah monumen di Kawangkoan.

1. Frans Kaisiepo

Frans Kaisiepo

Tidak sedikit pahlawan kemerdekaan Indonesia yang wajahnya dipajang di mata uang kita yakni Rupiah. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penghormatan atas jasa yang telah diberikan beliau pada Indonesia. Salah satunya adalah Frans Kaisiepo yang wajahnya terpampang dengan jelas di mata uang kertas pecahan 10.000 Rupiah.

Tak banyak yang mengetahui sepak terjang beliau, Frans Kaisiepo adalah salah satu pahlawan yang berasal dari tanah Papua. Seperti yang kita tahu, pada zaman dahulu Belanda sangat ingin menguasai Papua. Beberapa tokoh penting Papua salah satunya adalah Frans Kaisiepo ini menolak untuk tunduk pada Belanda. Dirinya terus melakukan perlawan untuk bisa mengusir Belanda dari Indonesia.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas