home -> Lainnya -> 10 Ciri Pria Yang Pantas Dijadikan Suami
19 September 2020 16:59

10 Ciri Pria Yang Pantas Dijadikan Suami

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada July 24, 2020

Wahai para wanita, masa-masa pacaran lakukan dengan serius. Karena di masa inilah kalian harus mencari tahu apakah pasangan atau pacar kalian itu bisa menjadi sosok suami dan ayah yang tepat di kemudian hari atau tidak. Kalau kalian yang pacaran hanya untuk bersenang-senang dan membuang waktu, silahkan. Tapi yang ingin melangkah ke arah yang serius, mencari pria pendamping hidup haruslah yang tepat. Karena pasangan yang tepat maka akan membuat kehidupan rumah tangga akan terasa bahagia meski menghadapi kesulitan. Tapi pasangan yang salah bisa membuat kehidupan rumah tangga seperti neraka setiap harinya. Bagi wanita yang ingin mencari tahu apakah pria yang dikencani adalah pria yang tepat, berikut adalah ciri-ciri pria yang sekiranya bisa pantas menjadi suami, ayah, dan juga kepala keluarga.

10. Open Minded

open minded

Sekarang ini, memiliki pikiran open minded atau pemikiran terbuka sangatlah krusial. Meski pria dan wanita sudah dipersatukan melalui ikatan pernikahan, perbedaan akan selalu ada. Perbedaan ini terjadi karena pada dasarnya masing-masing individu memiliki pola pikir dan pendapat sendiri mengenai suatu masalah.

Memiliki pemikiran yang terbuka sangat penting untuk bisa menghindari terjadinya konflik. Perlu disadari bahwa untuk mencapai suatu tujuan, ada beberapa cara yang bisa digunakan. Berbeda orang, berbeda juga pilihan yang akan diambil. Apabila seseorang tidak memiliki pemikiran terbuka akan perbedaan pendapat, sulit bagi pasangan suami istri untuk menjalani hidup berumah tangga bersama.

9. Tenang Menghadapi Masalah

menghadapi masalah

Kita semua hidup di dunia pastinya akan menghadapi masalah. Masalah yang muncul bisa bervariasi. Semakin dewasa seseorang, semakin kompleks masalah yang akan dihadapi. Ketika pasangan kekasih memutuskan untuk menikah, maka masalah yang dihadapi akan bertambah banyak. Suami akan menghadapi masalah yang dihadapi istri, begitu juga sebaliknya.

Karena hidup pasti akan menghadapi masalah, yang bisa kita lakukan hanyalah menghadapi masalah tersebut. Melarikan diri dari masalah hanya akan memunculkan masalah baru tanpa menyelesaikan masalah lama. Karena mau tidak mau harus menghadapi masalah tersebut, penting bagi setiap pasangan, terutama suami untuk memiliki sifat yang tenang. Dengan pikiran yang tenang, maka kemungkinan untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi bisa semakin besar.

8. Sayang Anak Kecil

sayang anak

Apakah setelah menikah maka prosesnya hanya terhenti di situ saja? Tentu tidak dong. Setelah menikah, akan ada tahap selanjutnya dimana pasangan suami istri akan berdiskusi mengenai masalah anak. Kapan mau memiliki anak, berapa jumlahnya, serta persiapan apa saja yang diperlukan untuk membesarkan sang anak.

Hal ini harusnya sudah dipikirkan jauh sebelum menikah. Kalian para wanita harus pintar dalam memilih pasangan. Jangan hanya memilih pria karena dirinya akan menjadi suami yang baik. Tapi juga harus bisa menjadi ayah yang baik. Anak tidak bisa memilih terlahir di keluarga yang mana. Jadi kewajiban kitalah untuk mencari pasangan yang tepat. Tidak hanya untuk menjadi suami, tapi juga menjadi ayah.

7. Tepat Janji

pegang janji

Seorang pria baru bisa dianggap pria apabila dia tidak hanya berbicara saja tapi juga berani beraksi, don't talk, do more. Maksudnya, pria yang benar-benar pria tidak akan hanya mengumbar kata-kata saja/. Pria sejati justru harus bisa dipegang omongannya. Karena jika omongan pria tidak bisa dipegang, buat apa memiliki pasangan yang hanya bisa omong saja.

Untuk bisa melihat apakah pacar kamu benar-benar suami atau ayah yang tepat, kalian bisa lihat bagaimana dia dalam memegang omongannya. Coba lihat dari janji yang pernah ia ucapkan. Seberapa banyak dari janjinya tersebut yang ia pegang teguh atau lakukan. Dari janji kencan kapan, bertemu jam berapa, dan lain sebagainya. Apabila yang simpel saja sudah tidak tepat janji, bagaimana menghadapi janji yang lebih penting.

6. Humoris

humour

Pria tampan memang menarik, tapi pria humoris adalah pria yang seharusnya kalian pilih. Perlu kalian sadari bahwa wajah bukanlah hal utama dalam mencari pasangan, apalagi untuk pasangan seumur hidup. Karena wajah menarik hanya bagus di mata saja, tapi urusan untuk menenangkan hati, maka pasangan humoris yang harus kalian cari.

Hidup setelah menikah sangatlah berbeda saat sebelum menikah. Segala macam masalah bisa datang dan memicu pertikaian. Apa yang bisa dilakukan pria dengan wajah tampan dengan masalah itu? Di sisi lain, pria humoris justru bisa mencairkan suasana meski sedang berada dalam situasi yang panas. Kalau pun kalian dapat pria tampan dan juga humoris, itu adalah hal yang bagus.

5. Mau Bekerja Keras

hard worker

Semakin kesini, kebutuhan hidup akan semakin sulit dan mahal. Makanan semakin mahal, biaya kesehatan, pajak, dan lain sebagainya juga akan ikut naik. Maka dari itu banyak pasangan suami istri pada masa kini sibuk bekerja. Tidak hanya salah satu yang bekerja, tapi kedua belah pihak ikut bekerja untuk menghidupi keluarga.

Jadi, kalian para wanita yang memang sudah terbiasa dari awal bekerja keras, carilah suami yang juga bisa bekerja. Pria yang hanya bisa malas-malasan sebaiknya disingkirkan dari daftar pasangan. Bagus kalau si pria memiliki pekerjaan tetap dengan gaji yang cukup. Tidak perlu tinggi sekali, setidaknya cukup untuk menghidupi dirinya dan ada sisa uang yang bisa ditabung.

4. Ringan Tangan

ringan tangan

Pasangan suami istri yang kehidupan ekonominya di atas level mapan pastinya tidak perlu repot mengurusi soal rumah. Misalnya seperti mencuci baju, mengepel, memasak, menyetrika, dan lain sebagainya. Karena biasanya mereka sudah punya pembantu untuk setiap tugas yang harus dikerjakan. Lalu bagaimana dengan yang tidak mampu menggunakan jasa pembantu rumah tangga?

Satu-satunya cara adalah dengan mengerjakan semua tugas rumah dengan tangan sendiri. Tentunya satu orang pasti akan kerepotan untuk mengurus semua tugas rumah tersebut. Disinilah peran suami akan diperlukan. Meski suami adalah kepala dan pemimpin keluarga, kalau istrinya sedang kerepotan, maka sudah menjadi kewajiban suami untuk membantu. Bukankah pasangan suami istri sudah berjanji setia untuk hidup bersama di saat susah dan senang?

3. Tidak Pelit

pelit

Mencari calon suami yang kaya bukanlah suatu hal yang buruk. Itu adalah hak wanita mau memilih siapa pria yang akan menjadi pendamping hidupnya. Karena menjalani hidup berumah tangga bukanlah hal yang mudah dan butuh biaya. Tapi kaya saja tidak cukup. Kalau prianya kaya tapi ternyata pelit, maka sia-sia.

Mau pria tersebut kaya atau tidak, asalkan dia tidak pelit harusnya bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk menikah. Dengan tidak pelit saja itu bisa menjadi nilai plus yang menunjukan bahwa pria tersebut adalah pria yang tepat untuk dijadikan suami. Coba bayangkan apabila kalian mendapatkan pria yang pelit. Kalian ingin uang tapi suami tidak memberikannya. Padahal hal tersebut adalah hal yang penting untuk keluarga.

2. Bertanggung Jawab

responsibility

Karena setelah menikah nantinya pria akan berubah menjadi kepala keluarga, maka sebagai kepala keluarga, ia harus memiliki tanggung jawab untuk melakukan segala tugas yang menjadi kewajiban seorang kepala keluarga. Maka dari itu, selama masa pacaran kalian harus mencari tahu apakah pacar kalian ini orang yang bertanggung jawab atau tidak.

Di Indonesia, seperti sudah menjadi peraturan bahwa di setiap kencan, yang harus mengeluarkan biaya adalah si pria. Meski sebenarnya tidak ada salahnya juga ada momen dimana si wanita yang membayar atau setidaknya mau patungan. Atau juga saat melakukan kesalahan, apa yang ia lakukan untuk menebus kesalahannya. Ini penting dicari tahu agar setelah menikah nanti tidak muncul rasa menyesal.

1. Sabar

sabar

Dan dari sekian tanda yang harus dimiliki oleh pria, satu tanda yang tidak boleh dilupakan adalah sabar. Pria yang tidak sabar dan suka grasak-grusuk di setiap tindakannya, maka kemungkinan untuk mendapatkan masalah baru atau mendapatkan resiko buruk dari tindakannya tersebut akan semakin besar. Dan karena kalian hidup bersama, maka masalah yang dihadapi suami, maka akan kena ke istri juga.

Di masa pacaran, cari tahu dengan betul apakah pria yang kalian pacari ini memiliki sifat sabar atau tidak. Apalagi kalau nanti kalian akan punya anak, bagaimana sikapnya ketika harus menghadapi anaknya yang sedang tantrum atau ngambek. Apakah dia tetap sabar atau malah maen pukul bukan hanya pada anak, tapi juga istri.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas