home -> Lainnya -> 10 Penyakit Berbahaya Yang Bisa Ditularkan Hewan ...
13 Juli 2020 17:22

10 Penyakit Berbahaya Yang Bisa Ditularkan Hewan Ke Manusia

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada June 02, 2020

Pandemi Covid-19 saat ini tengah mengancam banyak negara di dunia, termasuk Indonesia sendiri. Disebabkan oleh Virus Corona, virus ini bisa menyebar dengan sangat cepat namun hanya mematikan pada mereka yang sudah berusia lanjut, imun rendah, dan yang sudah mengidap penyakit kronis. Virus Corona ini bukanlah satu-satunya penyakit berbahaya yang ditularkan dari hewan ke manusia. Masih ada penyakit berbahaya lain yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Berikut daftarnya.

10. Toksoplasmosis

Toksoplasmosis

Para pecinta hewan kucing sepertinya sudah familiar dengan yang namanya Toxoplasmosis ini. Penyakit ini adalah penyakit yang umum ditularkan melalui kucing, terutama adalah kotorannya. Apabila penyakit ini sampai menular ke orang yang memiliki imun tubuh rendah atau ibu hamil, maka akibatnya akan fatal.

Apa sih sebenarnya toxoplasmosis itu? Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang disebut dengan Toxoplasma gondii. Parasit bersel satu ini ini seringkali ditemukan pada kotoran kucing dan daging mentah. Pada orang yang sehat tidak akan terlihat gejala. Namun di kasus berbeda, orang yang terinfeksi Toxoplasmosis akan menunjukan gejala seperti flu, demam, nyeri otot, lelah, radang tenggorokan, dan pembengkakan di kelenjar getah bening.

9. Leptospirosis

Leptospirosis

Keberadaan hewan pengerat seperti tikus lebih banyak mendatangkan kerugian daripada manfaat. Begitu banyak masalah kesehatan yang bisa ditimbulkan dari hewan ini. Salah satunya adalah Leptospirosis. Leptospirosis merupakan penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat, disebabkan oleh sebuah bakteri yang bernama Leptospira interrogans.

Pada hewan, bakteri ini bisa bertahan hidup dalam jangka waktu lama di ginjal. Manusia bisa tertular Leptospirosis apabila melakukan kontak fisik dengan air liur, urine, dan tanah yang sudah terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi. Gejala yang dapat dilihat mulai dari mual, muntah, meriang, sait kepala, nyeri otot, diare, demam, ruam, konjungtivitis, dan kulit serta mata menguning.

8. Hantavirus

hantavirus

Masih penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat yaitu Hantavirus. Kita tahu bahwa Cina dihebohkan dengan penyakit Covid-19. Berhasil menghentikan penyebaran dan banyak orang yang sembuh, Cina sempat dihebohkan dengan munculnya penyakit Hantavirus. Penyakit ini bukanlah penyakit baru, namun penyakit lama yang kebetulan saja mencuat setelah wabah Corona Virus di Cina usai.

Hantavirus adalah virus yang dapat menyerang paru-paru, pembuluh darah, dan ginjal. Penyebarang bisa terjadi apabila seseorang melakukan kontak langsung dengan kotoran, urine, dan air liur dari hewan yang terinfeksi. Meski termasuk penyakit langka, namun penyakit ini cukup berbahaya. Tingkat kematian bisa mencapai 40% dengan gejala seperti demam, meriang, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, diare, nyeri otot, dan lelah.

7. HIV

hiv

Sampai sekarang, orang hanya tahu bahwa HIV hanya bisa tertular dari manusia ke manusia dengan cara pertukaran cairan seperti darah dan liur. Momen ini bisa terjadi pada saat seseorang melakukan ciuman atau hubungan intim. Namun, penyakit HIV masih tetap bisa menular meski tidak melakukan kontak dengan manusia yang terinfeksi HIV.

HIV bukan cuma ditemukan pada manusia tapi juga ada pada hewan. Simpanse yang berada di Afrika diperiksa ternyata ada yang terjangkiti oleh HIV. Apabila hewan yang terinfeksi HIV ini sampai melakukan kontak dengan manusia, besar kemungkinan manusia akan tertular HIV meski tidak melakukan hubungan seks atau ciuman dengan manusia.

6. Influenza

influenza

Bagi yang belum paham beda influenza dan pilek, pilek adalah gangguan saluran pernafasan atas yang disebabkan oleh infeksi virus. Yang paling umum adalah Rhinovirus. Sementara influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernafasan bagian dalam. Penyebabnya adalah virus Influenza A, B, dan C.

Variasi dari Influenza ada banyak seperti yang sedang kita alami sekarang adalah Covid-19 yang disebabkan oleh Virus Corona. Sebelumnya sudah ada yang namanya Flu Babi dan Flu Burung. Flu Babi menyerang di tahun 2009, sementara Flu Burung menyerang di tahun 2019. Sesuai dengan nama dari masing-masing penyakit, Flu Babi ditularkan dari babi, sedangkan Flu Burung ditularkan oleh unggas.

5. Novel Coronavirus

Novel Coronavirus

Masih dari kelompok virus yang menyerang sistem pernafasan (SARS) adalah Novel Coronavirus atau yang lebih banyak dikenal dengan Virus Corona. Virus Corona inilah yang menjadi penyebab munculnya penyakit yang disebut dengan Covid-19. Awal mula merebaknya Covid-19 adalah kota Wuhan dimana ada pasar hewan liar yang diduga menjadi sumber penyebaran pertama. Dan hewan yang disebut-sebut sebagai sumber Novel Coronavirus adalah kelelawar.

Meski berada dalam kelompok yang sama seperti SARS dan MERS, Novel Coronavirus ini memiliki perbedaan dari kecepatan penularan dan tingkat parahnya gejala. Meski kematian lebih banyak terjadi pada mereka yang sudah tua, memiliki penyakit kronis, dan imun tubuh rendah, semua orang berpotensi tertular Novel Coronavirus. Dari yang semula menular dari hewan ke manusia, sekarang bisa menular sesama manusia melalui butiran liur yang keluar dari mulut. Gejala orang yang terkena SARS-Cov 2 ini antara lain seperti demam tinggi, batuk kering, dan sesak napas.

4. Pes

plague

Setelah sebelumnya sudah ada Leptosirosis dan Hantavirus, kini adalah giliran Pes. Di luar negeri, penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan Plague. Memang hewan pengerat ini berbahaya, tidak ada manfaat yang diberikan oleh tikus pada manusia. Jadi sudah semestinya kita jaga jarak apabila bertemu dengan tikus.

Dampak dari Pes ini sudah pernah terjadi sebelumnya ratusan tahun yang lalu yakni di tahun 1347 sampai 1351. Adalah benua di Eropa yang terdampak akibat penyakit ini. Sebanyak 75 sampai 200 juta jiwa melayang. Pes atau sampar disebabkan oleh bakteri bernama Yersinia pestis. Orang yang terkena Pes akan mengalami gejala mirip flu seperti demam, pembesaran kelenjar getah bening, dan bisa berujung dengan kematian.

3. Ebola

ebola

Kemunculan Ebola pertama kali terjadi di awal tahun 1990an. Sebuah penyakit menyerang simpanse yang tinggal di sebuah taman nasional yang ada di Cote d'Ivoire. Akibatnya, populasi simpanse saat itu langsung turun drastis. Satu dekade berikutnya, Ebola menyerang Congo dan hampir memusnahkan populasi gorila.

Hingga sekarang, Ebola masih belum menyerang Indonesia dan lebih banyak ditemukan di Afrika. Ebola ditularkan dari hewan kelelawar, monyet, dan simpanse. Apabila ada darah atau cairan tubuh dari hewan terinfeksi sampai masuk ke dalam tubuh manusia, maka manusia yang terinfeksi akan menunjukan gejala seperti demam, sakit kepala, menggigil, nyeri otot dan sendi, dan lemas..

2. Anthrax

anthrax

Anthrax sempat menghebohkan dunia karena digunakan oleh sekumpulan orang tak bertanggung jawab yang menggunakannya sebagai senjata biologis untuk menyerang suatu negara. Lalu apa sebenarnya Anthrax tersebut? Sebenarnya Anthrax adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang dinamakan Bacillus anthracis. Bakteri ini biasa ditemukan di tanah dan menjangkiti hewan.

Yang semula diketahui menjangkiti hewan, ternyata Anthrax juga bisa menular ke manusia. Anthrax dapat menular ke manusia apabila manusia tersebut ada melakukan kontak fisik terhadap bakteri langsung atau dengan hewan yang terinfeksi. Manusia yang terinfeksi Anthrax akan menunjukan gejala seperti benjolan merah di kulit, gatal, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri otot, demam, lemas, dan muntah.

1. Rabies

rabies

Toxoplasmosis bukan satu-satunya masalah kesehatan yang bisa ditularkan dari hewan yang umum dijadikan peliharaan yakni kucing. Bahkan sahabat dekat manusia yang anjing juga dapat menjadi penyebar penyakit berbahaya yang bernama Rabies. Penyakit Rabies bukan lah penyakit asing lagi karena penyakit ini sudah menelan korban 55.000 orang setiap tahunya.

Rabies adalah infeksi virus yang menyerang otak dan sistem saraf. Penyakit ini dianggap berbahaya karena bisa mengakibatkan kematian. Virus ini berawal dari anjing lalu bisa menularkan ke manusia melalui gigitan, cakaran, dan air liur. Adapun hewan lain yang berpotensi menularkan Rabies juga adalah kucing, kera, musang, dan kelinci. Gejalanya seperti demam, lemah otot, kesemutan, dan sakit kepala.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas