home -> Lainnya -> 10 Pesepakbola Yang Berkaki Kidal
04 Juni 2020 05:48

10 Pesepakbola Yang Berkaki Kidal

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada April 15, 2020

Seorang pesepakbola memang diharuskan untuk bisa menggunakan kedua kakinya dengan baik. Alasannya apalagi kalau bukan untuk keseimbangan. Pesepakbola yang kedua kakinya aktif, baik kaki kiri maupun kanan, maka akan menyulitkan lawan untuk menjaganya. Namun tetap tidak memungkiri ada salah satu kaki yang lebih dominan atau disebut kaki pivot. Okelah kita tahu bahwa banyak orang yang berkaki pivot atau dominan kanan, tapi ada pula atlet sepakbola yang dominannya adalah kaki kiri. Mereka yang pivotnya adalah kaki kiri, biasanya memiliki skill atau kemampuan lebih dalam mengolah si kulit bundar. Dan beberapa tendangan mereka juga sedikit atau jauh lebih keras dari mereka yang berkaki kanan. Inilah mereka para pesepakbola terkenal dunia yang berkaki kiri atau kaki kidal.

10. Robin Van Persie

robin van persie

Bagi penggemar Manchester United, sosok Robin Van Persie bisa dikatakan adalah legenda. Dialah kepingan puzzle yang dibutuhkan oleh Sir Alex Ferguson dalam timnya. Keputusannya untuk membeli striker andalan rival MU saat itu yakni Arsenal pada tahun 2012, membuahkan hasil positif. Robin Van Persie berhasil membantu MU merengkuh juara Premiere League pada musim 2012-2013.

Legenda bagi fans Setan Merah, Van Persie dicap sebagai pengkhianat oleh fans Arsenal. Padahal, Van Persie telah membela Arsenal dalam jangka waktu yang cukup lama yakni dari tahun 2004 sampai 2012. Striker andalan sekaligus kapten tim Arsenal tersebut diharapkan tetap tinggal di Arsenal ataupun kalau harus pindah, bukan pindah ke rival seperti Manchester United.

9. Iker Casillas

Iker Casillas

Iker Casillas merupakan salah satu kiper hebat dunia pada masa itu yang membela klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Berasal dari akademi Real Madrid, Iker Casillas memulai karirnya dari tim Real Madrid C pada tahun 1998. Tahun 1999 naik ke Real Madrid B, di tahun yang sama ia kemudian naik ke tim utama Real Madrid.

Membela Real Madrid kurang lebih selama 16 tahun, total ia sudah bermain dalam 510 pertandingan. Permainannya bisa dibilang memuaskan sampai Manchester United pernah mengincarnya untuk sebagai suksesor Peter Schmeichel. Sayang, ingin tetap bermain untuk Real Madrid, dirinya malah terdepak oleh Keylor Navas. Ia pun terpaksa pergi meninggalkan Madrid dan pindah ke FC Porto pada tahun 2015.

8. Mesut Ozil

Mesut Ozil

Penampilan apik gelandang serang Mesut Ozil bersama timnas Jerman dan Real Madrid, membuat banyak klub tertarik untuk memakai jasanya. Beberapa klub di Liga Inggris yang tertarik mendapatkan tanda tangannya adalah Arsenal, Chelsea, dan Manchester United. Namun Arsenal yang kemudian berhasil mendaratkan Ozil di Emirates Stadium.

Ozil memiliki passing dan umpan akurat yang bisa memanjakan siapapun striker yang ada di depannya. Bersama Arsenal, Ozil sudah bermain sebanyak 184 laga sejak tahun 2013. Di usianya yang sudah menginjak kepala 3, performa Ozil kini sudah menurun. Ditambah dengan perilakukanya yang kadang bisa membuat fans dan pelatih geleng-geleng kepala, sangat diragukan Ozil bisa bertahan lama di Arsenal.

7. Gareth Bale

Gareth Bale

Berawal dari Southampton sebagai bek kiri, tak ada yang menyangka bahwa Gareth Bale bisa bertransformasi menjadi pemain sayap kiri tangguh dunia. Perubahan posisi dari bek kiri menjadi sayap kiri terjadi ketika Bale bermain untuk Tottenham Hotspur. Bale membela Spurs pada tahun 2007 sampai 2013. Di tahun 2013 ia pindah ke Real Madrid dengan transfer senilai 77 juta Pounds.

Real Madrid terbilang tepat dalam membeli Bale. Bersama dengan Benzema dan Cristiano Ronaldo, Real Madrid memiliki lini serang yang sangat menakutkan. Kepindahan Bale ke Madrid juga berdampak pada fisiknya. Tubuhnya semakin berisi sehingga membuat tendangannya juga semakin keras. Selain memiliki tendangan kaki kiri yang keras, Bale juga memiliki kecepatan yang sulit dihadang oleh bek lawan.

6. Ryan Giggs

ryan giggs

Ryan Giggs menjadi salah satu pemain asli akademi Manchester United yang termasuk dalam Class of 92. Pemain asal Wales ini mengasah kemampuan sepakbolanya di akademi Manchester City pada tahun 1985. Lalu pada tahun 1987, ia pindah ke akademi Manchester United. Di United, karir Giggs langsung meroket tajam.

Ia menjadi andalan pelatih Sir Alex Ferguson di posisi sayap kiri. Bermain untuk tim senior MU pada tahun 1990 sampai 2014, total capsnya mencapai 672. Giggs yang berkaki kidal memang tidak memiliki tendangan yang keras, namun akurasinya sangat tinggi. Dirinya juga memiliki kecepatan dribbble yang luar biasa, membuatnya mudah melewati lawan.

5. Jerzy Dudek

Jerzy Dudek

Sosok kiper Jerzy Dudek tidak mungkin bisa dilupakan oleh The Reds, julukan untuk penggemar Liverpool. Bagaimana tidak, dirinya yang menjadi pahlawan ketika Liverpool berhasil mengalahkan raksasa Itali, AC Milan pada babak final Liga Champions musim 2004-2005. Dirinya berhasil menghalang 2 tendangan penalti dari Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko.

Dudek membela Liverpool dari tahun 2001 dan 2007. Selama itu, dirinya yang menjadi pilihan utama kiper Liverpool. Kiper asal Polandia ini memiliki spesialisasi dalam hal menghalau tendangan penalti. Atas permainannya yang gemilang, Real Madrid pun memboyongnya ke Santiago Bernabeu pada tahun 2007. Namun sayangnya, ia hanya menjadi pelapis bagi Iker Casillas.

4. Petr Cech

Petr Cech

Penjaga gawang adalah posisi yang cukup rawan di sepakbola, apalagi jika bermain di liga yang ketat seperti Premiere League. Di Premiere League, kiper seringkali menjadi incaran para pemain lawan. Makanya kiper menjadi posisi yang rentan sekali cidera. Masih teringat dengan jelas bagaimana cidera parah di kepala dialami oleh Petr Cech. Saat masih membela Chelsea, Petr Cech bertabrakan dengan pemain Reading, Stephen Hunt di bagian kepala. Alhasil, Cech langsung diangkut menggunakan tandu dan terpaksa istirahat dalam waktu yang lama. Setelah kembali, ia terpaksa menggunakan helm pelindung untuk melindungi kepala ketika bertanding.

Petr Cech adalah tembok kokoh di gawang Chelsea. Sejumlah penyelamatan berhasil ia lakukan sehingga membuat gawangnya tetap aman dari gol dalam beberapa pertandingan. Adalah keingingan Jose Mourinho yang melihat ada bakat terpendam dari Cech. Cech diboyong oleh Chelsea dari Rennes pada tahun 2004 dan langsung menjadi kiper utama Chelsea hingga tahun 2015. Kini Cech masih aktif bermain untuk klub Arsenal.

3. Lionel Messi

lionel messi

Berbicara mengenai pemain sepakbola berkaki kidal, tidak mungkin untuk tidak memasukkan nama Lionel Messi. Messi adalah salah satu pemain terhebat dunia saat ini. Ia merupakan pemain senior sekaligus kapten bagi tim Barcelona dan juga kapten timnas Argentina. Karena pengabdian, skill, dan supaya Messi betah, Barcelona mengganjarnya dengan gaji yang sangat tinggi, 70 juta Euro per tahun.

Messi sendiri merupakan produk asli dari akademi Barcelona. Ia telah membela Barcelona sejak tahun 2003. Saat itu, Messi bergabung dengan Barcelona C. Musim 2004-2005, Messi membela Barcelona B. Tahun 2004 sampai sekarang, ia membela tim senior Barcelona. Di Barcelona, dirinya menjadi tulang punggung tim. Apabila permainan Messi sedang menurun, performa tim pun turut berdampak. Jika Messi sedang on fire, Barcelona akan sulit dikejar oleh rivalnya. 

2. Roberto Carlos

roberto carlos

Bek menjadi sosok penting di area pertahanan. Bek tengah berfungsi sebagai tembok pertahanan terakhir sebelum kiper, kalau bek sayap adalah bek yang bersifat mobile. Tugas bek sayap adalah turut membantu serangan jika timnya sedang mengalami kebuntuan. Salah satu bek sayap kiri terbaik dunia adalah Roberto Carlos.

Roberto Carlos merupakan bek sayap kiri asal Brazil yang sangat legendaris, apalagi untuk Real Madrid. Bek berkepala plontos ini memiliki tendangan kaki kiri yang super keras. Salah satu tendangan kerasnya ditunjukan ketika Brazil bertemu dengan Perancis pada turnamen Tournoi de France tahun 1997. Tendangan free kicknya yang keras membuat kiper Fabien Barthez hanya terdiam.

1. Diego Maradona

Diego Maradona

Ingatkah kalian dengan pencetak gol Tangan Tuhan saat Argentina berjumpa dengan Inggris saat ajang World Cup tahun 1986? Pencetak gol Tangan Tuhan tersebut adalah Diego Maradona. Maradong mencetak gol kontroversial pada babak perempat final Piala Dunia. Kontroversial di lapangan, kontroversial juga kehidupannya di luar lapangan.

Maradona sudah resmi pensiun sebagai pesepakbola pada tahun 1997. Kini ia berprofesi sebagai pelatih tim Gimnasia de La Plata, salah satu tim yang ada di Argentina. Sebagai pesepakbola, Maradona bisa memainkan 2 posisi. Yang pertama adalah gelandang serang dan yang kedua adalah sebagai striker. Memiliki tubuh yang pendek dan gempal tidak membuat Maradona lambat. Ia justru kuat, cepat, dan memiliki tendangan kaki kiri yang keras dan akurat.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas