home -> Unik -> 10 Tradisi Orang Indonesia Yang Seharusnya Ditingg...
05 Desember 2020 15:27

10 Tradisi Orang Indonesia Yang Seharusnya Ditinggalkan

Oleh serba_tahu dalam Unik pada January 31, 2020

Tradisi, sebuah hal yang sudah dilakukan sejak lama dan dilakukan oleh sejumlah orang. Biasanya tiap orang punya tradisinya sendiri yang tetap dipertahankan dari dulu meski tradisi itu sendiri sebenarnya sudah ketinggalan zaman. Atau bahkan ada juga tradisi yang tak masuk akal namun tetap harus dilakukan demi alasan sudah biasa dan untuk menghormati tradisi. Padahal tidak semua tradisi sebenarnya harus tetap dijalankan, ada juga yang semestinya sudah dilupakan karena memang tidak ada gunanya dan buang-buang waktu.

10. Mengurusi Hidup Orang Lain

gossiping

Mari kita mulai dari kebiasaan mengurusi hidup orang lain. Setiap orang memiliki hidupnya masing-masing. Adalah pilihan mereka mau menjalani hidup seperti apa dan apa juga resikonya. Masalahnya sekarang banyak orang yang sok membicarakan orang lain tanpa mau tahu apa yang menjadi alasan mereka memilih hidup seperti itu.

Kalau mau mengurusi hidup orang lain, sekalian saja kalian biayai hidup mereka. Seharusnya biarkan saja orang dengan hidup dan pilihan yang mereka jalani, tak perlu berkomentar selama itu tidak mengganggu hidup kalian. Mereka mau makan apa, beli barang apa, tak perlu berkomentar. Lagipula mereka melakukannya dengan uang mereka sendiri. Apalagi juga kalau resikonya tidak berdampak pada kalian. Buat apa pusing mengurusi orang lain.

9. Yang Mengajak Makan Harus Bayarin

bayarin makan

Ada pula tradisi orang Indonesia yang mengatakan bahwa siapapun yang mengajak makan maka harus dia yang traktir. Entah tradisi ini siapa yang memulai dan apa alasan yang melatarbelakanginya. Ajakan makan bersama di suatu restoran tidak membuat orang yang mengajak harus mentraktir. Pikirkan juga kondisi finansial mereka.

Kalau seandainya ada teman yang mengajak makan di luar, anggaplah itu sebagai ajakan makan biasa atau kumpul bersama. Jangan jadi ajang memojokan orang untuk harus mentraktir makan. Seandainya kalau tidak mau pergi ya tinggal bilang saja tidak bisa pergi. Jangan malah mengatakan, "kamu yang ajak makan maka kamu yang bayarin ya".

8. Siapa Bayar Duluan

bayarin

Masih ada hubungan dengan makan di restoran, selain tradisi yang mengajak makan harus mentraktir, ada pula tradisi lainnya yakni siapa yang harus membayar bill atau tagihan duluan. Di momen ini seringkali terjadi argumen dimana siapa yang harus membayar lebih dulu. A klaim bahwa pakai uangnya saja dulu, B klaim sama, C sama, dan begitu seterusnya. Membuang waktu percuma di kasir dan membuat kasir bingung.

Entah apa tujuan dari momen siapa bayar duluan ini. Mungin didasari rasa gengsi karena memiliki uang yang banyak. Atau bisa juga karena alasan kartu kredit. Kita tahu bahwa membayar menggunakan kartu kredit bisa menambah suatu poin untuk bisa mendapatkan hadiah. Tapi tetap saja rebutan bayar ini terlihat sangat konyol.

7. Pesta Nikah Hedon

wedding party

Mengadakan pesta pernikahan itu wajar. Membagi kebahagiaan yang kita rasakan bersama dengan keluarga, sahabat, serta rekan kantor. Kenapa tida? Yang menjadi tidak wajar adalah apabila melangsungkan pesta pernikahan sehedon atau semewah mungkin dan bahkan ada yang sampai merayakannya sampai berkali-kali. Untuk apa?

Semestinya pesta pernikahan diadakan sewajarnya saja. Meskipun menggunakan uang kalian sendiri, lebih baik uang tersebut dipakai untuk hal lain. Honey moon bersama pasangan ke negara impian misalnya. Biasanya pesta pernikahan besar ini ide dari orang tua dan anak tidak bisa menolak keingingan orang tua mereka.

6. Cari Muka

cari muka

Kebiasaan cari muka dilakukan biasanya dari orang biasa ke orang yang memiliki kedudukan, kuasa, atau yang lebih mapan. Tujuannya apalagi kalau bukan mendapat suatu keuntungan. Cari muka di depan bos untuk dikira karyawan teladan. Atau cari muka di depan teman yang kaya agar bisa kebagian uang.

Meski hal ini bisa mendatangkan hal yang positif, tapi tetap saja memberikan pandangan buruk pada orang yang melakukannya. Kalian yang sering mencari muka di hadapan bos bisa merasakan nyaman dengan tindakan ini? Apakah kalian tidak merasa bahwa kalian itu bermuka dua atau munafik? Di hadapan dipandang bagus, tapi oleh rekan kerja, kalian dianggap sebagai orang yang menjijikan.

5. Pajak Jadian

pajak jadian

Sukses menggandeng seseorang yang disuka tentunya sangat menyenangkan. Bahagianya bisa sampai ke ujung langit. Dan saat bahagia tersebut, orang lain itu serasa numpang di Bumi. Di momen membahagiakan seperti ini pun masih ada hal yang membuat kita geleng-geleng kepala. Dan itu adalah pajak jadian.

Siapa sih yang menjadi penggagas pajak jadian ini? Pajak jadian adalah suatu momen yang harus dilakukan oleh pasangan yang jadian untuk mentraktir teman-teman. Yang jadian siapa, kenapa juga harus mentraktir teman. Kecuali kalau memang berkat teman bisa jadian atau memang orang yang jadian memang ingin mentraktir ya boleh-boleh saja. Tapi kalau tidak, tak perlulah singgung-singgung mengenai pajak jadian.

4. Melanggar Aturan Karena Banyak Yang Melakukan

melanggar aturan

Satu lagi kebiasaan orang Indonesia yang kini sudah menjadi tradisi yaitu melanggar aturan karena banyak yang melakukan. Hayo, apakah kalian juga pernah melakukannya? Meski sekali itu juga termasuk loh. Ada banyak contoh dari tradisi satu ini, beberapa yang sering terjadi adalah melanggar lalu lintas dan membuang sampah sembarangan.

Di saat macet parah, pemotor seringkali menggunakan jalur TransJakarta atau melibas trotoar, lawan arah, dan menerobos lampu merah. Begitu ditangkap oleh polisi malah membela diri dengan alasan yang lain juga melanggar tapi kenapa hanya Saya yang ditangkap. Coba kalian pikir, polisi yang menilang ada berapa banyak dibandingkan dengan yang melanggar. Lagipula kalau salah ya ngaku saja salah, tak ada alasan yang bisa untuk membenarkan tindakan tersebut. Apalagi biasanya sudah salah malah lebih galak yang salah.

3. Menerima Makanan Yang Diberikan Tuan Rumah

makanan

Pernahkah kalian bertamu ke rumah seseorang, teman, atau saudara lalu ditawari makan serta minum? Orang tua kita selalu mengajarkan bahwa kalau kita ditawari makan dan minum oleh yang punya rumah, maka sudah menjadi keharusan untuk menerima tawaran tersebut. Kalau menolak, tandanya kita tidak sopan.

Bagaimana kondisinya kalau ternyata kita sudah makan dan minum dulu atau perut dalam kondisi kenyang lalu ditawari makan lagi. Dan kita mau tidak mau harus memakan makanan yang ditawarkan oleh yang punya rumah? Perut kekenyangan dan mual adalah yang mungkin terjadi. Hal ini juga sebaiknya dilupakan saja. Dan bagi yang menawarkan makanan, bila orang menolaknya itu bukan berarti makanan yang kita tawarkan itu tidak enak atau tidak menarik. Memang mungkin saja mereka sudah makan atau perutnya sedang tidak enak. Tidak perlu diambil pusing.

2. Adik Tidak Boleh Menikah Lebih Dulu Dari Kakak

married

Memiliki saudara kandung itu ada enak dan tidak enaknya. Sangat menyenangkan karena ada teman bermain setiap hari, tapi di sisi lain akan sangat tidak enak karena pasti akan ada hari dimana pertengkaran terjadi dan tak bisa terelakan. Akan tetapi, itulah yang menjadi indahnya memiliki saudara sekandung.

Di Indonesia, banyak orang percaya bahwa adik tidak boleh menikah duluan dari kakaknya. Hal ini sudah menjadi tradisi sejak puluhan tahun yang lalu dan sekarang masih terjadi. Tidak ada masalah apabila adik menikah duluan dan melangkahi sang kakak. Apabila alasannya terkait dengan jodoh dan sukses, setiap orang punya jalan hidupnya sendiri. Tidak berarti dilangkahi adik maka akan susah dapat jodoh dan sulit sukses.

1. Basa-Basi

basa-basi

Basa-basi, tradisi paling umum yang ada di Indonesia dan banyak orang mempraktekannya. Sebenarnya basa-basi memiliki tujuan yang baik yakni menjaga komunikasi dengan kerabat. Basa-basi yang umum bisa dengan menyapa selamat pagi/siang/malam, senyum, atau lain semacamnya. Tapi lama-kelamaan jadi hal yang membosankan dan menyebalkan. Kalau sedang ingin diam saja dan tidak menyapa kenapa harus basa-basi.

Semua orang pasti punya saat dimana ingin berdiam saja tanpa diganggu. Jalan-jalan santai di suatu tempat lalu secara tak sengaja melihat kenalan dari jauh. Apakah harus menyapanya? Tapi suasana hati tidak sedang ingin diganggu atau ingin sendiri. Kalau basa-basi di saat momen tidak enak seperti rasanya pasti akan aneh dan kesal. Bukan berarti kita sebal dengan orang tersebut, tapi basa-basi yang percuma hanya akan membawa efek negatif ke diri sendiri. Kalau memang ingin menyapa ya silahkan sapa, kalau tidak mau ya tidak usah pakai acara basa-basi.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas