home -> Lainnya -> 10 Ciri Pria Yang Tidak Pantas Dijadikan Suami
24 September 2020 07:40

10 Ciri Pria Yang Tidak Pantas Dijadikan Suami

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada December 12, 2019

Wahai para wanita, carilah pria yang benar-benar pantas untuk jadi suami sekaligus ayah dari anak kalian nanti. Bila kalian sampai salah pilih, menyesal di kemudian hari itu tidak ada gunanya. Maka dari itu, masa pacaran manfaatkan sebaik-baiknya itu mencari lebih dalam karakter dari pasangan kalian. Apabila dirasa ada yang tidak sesuai dengan keinginan, bicarakan baik-baik dengan si dia. Apabila tidak bisa ketemu jalan keluar, putus adalah pilihan terbaik. Ciri-ciri dari pria yang sebenarnya tidak atau masih belum pantas dijadikan semua itu bisa ditemukan di bawah ini.

10. Terlalu Mengatur

sok ngatur

Segala hal yang berlebihan atau kurang di dunia ini pastinya tidak bagus. Bahkan yang berguna sekalipun kalau dilakukan secara berlebihan bisa memberikan dampak buruk. Di dalam keluarga, memang salah satu tugas untuk mengatur adalah tugas dari suami. Tapi, bila suami lupa dan melakukannya secara berlebihan, itu justru bisa membuat kesal istri dan juga anak.

Terlalu mengatur sering terjadi pada sejumlah keluarga dan efeknya sudah bisa terlihat bahwa kehidupan berumah tangga menjadi tidak harmonis. Bila kalian sedang berpacaran tapi pacar kalian sudah terlalu banyak mengatur, lebih baik tinggalkan saja pria seperti itu. Karena kalau dari pacaran saja sudah banyak aturan, bagaimana nanti kalau sudah menikah?

9. Tidak Bisa Menerima Opini Berbeda

opinion

Perbedaan seharusnya tidak menjadi satu hal yang memisahkan atau pertikaian. Perbedaan itu harus diterima dan dimaklumi. Jangan orang lain, di dalam keluarga saja seperti anak dan orang tua bisa berbeda pendapat. Seharusnya perbedaan yang ada dibicarakan dengan baik dan diterima, ini malah dijadikan masalah.

Di masa pacaran, penting untuk menggali sedalam-dalamnya karakter dari pasangan kalian. Apabila ditemukan satu hal yang dirasa tidak nyaman, bicarakan baik-baik. Apabila setelah dibicarakan secara baik-baik tetap tidak ditemukan titik temu, lebih baik tinggalkan. Contohnya adalah tidak bisa menerima opini berbeda. Menikah, meski 2 orang telah disatukan, masing-masing tentu memilki cara berpikir yang berbeda. Jika perbedaan ini tidak bisa diterima dengan baik, pertengkaran bukan hal yang tidak mungkin terjadi.

8. Finansial Lemah

financial problem

Sungguh tidak paham dengan pola pikir orang yang beranggapan bahwa nikah saja dulu, nanti juga rezeki datang dengan sendirinya. Pertanyaannya, bagaimana bisa menikah kalau uang saja tidak mencukupi? Memangnya dikira menikah itu tidak butuh biaya? Mengadakan pesta kecil, sewa tempat, cathering makanan, dan merchandise memangnya dibayar pakai apa?

Nah, bagi wanita yang memiliki kekasih yang memiliki masalah keuangan tapi dia mengajak untuk menikah, lebih baik pikir ulang. Memangnya menikah tidak butuh uang? Biaya hidup mau pakai apa? Semua itu butuh kejelasan, tidak bisa dengan cara jalani saja dulu. Bukannya materialistis, tapi ini pemikiran realistis. Semua hal itu butuh uang, tidak bisa beli bahan makanan bayar dengan daun pisang.

7. Anak Mama

anak mama

Semua anak memang terlahir dari rahim seorang perempuan, dan wajib bagi anak untuk menghormati ibunya. Tapi itu hanya berlaku mutlak jika kita masih kecil. Jika sudah besar masih mengikuti apa kata ibu, tidak bisa lepas dari ibu, inilah dia yang jadinya memunculkan istilah anak mama. Dan tidak sedikit loh pria-pria dewasa yang masih tergolong anak mama.

Pria yang masih anak mama ini sama sekali tidak cocok untuk dijadikan suami. Ketika seorang pria sudah dewasa, sudah seharusnya dia bisa melepaskan diri dari bayang-bayang ibunya. Tidak bisa selalu bertanya dan mengikuti kemauan ibunya. Pria kan nantinya jadi suami dan ayah, dimana sosok kepemimpinannya bila masih anak mama. Jika pria beralasan untuk menghormati ibunya, ada perbedaan yang sangat jelas antara menghormati dan anak mama. Tidak ada wanita yang ingin membangun rumah tangga bila sang pria masih terikat dan tergantung pada ibunya.

6. Plin-Plan

plin plan

Plin-plan tidak akan membawa efek bagus apapun. Satu menit berkata A, semenit kemudian berubah menjadi B, sifat plin-plan atau tidak punya pendirian ini bisa berdampak buruk bila suatu saat nanti berumah tangga. Jadi, masa pacaran harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk bisa mencari tahu apakah pria memiliki pendirian atau tidak.

Sudah seharusnya seorang pria memiliki sifat tegas, bila sudah berkata A ya jangan berubah lagi. Tentu disertai dengan siap menerima resiko yang akan terjadi dengan pilihannya tersebut. Jika wanita melihat bahwa kekasihnya memiliki sifat tegas atau tidak plin-plan, ini bisa menjadi poin plus nantinya untuk melangkah ke hubungan yang lebih serius.

5. Tidak Tepat Janji

promise

Semua orang pasti mendengar kalimat yang mengatakan bahwa janji adalah hutang. Jadi, janji itu harus ditepati, layaknya hutang yang harus dibayar. Kalimat yang memiliki makna positif ini seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya diucap di mulut saja tapi aksinya malah jauh dari ucapan.

Omongan pria adalah satu hal yang musti dipegang teguh. Jika sudah berani berjanji akan suatu hal, mau dengan alasan apapun, janji itu harus dipenuhi. Makanya pria juga harus berhati-hati dalam berucap, jangan sembarangan mengumbar janji apabila tidak bisa ditepati. Kalau hanya janji-janji terus, wanita lama-kelamaan akan muak. Tidak hanya wanita, semua orang juga akan sebal dengan Anda.

4. Malas

lazy

Malas adalah salah satu dari sekian banyak sifat negatif yang dimiliki oleh manusia. Setiap orang pastinya punya masa dimana malas dalam melakukan suatu hal dan itu adalah hal yang wajar. Akan tidak bisa diterima apabila kemalasan tersebut terus menerus terjadi. Malas bangun pagi atau malas bekerja mungkin yang fatal.

Boleh-boleh saja bila malas di momen tertentu. Semua orang butuh istirahat sejenak dan memanjakan diri sendiri agar bisa kembali ke aktivitas normal dengan pikiran dan fisik yang lebih segar. Tapi apabila terus menerus malas melakukan ini itu, orang seperti ini lebih baik disingkirkan saja. Tidak ada wanita yang ingin memiliki suami pemalas.

3. Pelit

stingy

Menikah itu bukanlah perkara mudah. Akan ada banyak permasalahan yang muncul untuk menguji apakah pasangan suami istri bisa bertahan atau tidak. Kalau tidak, berpisah atau bercerai adalah pilihan terakhir yang harus dipilih. Dari sekian banyak masalah, masalah yang berkaitan tentang uang adalah yang sangat sering terjadi. Seringkali suami tertutup dan pelit mengenai uang.

Apabila pelit ini memiliki suatu alasan dan itu adalah positif, itu bagus tentunya. Tapi apabila pelit tanpa alasan jelas, patut dipertanyakan apakah pria serius dalam membangun rumah tangga. Atau uangnya digunakan untuk hal lain yang negatif. Dari masa pacaran, harus dicari tahu apakah pacar kalian ini pelit atau tidak, jangan sampai kalian baru tahu sifat pelitnya setelah menikah. Menyesal tidak ada gunanya.

2. Temperamental

temperament

Penelitian mengatakan bahwa wanita lebih memilih pria humoris daripada pria tampan. Bayangkan, pria tampan saja bisa kalah dengan humoris, apa lagi kalian para pria yang temperamental. Kalian tidak akan punya harapan untuk bisa dipilih menjadi pacar. Jadi pacar saja sudah tidak mungkin, apalagi menjadi suami.

Wanita zaman sekarang sudah pintar, mereka tidak mau menikah hanya karena alasan tampan. Apalagi kalian yang hobinya marah-marah, kalian tidak akan dipilih. Sungguh tidak asyik apabila harus menjalani pernikahan dengan pria yang temperamen. Setiap hari ada saja hal yang bisa membuat marah. Pernikahan memang pasti akan ada masalah, tapi kalau dari masa pacaran bisa dicegah agar tidak mendapat pasangan hidup yang temperamen, kenapa tidak? Malas sekali apabila berhadapan dengan satu masalah tapi harus diselesaikan dengan marah-marah.

1. Kasar

kasar

Naik satu tingkat dari temperamental adalah kasar. Tidak sedikit kejadian kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Indonesia dimana istri dipukul oleh suami. Sebenarnya seseorang menikah untuk apa? Apa untuk dijadikan sasaran tinju atau latihan MMA? Padahal sudah ada aturan yang mengatur tentang kekerasan dalam rumah tangga, tapi nampaknya tetap saja ada satu dua kasus yang muncul.

Jika kekerasan dalam pernikahan sudah terjadi, itu sudah terlambat. Lebih segera laporkan pada yang berwajib dan pisah. Pria yang sudah main tangan memiliki kecenderungan untuk mengulangi perbuatan tersebut. Tidak hanya terjadi pada mereka yang sudah menikah, dari tahap pacaran pun sudah sering terjadi kekerasan. Tapi biasanya si perempuan tetap bertahan karena alasan terlanjur sayang. Sayang dan bodoh itu ada batasnya, kalian mungkin sayang dengan pacar, tapi apa pacar kalian sayang pada kalian? Kalau sayang, tidak akan mungkin pria memukul wanita.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas