home -> Unik -> 10 Problematika Hidup Yang Dialami Remaja Masa Kin...
26 Mei 2020 14:37

10 Problematika Hidup Yang Dialami Remaja Masa Kini

Oleh serba_tahu dalam Unik pada December 10, 2019

Yang namanya hidup pasti akan selalu ada masalah, tidak mungkin tidak. Masalah ini tentunya harus kita pecahkan agar tidak semakin membesar di kemudian hari. Semakin kesini, masalah yang dihadapi semakin banyak dan kompleks. Masalah-masalah tersebut menghadang jalan hidup mereka yang bahkan masih muda. Tak sedikit mereka dari para remaja ini mengalami depresi dan ada yang bunuh diri. Problematika hidup macam apa saja sih yang sekarang dialami oleh remaja masa kini?

10. Sosial Media

social media

Kehadiran sosial media yang begitu banyak ternyata menjadi pedang bermata dua. Selain membawa manfaat positif, kehadiran sosial media ternyata juga membawa dampak buruk bagi remaja masa kini. Fungsi utama dari sosial media ketika awal kali muncul adalah sebagai alat komunikasi dan menghubungkan seseorang yang memilliki daya tarik yang sama. Yang jauh dibuat jadi dekat, begitulah kira-kira.

Namun sekarang yang terjadi adalah sebaliknya. Orang-orang malah jadi tetap jauh atau malah semakin bertambah jauh karena sosial media. Sosial media menjadi salah satu alat untuk menyebar kebencian dan informasi palsu. Belum lagi ketergantungan pada sosial media membuat dampak buruk pada karakter seseorang. Pengaruh likes, komen, dan love malah membuat orang berlomba-lomba menggunakan segala macam cara untuk mengincar banyak likes. Apabila hal tersebut tidak tercapai, ujung-ujungnya malah stres.

9. Masalah Sosial dan Politik

social and political issues

Percaya atau tidak, masalah sosial dan politik juga memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan remaja masa kini. Politik, dulunya yang cukup mengamati perkembangan politik adalah mereka-mereka para orang tua. Sekarang, politik mulai merambah ke para remaja. Para politikus juga mulai melibatkan para remaja untuk aktif berpolitik.

Lingkungan sosial yang semakin kompleks juga menambah masalah dalam hidup. Tidak sedikit remaja yang mengalami depresi akibat kompleksnya masalah sosial masa kini. Semakin luas lingkungan sosial, semakin beragam pula gaya bergaul yang harus dipelajari. Salah sedikit saja, bisa langsung menimbulkan masalah besar yang kemudian meluas sampai kemana-mana.

8. Obesitas

obese

Kehadiran restoran cepat saji di setiap sudut tempat membuat orang jadi gemar makan di restoran. Apalagi kalau mereka orang yang super sibuk, kehadiran restoran cepat saji in sangat berguna sekali. Tidak perlu nunggu lama, makanan jadi dan bisa langsung dikonsumsi. Setelah itu bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Permasalahannya, tanpa kehadiran jasa ojek online yang bisa mengantar makanan, masalah obesitas ini sudah menghantui banyak orang. Yang tadinya masih mampir ke restoran, kini tinggal pesan lewat hp, makanan bisa datang ke rumah. Malas gerak dan olahraga juga membuat angka obesitas semakin meroket. Coba lihat remaja sekarang, ada cukup banyak remaja yang memiliki masalah dengan obesitas.

7. Tumbuh Terlalu Cepat

Growing up

Pada zaman dulu, anak-anak berlaku layaknya anak-anak. Memainkan mainan anak, nonton film anak-anak, dan lain sebagainya. Tapi coba deh kalian apa yang terjadi sekarang ini. Banyak anak-anak zaman sekarang tidak berlaku layaknya anak-anak seusianya pada zaman dulu. Mereka malah berlaku layaknya orang dewasa.

Mainan yang semakin modern serta tayangan televisi yang sebenarnya untuk anak-anak tapi terselip topik-topik yang harusnya hanya dikonsumsi untuk orang dewasa. Hal seperti ini yang membuat anak-anak sekarang menjadi lebih cepat dewasa. Sangat miris apabila melihat anak-anak zaman sekarang sudah ada yang merokok, melakukan sex bebas, dan lain sebagainya yang seharusnya lebih dilakukan oleh orang dewasa karena sudah paham resikonya. Tapi anak-anak sudah melakukan hal tersebut di usia muda. Dimana mereka belum tentu siap menghadapi resikonya.

6. Single Parent

single parent

Permasalahan yang dihadapi oleh anak zaman now bukan hanya datang dari luar, tapi juga bisa dari lingkungan terkecil lebih dahulu yakni keluarga. Masalah perceraian atau hal lain yang bisa menyebabkan orang tua menjadi single parent turut berbaris dengan rapih dalam barisan masalah yang sudah harus dihadapi oleh mereka para anak-anak.

Ketiadaan salah satu orang tua baik itu ayah atau ibu, pastinya membawa dampak yang besar dalam kehidupan anak. Entah ketiadaan salah satu orang tua ini karena apa, mengasuh dan membesarkan anak itu harus ada kerja sama dari ayah dan juga ibu. Sekarang, tidak sedikit anak-anak yang memiliki orang tua hanya satu. Kehilangan satu sosok orang tua ini tentunya akan membuat anak menjadi rindu kasih sayang dari salah satu orang tua dan juga kehilangan salah satu panutan hidup. Itu dari segi mental, belum lagi dari segi finansial yang juga pastinya akan semakin berat.

5. Bullying

bullying

Terlalu polos serta bodoh apabila menganggap bullying tidak ada. Lebih bodoh lagi mereka pelaku bullying dan mereka yang menganggap bullying adalah hal yang biasa. Bullying dengan cara dan alasan apapun adalah tindakan terlarang yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Parahnya, bullying ini terjadi di sekolah, tempat dimana anak seharusnya belajar dan bergaul.

Perilaku bullying terjadi karena sang pelaku biasanya merasa lebih superior dari yang lain. Ini membuat mereka merasa berhak untuk melakukan tindakan semena-mena terhadap mereka yang lemah. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengajari anak bagaimana cara bersikap dan menghadapi mereka para pembully. Diam bukanlah jawaban karena pembully akan terus melakukan aksinya. Segera lapor pada guru atau orang tua agar si pembully bisa ditindak.

4. Materialisme

Materialism

Lingkungan sosial sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap cara orang tua mendidik dan membesarkan anak. Tak heran jika anak-anak tumbuh dengan cara pandang mengikuti orang tuanya. Ini menyebabkan munculnya problematika baru pada diri anak generasi sekarang yang padahal dulu tidak pernah ada. Namanya adalah materialisme.

Banyak orang tua yang mengajarkan anak bahwa kalau ingin terlihat sukses mnaka kita harus memiliki banyak barang. Semakin banyak barang yang kita miliki, apalagi kalau itu mahal dan langka, maka naiklah derajat kita di mata orang. Hal ini membuat anak-anak jadi menginginkan barang yang dimiliki oleh orang lain. Bisa mirip atau bahkan cari yang lebih dari yang orang lain punya.

3. Sulit Mencari Pekerjaan

looking for job

Ekonomi yang naik turun turut mempengaruhi seseorang dalam mencari pekerjaan. Suatu perusahaan tidak akan bisa bertahan hidup lama apabila tidak bisa bersaing dengan perusahaan lain. Apabila pengeluaran terus menerus terjadi sementara pendapatan yang masuk semakin sedikit, tidak menutup kemungkinan perusahaan akan tutup. Tutupnya perusahaan akan membuat banyaknya karyawan yang berhenti bekerja dan menjadi pengangguran.

Perusahaan yang masih hidup juga tak lepas dari masalah. Mereka harus tetap mencari akal untuk bisa melakukan inovasi. Karyawan yang tidak kompeten akan dipecat dan diganti dengan karyawan baru yang lebih jago dan memiliki banyak ide. Syarat dan ketentuan untuk masuk ke suatu perusahaan akan semakin banyak dan sulit, membuat orang harus berjuang ekstra keras untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Yang kita lihat mungkin banyak mahasiswa baru lulus setiap tahunnya, tapi jumlah perusahaan yang menyediakan lapangan kerja tidak sebanyak itu. Bahkan mahasiswa yang lulus dengan nilai bagus pun akan kesulitan mencari pekerjaan yang diinginkan.

2. Pergaulan Bebas

pergaulan bebas

Dari sekian banyak problematika yang musti dihadapai oleh remaja masa kini, salah satunya yang tidak bisa dianggap remeh adalah pergaulan bebas. Memang benar kita harus bergaul sebanyak mungkin untuk bisa mendapatkan banyak kenalan, tapi tetap ada batasan yang musti dibuat dan dilakukan agar tidak kelewatan.

Pergaulan bebas sebenarnya sudah ada dari dulu namun jumlah pelakunya tidak sebanyak sekarang. Mereka pun cenderung menutupinya agar tidak malu. Tapi, anak-anak sekarang jauh lebih aktif dan ekspresif, mereka tidak malu lagi akan hal tersebut. Sosial media yang semakin banyak, tayangan televisi, kemudahan transportasi, dan lingkungan pertemanan yang tidak sehat membuat remaja yang terjebak dalam pergaulan bebas semakin bertambah banyak.

1. Narkoba dan Alkohol

drugs and alcohol

Masih berlanjut dari pergaulan bebas adalah narkoba dan alkohol. Dua hal tersebut memiliki kaitan yang sangat erat dalam kehidupan remaja masa kini. Hampir tidak mungkin dipisahkan, sekarang sangat sulit sekali menemukan orang yang tidak pernah menyentuh narkoba dan alkohol. Narkoba mungkin masih ada yang belum pernah coba, tapi kalau alkohol sepertinya semua orang pernah mencobanya.

Pengaruh teman sangat berpengaruh. Setiap kumpul bersama teman di satu tempat, minum minuman beralkohol adalah satu hal yang lumrah dilakukan. Bila tidak minum akan dianggap tidak keren dan tidak gaul. Dirasa alkohol masih belum cukup, maka level akan naik ke tingkat narkoba. Beruntung Indonesia memiliki hukum tentang penyalah gunaan obat-obatan. Jika tidak, entah sudah berapa banyak remaja yang terjerumus dalam lembah narkoba dan masuk penjara.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas