home -> Lainnya -> 10 Pesepakbola Yang Sukses Setelah Berganti Posisi
28 Mei 2020 19:39

10 Pesepakbola Yang Sukses Setelah Berganti Posisi

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada December 09, 2019

Terkadang perubahan harus terjadi demi bisa mendapatkan kesuksesan. Hal ini bahkan dialami oleh para pesepakbola dunia. Tidak sedikit di antara mereka yang baru bisa meraih sukses atau kemampuannya keluar setelah mereka dirubah posisinya. Ada yang dari striker jadi penjaga gawang, dari pemain tengah diubah jadi bertahan, dan lain sebagainya. Siapa saja para pemain yang dimaksud tersebut? Berikut daftarnya.

10. Vincent Kompany

vincent kompany

Semenjak diambil alih oleh Abu Dhabi United Group Investment and Development Limited, Manchester City langsung disulap menjadi salah satu klub kaya raya di Inggris. Sederet pemain bintang berhasil diangkut ke Manchester dan merekrut beberapa pelatih terkenal untuk membuat City menjadi tim juara. Salah satu pemain yang diangkut oleh City adalah Vincent Kompany.

Kompany sebenarnya bukanlah berstatus pemain bintang saat masih membela Hamburger SV. Bermain sebagai gelandang bertahan, karir Kompany di Hamburg tidak berjalan mulus karena dilanda cidera. Manchester City kemudian memboyongnya di tahun 2009. Kompany yang memiliki kemampuan tekel yang bagus dan tubuh yang kuat, sangat memenuhi kriteria sebagai pemain bertahan. Dari yang semula bermain sebagai gelandang bertahan, ia pun diposisikan sebagai bek tengah. Selama berkostrum City, Kompany menjadi pemimpin lini tengah dan membuat pertahanan City menjadi solid.

9. Gianluca Zambrotta

gianluca zambrotta

Menyebut defender terbaik kurang lengkap bila tidak memasukkan nama Gianluca Zambrotta. Zambrotta menghabiskan waktu lama untuk membela Juventus. Dia berada di Juvenstus mulai dari tahun 1999 sampai 2006. Di bawah arahan pelatih Marcello Lippi yang kala itu melatih timnas Italia, Zambrotta yang mulanya bermain sebagai sayap kanan, digeser menjadi bek tengah.

Perubahan tersebut membawa dampak positif bagi Zambrotta. Ia pun sukses menjadi bek papan atas dunia. Perubahan di timnas Italia terbawa juga di klub yang ia bela. Sebagai pemain bertahan, Zambrotta memiliki kepintaran dan kedisiplinan yang sangat tinggi. Ia menjadi palang pintu Italia dan klub dalam menahan gempuran serangan musuh.

8. Philipp Lahm

philipp lahm

Nama Philipp Lahm pun sempat masuk sebagai salah satu defender terbaik dunia. Dari 1995 sampai 2017, Lahm memang sudah bermain untuk Bayern Munchen. Dan selama itu, Lahm sempat diposisikan sebagai bek Munchen. Tidak hanya di bek tengah, Lahm pun juga bagus ditempatkan sebagai bek sayap.

Nasib Lahm pun berubah ketika Pep Guardiola datang ke Bayern Munchen pada tahun 2013. Pep melatih Munchen hingga tahun 2016. Selama kepelatihan Pep, ia banyak melakukan perubahan, termasuk itu adalah posisi Lahm. Bersama Munchen di bawah pelatih Guardiola, Lahm justru dipercaya sebagai gelandang. Guardiola mengatakan bahwa kejeniusan dan kemampuan Lahm itulah yang membuatnya berpikir bahwa Lahm akan sukses di posisi gelandang. Dan ternyata itu benar.

7. Andrea Pirlo

andrea pirlo

Siapa sangka bahwa posisi Andre Pirlo sekarang bukanlah seperti yang ia harapkan dulu. Di saat masih remaja, Pirlo sempat membela klun Brescia. Posisi Pirlo kala itu adalah sebagai trequartista (gelandang serang) yang ada di antara striker dan bek. Dari Brescia, Pirlo kemudian dibeli oleh Inter. Sempat dipinjamkan ke Brescia dan Reggina, Pirlo kemudian dijual ke rival sekotanya yaitu AC Milan.

DI AC Milan, posisi Pirlo kemudian digeser menjadi deep lying midfielder. Sebuah posisi yang menempatkan dirinya berada di antara pemain bertahan dan tengah. Di posisi tersebut, Pirlo menjadi sosok central dimana semua serangan AC Milan dimulai dari passingnya. Passing yang dilakukan Pirlo benar-benar memanjakan penyerang AC Milan. Inilah yang membuatnya menjadi maestro lini tengah AC Milan dan Italia.

6. Paul Shcoles

Paul Scholes

Para fans Manchester United tidak akan bisa lupa dengan seberapa pentingnya sosok Paul Scholes di lini tengah klub berjuluk Setan Merah ini. Berposisi sebagai gelandang tengah, Scholes memiliki umpan dan passing matang yang sangat memanjakan striker. Belum lagi ditambah dengan tendangan jarak jauhnya yang sangat keras dan terukur. Kalian tahu kenapa Scholes bisa memberikan umpan dan passing matang kepada penyerang? Itu karena dulunya ia berposisi sebagai striker juga.

Berasal dari akademi asli Manchester United, Paul Scholes dipromosikan oleh Sir Alex Ferguson untuk mengisi posisi striker bersama dengan Andy Cole, Solksjaer, dan Teddy Sheringham. Di tahun 1997, gelandang tengah sekaligus kapten MU yakni Roy Keane mengalami cidera parah dan harus menepi untuk sekian lama. Tidak ada pemain yang bisa menggantikan posisi Keane saat itu. Lalu Fergie memutuskan untuk memindahkan Scholes ke posisi Keane. Dan semenjak saat itu Scholes menemukan posisi idealnya dan semakin bersinar bersama MU.

5. Bastian Schweinsteiger

bastian schweinsteiger

Kesuksesan Bastian Schweinsteiger bersama Bayern Munich membuat sejumlah klub papan atas dunia ingin merekrutnya. Berposisi sebagai gelandang, Schweinsteiger menjadi jendral lini tengah Munchen. Bersama Bayern Munchen, Schweinsteiger menunjukkan performa menakjubkan dengan total main sebanyak 500 pertandingan dan mencetak 68 gol. Tidak heran performa gemilang Schweinsteiger membuat MU merekrutnya di tahun 2015.

Namun sebelum bermain sebagai gelandang, Schweinsteiger memiliki posisi awal sebagai pemain sayap, khususnya sayap kiri. Momen berubahnya posisi Schweinsteiger adalah ketika Louis van Gaal melatih Bayern Munchen pada tahun 2009-2011. Van Gaal melihat bahwa Schweinsteiger memiliki potensi untuk bermain sebagai gelandang, dan ia pun menggeser pemain asal Jerman tersebut di posisi gelandang. Keputusan itu ternyata berbuah positif, Schweinsteiger sukses menjadi jendral di lini tengah Munchen.

4. Gareth Bale

gareth bale

Sebelum bermain untuk Real Madrid, Gareth Bale sempat berkarir di klub Southampton dan Tottenham Hotspurs. Southampton memang sudah dikenal lama sebagai pencetak pemain bintang, dan kali ini yang mereka cetak adalah Gareth Bale. Namun, Bale ketika masih di Southampton tidak bermain di posisi sayap kiri melainkan bek sayap.

Ketika ditransfer ke Tottenham, Bale pun masih sempat bermain sebagai bek sayap. Namun karena pemain sayap Spurs saat itu Benoit Aasou-Ekotto mengalami cidera, Bale pun akhirnya didorong menjadi sayap kiri. Tidak perlu menunggu waktu lama sampai Bale bisa beradaptasi di posisi barunya tersebut. Sukses menjadi sayap kiri bersama Spurs itulah yang membuat Madrid tertarik dan membelinya pada tahun 2013.

3. Robin van Persie

robin van persie

Ketika masih sukses melatih Arsenal, pelatih Arsene Wenger diberi julukan sebagai The Professor oleh para pendukung Arsenal. Master taktik, pandai melihat talenta berbakat, dan sukses merengkuh banyak gelar bersama Arsenal, itulah kenapa Wenger mendapat julukan tersebut. Kejeniusan Wenger semakin terlihat ketika dirinya melihat sosok Robin Van Persie.

Berkarir di Feyenoord, Van Persie kala itu lebih sering bermain di area kiri. Apiknya performa Van Persie tersebut kemudian membuat Wenger memutuskan membawanya ke London. Di Arsenal, Van Persie tidak dimainkan di posisi idealnya di sayap kiri. Justru oleh Wenger, ia ditandemkan dengan Thiery Henry sebagai striker. Hasilnya sudah jelas, duet Henry-Van Persie menjadi duet menakutkan Arsenal di Premier League.

2. Thiery Henry

Thierry Henry

Thiery Menjadi striker andalan Arsenal di saat mereka masih dibawah asuhan Arsene Wenger. Performa Arsenal di musim 2003-2004 begitu memukau saat itu, tidak ada klub di Liga Inggris yang mampu menyaingi Arsenal. Mesin gol utama mereka adalah striker asal Perancir, Thiery Henry. Dia tajam, jago dribel, memiliki akurasi tendangan yang tinggi, dan insting mencetak gol yang tinggi.

Sebelum membela Arsenal pada tahun 1999, Henry sempat membela Juventus dan AS Monaco. Tahun 1994 sampai 1999, Henry membela AS Monaco namun dengan posisi awal sebagai pemain sayap. Menurut manager Monaco saat itu, dengan skill Henry tersebut, ia lebih ideal dijadikan pemain sayap. Sempat membela Juventus selama semusim, Arsenal kemudian membeli Henry. Dikarenakan striker mereka saat itu Nicolas Anelka mengalami cidera, Henry kemudian diplot sebagai striker. Meski sempat kesulitan, Henry bisa beradaptasi dengan cepat dan menjadi striker utama dari The Gunners.

1. Franz Beckenbauer

franz beckenbauer

Italia merupakan negara yang menciptakan istilah libero. Di dalam dunia sepakbola, libero atau yang lebih sering disebut dengan sweeper adalah posisi bek yang diapid diantara 2 bek tengah. Tugas utamanya adalah menyapu bola apabila lawan hendak melakukan penetrasi ke area pertahanan. Libero tidak bisa disamakan dengan bek biasa. Seorang liber biasanya memiliki skill menggiring liar biasa dan memiliki visi yang tajam. Tak jarang seorang libero menjadi titik start serangan balik. Dan salah satu sosok libero yang paling terkenal adalah Franz Beckenbauer.

Pemain yang mendapat julukan Der Kaiser ini adalah patokan libero pada masa itu. Berasal dari Jerman, Beckenbauer sebenarnya memiliki posisi asli sebagai gelandang serang. Di posisinya itu, Beckenbauer sudah tidak perlu diragukan lagi. Final Piala Dunia 1966 menjadi momen Beckenbauer menjadi seorang libero. Hal ini dilakukan untuk menghentikan lawannya yaitu Bobby Charlton. Meski gagal, ketika kembali berjuang bersama klubnya Bayern Munich, ia mulai fokus di posisi libero dan meraih sukses.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas