home -> Lainnya -> 10 Pola Pikir Salah Yang Harus Diubah
15 Desember 2019 02:11

10 Pola Pikir Salah Yang Harus Diubah

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada December 04, 2019

Memang ajaran orang tua pada zaman dulu bertujuan positif untuk membimbing anak-anaknya. Namun seiring berjalannya waktu, gaya hidup, ilmu pengetahuan, dan teknologi, membuat pola pikir manusia pun semakin berkembang. Yang tadinya ajaran atau pola pikir yang ditanamkan oleh orang tua pada zaman dulu itu masuk akal, kini ternyata tidak bisa atau sedikit yang masih bisa dilogika. Pola pikir salah ini sudah sebaiknya ditinggalkan jauh-jauh atau dipikir ulang apa mau mengikuti pola pikir tersebut.

10. Makan Biji Buah Nanti Bisa Tumbuh Pohon Di Perut

fruit seed

Orang tua pastinya akan selalu memberikan segala yang terbaik untuk anaknya. Dalam urusan makanan, orang tua pun tidak akan main-main. Pastinya makanan yang dipilih adalah makanan terbaik yang bernutrisi. Sayur-sayuran, karbohidrat, protein, dan buah akan diberikan pada anak. Tujuannya adalah agar anak tumbuh dengan maksimal. Tapi, meski memiliki tujuan yang baik, kadang ada ajaran salah yang diberikan orang tua pada anak. Ajaran tersebut adalah ketika makan buah, bijinya jangan ditelan. Katanya nanti bisa tumbuh pohon di dalam perut.

Pola pikir makan biji nanti bisa tumbuh pohon di dalam tubuh jelas merupakan ajaran salah yang menyesatkan. Tidak akan pernah bisa biji bisa tumbuh menjadi pohon di dalam tubuh. Di dalam lambung ada yang namanya asam lambung. Asam lambung inilah yang nantinya akan melarutkan segala macam makanan yang masuk ke dalamnya, termasuk biji buah. Jadi, tidak mungkin biji buah bila tertelan nanti bisa tumbuh menjadi pohon.

9. Semua Orang Punya Jodoh Dan Pasti Menikah

jodoh

Anggapan semua orang punya jodoh dan pasti menikah tidaklah 100% benar. Bisa dimengerti bahwa orang tua ingin agar anaknya menikah dan punya keturunan. Tapi menikah bukanlah suatu hal yang mudah. Perlu persiapan dan pertimbangan yang matang untuk melakukannya. Tapi seringkali orang tua tidak perduli dan terus memaksakan kehendak mereka pada anaknya sembari mengatakan banyak hal tentang menikah.

Semua orang pasti punya jodoh dan pasti menikah, menikah adalah suatu keharusan, menikahlah karena ini keingingan terakhir orang tua. Kata-kata tersebut tidak seharusnya diucapkan oleh orang tua pada anaknya. Kalau memang anaknya sudah siap, biar merekalah yang memutuskan kapan waktu mereka akan menikah. Bukan malah memaksa anak untuk cepat-cepat menikah. Apalagi dengan ancaman kalau tidak menikah tandanya tidak berbakti pada orang tua.

8. Orang Tua Harus Membela Anak Meski Salah

bela anak

Yang namanya salah, harus diberi hukuman dan peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya yang salah. Hal ini harus berlaku di segala lingkup lingkungan, termasuk di dalam keluarga. Hal ini seringkali dilupakan oleh orang tua. Karena saking sayangnya pada anak, mereka sampai lupa bahwa anak mereka telah melakukan kesalahan dan tetap membela mereka.

Memang keluarga adalah hal yang sangat penting, tapi kalau ingin membela keluarga, kita tetap harus bersikap netral. Apabila salah ya bilang salah, kalau benar ya benar. Kalau memang perlu menghukum yang salah, maka itu harus dilakukan. Membiarkan anak yang salah dan terus membelanya malah akan membuat anak tumbuh menjadi orang yang tidak tahu diri. Pikirnya, buat apa minta maaf kalau salah. Toh ada orang tua yang akan membela. Ini adalah hal yang sangat berbahaya dan harus dihindari.

7. Tanpa Gelar Sarjana Tidak Akan Sukses

gelar

Zaman dulu orang tua selalu mengajarkan anaknya untuk belajar setinggi mungkin. Kalau bisa harus mendapatkan ranking atau gelar sarjana. Menurut orang tua, orang yang tidak memiliki gelar sarjana tidak akan mendapatkan pekerjaan. Tidak mendapatkan pekerjaan berarti tidak mendapat penghasilan yang ujung-ujungnya hidup miskin. Jelas saja anak jadi takut dan memilih belajar segiat mungkin untuk bisa meraih gelar sarjana.

Penerapan pola pikir ini mungkin masih bisa berjalan beberapa tahun lalu, tapi sekarang sudah tidak. Jalan menuju sukses itu banyak macamnya. Ambil contohnya adalah bermain video games. Dulu mana ada yang memprediksi bahwa dengan bermain video games bisa meraih banyak uang. Atau bisa juga menjadi artis, seniman, pemusik, dan lain sebagainya. Semakin kesini, banyak profesi baru yang bermunculan. Masing-masing profesi ini ada jaminan sukses bila orangnya sabar dan tekun. Meski tanpa gelar sarjana sekalipun.

6. Anak Perempuan Tidak Perlu Belajar Tinggi

woman study

Di antara kalian semua pasti ada yang pernah mendengar anggapan bahwa anak perempuan tidak perlu belajar tinggi. Alasannya karena perempuan paling mentok hanya jadi ibu rumah tangga. Pasti ada yang pernah mendengarnya bukan? Orang tua zaman dulu yang biasanya dan kebanyakan memiliki pemikiran usang seperti ini.

Orang tua yang memiliki anak perempuan akan didoktrin untuk cepat-cepat menikah daripada sekolah lama-lama. Entah ada maksud apa, mungkin takut kalau anak perempuannya jadi perawan tua alias tidak laku. Padahal, anak perempuan yang sekolah tinggi memiliki banyak keuntungan. Mereka tidak hanya pintar tapi juga bisa bekerja cari uang. Kita tidak tahu setelah menikah nanti akan sesulit apa, kalau hanya bergantung dengan pria yang mencari nafkah, akan sangat beresiko.

5. Banyak Anak, Banyak Rezeki

childrens

Pola pikir zaman dulu yang juga salah adalah mengenai anak. Dikatakan bahwa banyak anak maka banyak rezeki. Mungkin, orang tua zaman dulu menganggap bahwa memiliki banyak keturunan itu membanggakan. Terbukti bahwa mereka bisa membuat keluarga besar. Padahal kenyataan yang terjadi malah sebaliknya.

Semakin banyak anak maka akan ada banyak mulut yang harus diberi makan. Biaya hidup dan pendidikan mereka juga harus diperhitungkan. Pastinya biaya hidup anak 5 dengan anak 1 pastinya akan lebih ringan anak 1. Untungnya pola pikir ini segera hilang dengan sendirinya begitu mereka memiliki anak. Sekarang sih sudah hampir dipastikan tidak ada lagi yang mengaplikasikan pola pikir banyak anak maka banyak rezeki.

4. Nikah Saja Dulu, Rezeki Pasti Datang

married

Pola pikir ini harus diakui tidak hanya banyak terjadi di zaman dulu, tapi zaman sekarang juga banyak yang mengiyakan bahwa nikah saja dulu, kalau rezeki pasti tidak akan kemana. Dan lagi-lagi jelas ini adalah salah. Sangat tidak dibenarkan apabila orang menikah dalam kondisi tidak siap. Baik itu fisik, pikiran, dan keuangan.

Kalau untuk menikah saja tidak punya uang cukup, bagaimana mungkin menjalani kehidupan menikah bersama? Ketimbang pasrah dengan waktu dan terlalu berharap dengan rezeki yang entah datang atau tidak, lebih baik bekerja sekeras mungkin mencari uang. Menikah itu bukan perkara mudah, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Pesta pernikahan, bulan madu, biaya hidup bersama, rumah, tabungan cadangan, dan lain sebagainya. Anggapan nikah saja dulu karena rezeki pasti datang bisa membuat orang melangkah di jalan yang salah.

3. Cuci Muka/Makan Setelah Melayat

washing face

Pola pikir salah yang berikut dan selanjutnya tidak hanya terjadi di zaman dulu saja tapi juga zaman sekarang. Dan yang kali ini akan dibahas adalah cuci muka atau makan di restoran setelah melayat. Pernahkah kalian mendengar hal ini? Atau justru kalian dulunya pernah diajari oleh orang tua kalian untuk melakukan hal ini?

Ada penjelasan kenapa orang tua mengajari anak-anaknya untuk selalu cuci muka atau makan di restoran setelah melayat. Mereka para orang tua percaya bahwa datang melayat itu bisa membawa sial. Agar kesialan tersebut tidak terbawa sampai rumah, harus dilakukan yang namanya cuci muka di kamar mandi. Atau bisa juga dengan makan di restoran. Mitos kesialan seperti sudah jelas kenapa harus segera distop.

2. Terlalu Banyak Bermain Tidak Ada Gunanya

playing

Berikutnya adalah bermain itu tidak ada gunanya. Faktanya, dari bermain justru anak jadi bisa belajar banyak hal. Bermain bisa melatih otak mereka untuk memecahkan suatu masalah. Kemampuan bersosial mereka juga jadi meningkat. Ditambah lagi sekarang sudah ada yang namanya game online, anak mau tidak mau harus menguasai bahasa asing untuk bisa menjalin komunikasi dengan pemain lain.

Sebenarnya yang tepat bukanlah melarang anak-anak untuk bermain, tapi lebih ke membatasi. Anak-anak memang suka dengan kegiatan yang menyenangkan daripada belajar. Perlu diajarkan bahwa mereka juga harus melakukan kewajiban belajar mereka. Orang tua selalu memaksakan anak untuk belajar tapi lupa membiarkan anak untuk menikmati hari liburnya. Ini bisa membuat anak menjadi stres. Dan jika sudah demikian, tidak hanya anak tidak mendapatkan kemampuan tambahan dari bermain, tapi nilai akademik juga turun.

1. Anak Harus Selalu Patuh Pada Orang Tua

obeying parent

Perihal anak harus selalu patuh pada orang tua ini masih bisa diperdebatkan. Debatnya juga tidak akan ada habisnya. Memang harus diakui bahwa anak harus patuh pada orang tua karena orang tua sudah lebih berpengalaman dalam hidup. Tapi ketika semakin dewasa, kita jadi bisa berpikir bahwa ternyata masih ada beberapa hal yang sebenarnya orang tua itu salah. Dan akan menjadi pr bagaimana harus menjelaskannya pada orang tua agar tidak terjadi ribut.

Hidup itu adalah belajar, selama kita hidup maka akan ada ilmu-ilmu baru yang bisa kita dapatkan. Tidak hanya di sekolah tapi di lingkungan sosial dan di internet juga. Masalah yang dihadapi juga akan semakin kompleks. Orang tua juga manusia biasa, tidak bisa belajar atau mengerti semua hal ini. Kita yang semakin dewasa sudah bisa berpikir alasan positif dari hal-hal yang diajarkan oleh orang tua. Tapi tidak sedikit juga ada pola pikir dan mitos salah yang pernah diajarkan.

Ada kalanya juga kita menolak pendapat orang tua kalau itu memang salah dan tidak sesuai dengan keingingan kita. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah metode penyampaiannya. Ingat, komunikasi yang baik adalah kunci untuk menyelesaikan dari segala masalah.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas