home -> Lainnya -> 10 Pesepakbola Yang Belum Pernah Menjuarai Piala D...
15 Desember 2019 02:10

10 Pesepakbola Yang Belum Pernah Menjuarai Piala Dunia

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada November 26, 2019

Adalah impian terbesar semua atlet sepakbola untuk bisa tampil membela negaranya dan mengangkat trofi Piala Dunia. Turnamen yang diselenggarakan tiap 4 tahun sekali ini pertama kali dilakukan pada tahun 1872. Piala Dunia terakhir yang diselenggarakan pada tahun 2018 dimenangkan oleh negara Perancis. Sontak seluruh pemain merasa bangga yang sangat luar biasa. Pemenang Piala Dunia bisa berbangga, tapi yang kalah pasti akan sedih. Dan ternyata, masih ada banyak pemain sepakbola yang terkenal dan jago dalam mengolah bola, tapi masih belum berhasil membawa pulang piala tersebut. Meski masih belum berhasil, nama mereka tetap diakui sebagai pesepakbola handal dunia. Siapa sajakah mereka yang hingga sekarang masih belum berhasil menjuarai Piala Dunia bersama negaranya?

10. Cristiano Ronaldo

cristiano ronaldo

Membicarakan siapa pemain hebat masa kini akan mengerucut pada sosok Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Kedua pemain tersebut berasal dari negara yang berbeda dan bersaing di liga yang sama, membela tim yang memang selalu bersaing yakni Ronaldo di Real Madrid dan Messi di Barcelona. Sama-sama jago dalam mengolah bola dan mencetak gol, kedua-duanya juga sama-sama belum pernah merengkuh piala emas alias Piala Dunia.

Usia Ronaldo kini sudah menginjak 34 tahun, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah masih ada waktu untuk Ronaldo berjuang bersama Portugal untuk membawa pulang tropi Piala Dunia? Berbicara soal gelar personal, sudah segudang penghargaan yang berhasil ia torehkan. Bersama Portugal, Ronaldo baru hanya menghadiahkan gelar UEFA Euro di tahun 2016. Piala dunia? Entahlah.

9. Lionel Messi

lionel messi

Tidak hanya Cristiano Ronaldo, tapi orang juga sering membicarakan tentang Lionel Messi. Keduanya adalah pemain bintang yang bersaing di era yang sama. Cristiano Ronaldo membela Portugal, sedangkan Messi membela Argentina. Baik Ronaldo dan Messi, dua-duanya masih belum berhasil membawa negaranya menjuara Piala Dunia.

Perjuangan Messi bersama Argentina tidak bisa dibilang bagus. Ketergantungan Argentina pada Messi terlalu besar. Ditambah dengan ketidakseimbangan dan harmonisnya Argentina. Di usia Messi yang sudah tidak muda lagi, 32 tahun, sangat diragukan apakah Messi masih memiliki kesempatan untuk membawa Argentina juara Piala Dunia.

8. George Best

george best

Manchester United selalu mengkeramatkan nomor punggung 7. Mereka yang mengenakan nomor 7 biasanya adalah pemain andalan dan juga legendaris di MU. Jauh sebelum era Cristiano Ronaldo, sudah ada banyak pemain top bernomor punggung 7 di MU. Salah satunya yang terkenal adalah si playboy sekaligus tukang minum, George Best.

Best yang berposisi sebagai winger dan gelandang serang menjadi sosok menakutkan bagi para lawan. Bersama timnas Irlandia Utara, total caps yang sudah ia mainkan adalah 37 pertandingan. Selama karir bermainnya itu, Best tidak pernah sekalipus berhasil membawa pulang piala World Cup untuk negaranya. Dirinya pun terpaksa pensiun lebih cepat akibat kecanduannya terhadap alkohol.

7. Ferenc Puskas

Ferenc Puskas

Hungaria sangat bersyukur bisa memiliki striker tajam seperti Ferenc Puskas. Dari tahun 1945 sampai 1956, Puskas total sudah menjalani 85 pertandingan bersama timnas Hungaria. Total gol yang sudah ia bukukan sebanyak 84. Di tahun 1958, di Hungaria terjadi revolusi besar-besaran yang membuat Puskas bermigrasi ke Spanyol dan membela Real Madrid serta berganti kebangsaan menjadi Spanyol.

Meski berhasil mencetak banyak gol bagi Hungaria, tidak pernah sekalipun Puskas berhasil menjuarai Piala Dunia. Bersama Hungaria, Puskas hanya berhasil membawa negaranya ke final Piala Dunia tahun 1954 dan berhasil mendapat penghargaan Best Player. Sempat membela Spanyol dari tahun 1961 sampai 1962, Puskas juga tidak berhasil membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia.

6. Eusebio

eusebio

Anak zaman now mungkin sedikit yang mengenak dengan pesepakbola bernama Eusebio. Eusebio da Silva Ferreira adalah sosok striker mengerikan yang berasal dari negara yang sama dengan Cristiano Ronaldo yakni Portugal. Sepanjang karir sepakbolanya, Eusebio sudah bermain sebanyak 745 pertandingan dengan total gol 733. Dengan rincian 64 pertandingan membela Portugal dan 41 gol.

Pemain yang aktif bermain dari tahun 1957 sampai dengan 1980 ini sama sekali belum pernah menjuarai Piala Dunia. Sangat disayangkan mengingat performanya yang mengagumkan bersama timnas Portugal. Pencapaian terbaiknya bersama Portugal adalah Piala Dunia tahun 1966 dengan menduduki juara ketiga dan dirinya diberi penghargaan Golden Boot.

5. Oliver Kahn

Oliver Kahn

Jauh sebelum Manuel Neuer, Jerman pernah memiliki sosok kiper sekaligus kapten yakni Oliver Kahn. Sebagai kiper, Kahn adalah palang pintu terakhir Jerman dalam menjaga gawang dari serangan striker musuh. Selain handal sebagai penjaga gawang, Kahn juga memiliki aura pemimpin yang luar biasa. Bila ada rekan timnya yang bermain tidak maksimal, siap-siap saja disemprot olehnya.

Prestasi Kahn bersama timnas Jerman tidak bisa dianggap remeh. Dirinya bahkan menjadi satu-satunya kiper yang pernah mendapatkan penghargaan Golden Ball di momen Piala Dunia 2002. Saat itu, Jerman yang menghadapi Brazil harus mengakui keunggulan tim Samba dengan skor 2-0. Meski sepanjang karirnya membela Jerman Kahn tidak pernah sukses menjuarai Piala Dunia, dirinya hingga sekarang masih dianggap sebagai kiper legendaris Jerman.

4. Paolo Maldini

Paolo Maldini

Sosok Paolo Maldini benar-benar tidak tergantikan baik itu di klubnya AC Milan dan timnas Italia. Dia menjadi sosok penting di lini pertahanan AC Milan dan Italia. Tekel, pengalaman, dan aura pemimpin menjadi keunggulan dari Maldini. Untuk timnas Italia sendiri, Maldini sudah berjuang dengan Italia di 4 kali Piala Dunia.

Selama perjuangannya membela timnas Italia tersebut, Maldini belum pernah sama sekali merasakan nikmatnya memeluk tropi paling bergengsi tersebut. Bahkan di Piala Dunia terakhirnya di tahun 2002, Maldini beserta teman-temannya harus rela disingkirkan dari Korea Selatan di babak 16 besar setelah melalui perpanjangan waktu dan golden goal.

3. Johan Cruyff

johan cruyff

Belanda sudah sejak lama dikenal dengan gaya bermainnya yang total football. Hampir semua pemain Belanda memiliki kemampuan tinggi baik itu dalam bertahan dan juga menyerang. Salah satu pemain bintang Belanda di era 70an adalah Johan Cruyff. Cruyff berposisikan sebagai striker atau opsi lainnya adalah gelandang serang.

Sebagai pemain sepakbola, Cruyff sudah berhasil menorehkan banyak gelar. Tiga kali Ballon d"Or berhasil ia kantongi di tahun 1971, 1973, dan 1974. Tampil mengesankan sebagai Barcelona, Cruyff juga sebenarnya tampil apik di timnas. Namun sayang, di penghujung karirnya, Cruyff tidak berhasil membawa Belanda sebagai juara Piala Dunia.

2. Michel Platini

michel platini

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Michel Platini. Dirinya adalah mantan presiden UEFA tahun 2007 sampai 2015. Karena pelanggaran kode etik yang ia lakukan, Platini harus ditendang dari kursinya. Meski penuh kontroversi sebagai presiden UEFA, Platini adalah sosok pesepakbola top Perancis di tahun 1980an.

Sejumlah penghargaan berhasil ia peroleh seperti 3 kali Ballon d'Or dan masuk nominasi FIFA Player of the Century. Hanya satu penghargaan yang ia gagal capai yakni juara Piala Dunia bersama negaranya Perancis. Tahun 1982 adalah Piala Dunia terbaiknya dimana playmaker Perancis ini bisa membawa Perancis hingga ke semi final melawan Jerman Barat.

1. Alfredo Di Stefano

Alfredo Di Stefano

Tahun 1950an hingga 1960an, Real Madrid memiliki satu sosok pemain vital yang bernama Alfredo Di Stefano. Di Real Madrid, Di Stefano adalah juru gedor Los Galacticos jauh sebelum masa Ronaldo, van Nistelrooy, Benzema, dan Cristiano Ronaldo. Tidak hanya gemilang di Real Madrid, ketika membela negaranya, juga Di Stefano tidak kalah garang.

Sebagai catatan, ada 3 negara yang pernah dibela oleh Di Stefano. Ketiga negara tersebut adalah Argentina di tahun 1947, Kolombia 1951 sampai 1952, dan paling lama Spanyol 1957 sampai 1962. Sialnya Di Stefano, dirinya tidak pernah mendapat kesempatan untuk bermain di Piala Dunia untuk masing-masing negara yang pernah ia bela. Jadi, ia sama sekali belum pernah merasakan betapa bahagianya menggendong tropi paling bergengsi antar negara tersebut.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas