home -> Lainnya -> 10 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Helm
15 Desember 2019 02:43

10 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Helm

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada November 13, 2019

Orang Indonesia menggunakan motor sebagai alat transportasi utama. Alasannya simpel, motor cepat dan bisa melalui kemacetan lebih cepat daripada mobil. Meski memang resikonya adalah kepanasan dan kehujanan. Jika sudah berbicara motor, sudah pasti harus membicara perlengkapan naik motor. Yang wajib adalah menggunakan helm. Berkendara menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan helm selain bisa ditilang oleh polisi, bisa juga meningkatkan resiko kematian saat terjadi kecelakaan. Maka dari itu helm itu wajib dimiliki, membelinya pun mudah karena dimana-mana ada penjual helm. Cuma saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli sebuah helm.

10. Tipe Helm

type

Wajib aturannya bagi pengendara sepeda motor untuk menggunakan helm. Kebanyakan orang pakai helm untuk alasan agar tidak ditilang. Padahal yang semestinya diterapkan dalam otak adalah memakai helm untuk keselamatan diri. Membeli helm juga tidak bisa sembarangan. Ada banyak helm dengan model yang beragam.

Yang umum modelnya adalah full face, open face atau 3/4 helm, modular, dan half face. Full face adalah helm yang menutupi semua bagian kepala. Helm ini memiliki proteksi yang sangat bagus, hanya saja akan terasa sangat panas bila dikenakan. Open face atau 3/4 helm adalah tipe helm yang tidak memiliki visor atau plastik depan untuk menghalau angin dan debu. Helm ini lebih adem tapi segi keamanannya kurang.

Modular adalah perpaduan dari helm full face dan open face. Bagian depan helm bisa diubah posisinya. Bila kepanasan bisa digeser ke atas, bila jalanan berdebu bisa ditutup layaknya full face. Dan yang terakhir adalah half face. Helm ini mirip dengan helm open face atau 3/4 dengan perbedaan di bagian telinga yang lebih terbuka.

9. Helm Palsu

fake helmet

Belakangan ini sedang heboh tentang helm palsu. Helm palsu yang tidak cuma beredar di Indonesia saja, tapi juga ada yang sampai di luar negeri. Penggunaan helm palsu jelas membuat orang khawatir. Kita sebagai biker tentu harus perduli dan hati-hati membeli. Jangan sampai termakan dengan harga murah, ternyata itu adalah helm palsu.

Faktor orang memakai helm adalah alasan keamanan. Apakah helm palsu ini memiliki faktor keamanan yang cukup? Makanya penting memperhatikan apakah ada sertifikasi dari helm tersebut atau tidak. Helm palsu selain memiliki harga yang tergolong miring, desain mereka juga biasanya tidak detail. Ada bagian motif atau warna yang tidak rapih. Biasanya juga helm palsu tidak memiliki sertifikasi.

8. Hati-Hati Dengan Helm Bekas

helm second

Semua barang memiliki masa berlaku. Tidak cuma makanan, benda mati seperti helm juga memiliki masa waktu. Masa waktu inilah yang menentukan seberapa efektif proteksi yang dapat diberikan helm pada kepala penggunanya. Poin ini seringkali terlupakan oleh banyak orang. Mereka menganggap beli helm 1 bisa dipakai untuk selamanya, itu salah.

Memakai helm yang sudah tua jelas berbahaya. Helm punya usia dan batasan. Semakin tua sebuah helm, maka komponen pelindung helm juga akan semakin bertambah lemah. Ini membuat proteksi yang diberikan jadi semakin turun. Helm yang sudah pernah mengalami kecelakaan dan jatuh juga bisa memperpendek usia helm. Batas wajar helm sudah harus diganti adalah 5 tahun.

7. Helm Repaint

repaint helm

Seiring hebohnya helm fake atau helm palsu, muncul pula yang namanya helm repaint. Hal ini jelas menimbulkan kontroversi di kalangan biker. Ada yang menganggap bahwa helm repaint harus diperlakukan sama seperti helm palsu yakni dilarang penjualannya serta dilarang untuk dipakai karena dikhawatirkan tidak aman.

Sebenarnya, helm repaint itu masih layak dipakai apabila bahan dasar atau awalnya adalah helm asli yang dicat ulang. Selama itu dari helm asli, jelas sudah helm tersebut memiliki sertifikasi dan sudah memenuhi standar keamanan. Masalah dicat seperti apa, itu menjadi hak si pemilik dan tidak mengubah segi keamanan dari helm karena memang sudah terbukti dari helm asli. Berbeda kasus kalau itu adalah helm palsu.

6. Cara Kerja Helm

mekanisme helm

Sebelum membeli helm, ada baiknya selain mengetes apakah helm tersebut merupakan helm asli dan aman, kalian perlu juga bertanya tentang mekanisme kerja helm. Kalau kalian yang membeli helm tipe open face atau half face yang tidak memiliki visor, biasanya tidak perlu perawatan yang ribet. Beda dengan helm full face atau modular.

Bagi kalian yang memilikih helm tipe full face atau modular, ada baiknya bertanya pada penjual helm bagaimana mekanisme kerja helm yang kalian beli. Bagaimana cara melepas visor, memasang anti fog, tear off, bagaimana cara melepas busa, dan cara membersihkan helm yang baik dan benar. Ini penting diketahui karena helm juga butuh dirawat dan dibersihkan secara rutin. Ini berguna juga untuk menjaga agar helm tetap awet.

5. Sertifikasi Helm

helmet certifications

Untuk setiap helm yang kalian hendak beli, wajib untuk kalian cek apakah helm tersebut ada sertifikasinya atau tidak. Helm yang memiliki sertifikasi sudah pasti lulus uji kelayakan dan menandakan helm tersebut asli dan layak pakai. Kalau helm palsu biasanya tidak lulus uji kelayakan jadi jarang ada yang memiliki sertifikasi. Kalaupun ada sertifikasi, cukup diragukan apakah sertifikasi tersebut benar asli atau palsu.

Ada 3 sertifikasi yang sangat terkenal yakni SNI, DOT, dan Snell. Untuk SNI, sertifikasi ini dikeluarkan oleh Badan Standrdisasi Nasional Indonesia. Untuk DOT dan Snell adalah sertifikasi dari luar negeri. Helm yang mendapatkan sertifikasi berarti telah lulus uji kelayakan dan dinilai aman untuk dikenakan di kepala. Jika belum ada sertifikasi, lebih baik urungkan membeli helm tersebut.

4. Ukuran Kepala

measure head

Mengukur kepala sebelum membeli helm itu penting sekali. Helm memiliki ukuran seperti small, medium, atau large. Setiap ukuran tersebut memiliki jarak ukuran (cm) yang berbeda-beda. Kalau kalian berpikir hanya beda sekian cm itu tidak berpengaruh, justru jarak helm entah itu kebesaran atau kekecilan beberapa cm saja, itu bisa menentukan kepala kalian aman atau tidak ketika mengalami kecelakaan.

Maka dari itu, sebelum membeli helm kalian wajib untuk mengukur lingkar kepala. Caranya adalah dengan menggunakan alat pengukur seperti meteran baju. Lingkarkan meteran tersebut mulai dari dahi sampai belakang kepala. Setelah ukuran didapat, barulah kalian sesuaikan dengan helm yang ingin kalian beli. Usahakan cari helm yang ukurannya benar-benar pas di kepala.

3. Fitting

fitting

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan saat membeli helm adalah fitting helm atau mencoba helm. Apakah helm tersebut benar-benar sudah pas di kepala atau tidak. Ini dilakukan setelah kalian mengukur seberapa besar lingkar kepala kalian. Perlu diketahui bahwa fitting helm ini perlu dilakukan karena setiap helm memiliki karakteristik yang berbeda.

Ada banyak brand helm terkenal, sebut saja AGV, Shoei, Zeus, Nolan, HJC, dan lain sebagainya. Masing-masing merk helm tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Dengan size atau ukuran yang sama, bisa saja helm AGV berbeda dengan Shoei. Mungkin AGV ada yang lebih sempit di pipi, Shoei lebih longgar. Pilihlah helm yang sesuai dan pastikan itu nyaman kalian kenakan di kepala.

2. Brand

brands

Ada banyak sekali brand atau merk helm ternama di dunia. Masing-masing helm tersebut memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Ada yang cocok untuk dipakai di sirkuit karena bentuknya yang aerodinamis, ada pula yang cocok dipakai untuk harian karena bobotnya yang ringan. Terserah kalian mau pilih yang mana.

Yang terpenting, pastikan kalau helm yang kalian gunakan adalah helm asli. Lalu, gunakanlah helm tersebut sesuai dengan fungsinya. Contohnya, bila kalian ingin balapan di sirkuit, gunakanlah helm yang memenuhi standar untuk di sirkuit. Biasanya helm untuk di sirkuit menggunakan pengungcian double D ring yang memang merupakan standar keamanannya. Jangan di sirkuit kalian menggunakan helm harian yang menggunakan metode penguncian selain double D ring. Kalau helm untuk sirkuit kalian pakai untuk harian itu sah-sah saja.

1. Harga

price

Yang terpenting dari semua poin di atas adalah harga. Helm yang dijual itu memiliki harga yang sangat bervariasi. Bahkan untuk helm dari merk yang sama, tipe yang sama, harganya bisa berbeda dari satu toko dengan toko yang lainnya. Maka dari itu kalian wajib cari tahu harga helm yang kalian inginkan dan toko mana yang menawarkan harga paling wajar.

Sebisa mungkin cocokan kekuatan dompet kalian dengan harga helm yang kalian inginkan. Kalau kalian memiliki budget 1 juta, jangan memaksa beli helm yang harganya 10 juta. Menabung oke-oke saja kalau memang itu helm idaman kalian. Tapi jangan kalian membeli helm serupa yang harganya tidak wajar atau jauh lebih murah dari harga seharusnya karena itu kemungkinan helm palsu. Mau itu ada embel-embel kw, grade ori, grade premiun, dan lain sebagainya. Palsu adalah palsu, jangan pertaruhkan nyawa kalian pada helm palsu. #SayNoToFakeHelmets

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas