home -> Lainnya -> 10 Alasan Mengapa Sebuah Produk bisa Gagal
17 Januari 2017 00:18

10 Alasan Mengapa Sebuah Produk bisa Gagal

Oleh admin dalam Lainnya pada July 05, 2013

Dalam kamus besar daftar produk dunia, ada banyak sekali produk-produk yang telah gagal, beberapa karena alasan yang jelas seperti desain yang buruk dan seterusnya, tapi mengapa ada produk yang bagus tapi tetap gagal? Berikut 10 alasan mengapa sebuah produk bisa gagal dan mengaapa beberapa lainnya bisa sukses.

1. Tidak Tersedianya Suku Cadang

suku cadang

Terkait atas produk nyata seperti teknologi dan sejenisnya yang membutuhkan suku cadang, tentu ada kemungkinan produk tersebut rusak. Bayangkan apa yang akan terjadi jika produk yang Anda pakai rusak, hanya bagian kecilnya dan sisanya berjalan dengan baik. Anda pergu ke customer service lalu ia mengatakan ke Anda bahwa suku cadang tersebut tidak lagi tersedia, Anda harus mengganti produk Anda. Wow.. Hanya bagian kecil yang rusak tapi Anda harus membeli produk baru yang berbeda.

2. Kurangnya Fitur

lack feature

Ini adalah salah satu alasan utama mengapa sebuah produk bisa gagal, tidak hanya untuk produk nyata, tetapi juga untuk produk digital seperti aplikasi, web, dan sejenisnya. Sebagai contoh, iPhone pertama mungkin tidak mendukung 3G, MMS, bluetooth, video recording dan seterusnya. Begitu iPhone 3G keluar, produk tersebut langsung laku di pasaran.

Tidak terbatas untuk produk, bayangkan ada 2 web seperti Facebook, 1 memperbolehkan Anda me-share status Anda dan upload foto, 1-nya lagi hanya memperbolehkan Anda me-share status, yang mana yang akan Anda gunakan?

3. Timing yang Tidak Tepat

bad timing

Terkadang sebuah produk 'tidak sesuai dengan waktunya', dan pasar pengguna belum siap untuk keberadaan produk tersebut. Sebagai contoh kita gunakan permisalan untuk produk ternama misalnya iPhone, iPhone 3G dirilis ke pasaran dan laku berat. Sebulan kemudian iPhone 4 dirilis, walaupun mungkin iPhone 4 penuh dengan berbagai fitur menarik dibandingkan iPhone 3G, hal ini tentu akan menimbulkan kemarahan tersendiri bagi orang-orang yang telah membeli iPhone 3G. Mungkin belum sampai sebulan mereka membeli produk tersebut, versi lebih bagusnya dikeluarkan.

4. Sudah Ketinggalan Zaman

outdated tech

Ini terjadi ketika sebuah produk bekerja dengan sangat baik, tetapi ada 1 kesalahan, yaitu dia memang sudah ketinggalan zaman. Tentunya para customer juga akan selalu mengikuti perkembangan, khususnya dalam dunia teknologi yang perkembangannya dapat dikatakan sangat cepat. Anda tentu tidak ingin menggunakan ponsel besar dan butut zaman dulu di era sekarang ini bukan?

5. Prosedur Jual Beli dan Jaminan

garansi

Prosedur jual beli adalah salah satu elemen penting yang akan membuat orang-orang percaya akan produk Anda. Customer tentu akan berani membeli produk Anda jika ada jaminan seperti garansi dan sejenisnya. Anda tentu tidak ingin kehilangan customer dan kepercayaan banyak orang hanya karena ada 1 produk Anda yang memiliki kecacatan. Dengan adanya jaminan seperti garansi, itu akan mencegah orang yang mendapatkan barang cacat tersebut untuk mengatakan hal-hal jelek terkait produk Anda.

6. Penggunaan Branding yang Tidak Tepat

bad branding

Branding atau pemberian nama produk merupakan kunci dari kesuksesan produk Anda. Branding yang kuat dapat menjadi sebuah berkah atau kutukan. Sebagai contoh, Konsumen tahu bahwa Colgate itu adalah nama atau brand untuk pasta gigi (odol), dan tidaklah masuk akal untuk memberikan nama Colgate untuk makanan. Menghubungkan makanan dengan pasta gigi tentu akan memberikan efek yang tidak baik. Lebih baik jika brand Anda sudah sangat kuat dan sangat terkenal, buatlah nama brand baru di bawah naungan nama perusahaan, bukan jadi Sub-brand. CPada gambar di atas Anda dapat melihat logo motorolla pada buah, tentu itu tidak cocok.

7. Pangsa Pasar yang Tidak Tepat

wrong target

Anda punya produk yang sangat bagus dan luar biasa, tetapi tetap saja tidak ada konsumen yang membelinya. Kemungkinan alasan ini adalah karena pangsa pasar Anda tidak tepat. Sebagai contoh, Di restoran yang terkenal menjual burger dan fast-food lainnya seperti McD, tentu tidak akan menjual masakan cina. 

8. Biaya Perbaikan yang Terlalu Mahal

cost too high

Serupa dengan poin terkait suku cadang di atas. Biaya perbaikan produk-produk elektronik terkadang terlalu mahal, dan tidaklah sepadan untuk melakukannya, terkadang lebih baik untuk membeli baru. Perusahaan-perusahaan elektronik tentu menentukan harga perbaikan dari suku cadang tergantung dari proses perbaikan produknya dan ketersediaan suku cadang. 

Anda mungkin pernah melihat produk dengan baut yang sangat susah dibuka, bahkan harus menggunakan alat khusus untuk membukanya. Hal seperti inilah yang diperhitungkan ke dalam biaya perbaikan, dan Anda tidak mungkin membetulkannya sendiri. Jika untuk memperbaiki sebuah produk harus menggunakan alat khusus, maka biaya perbaikan kemungkinan besar akan mahal dan itu belum termasuk biaya suku cadang atau onderdilnya.

9. Kurangnya Pemasaran

lack presence

Salah satu alasan paling utama yang juga menyebabkan mengapa sebuah produk gagal adalah karena kurangnya pemasaran yang dilakukan ke produk tersebut. Sebagus apapun produk yang Anda buat, jika tidak ada yang mengetahuinya tentu tidak akan ada yang membeli atau menggunakannya. Biasanya hal ini terkait atas kurangnya modal untuk melakukan pemasaran, tapi seiring perkembangan zaman, pemasaran produk semakin murah melalui Internet. Dapat Anda lakukan melalui jaringan sosial, iklan Internet dan sejenisnya. Tentu jika modal Anda cukup besar, Anda dapat melakukan kampanye iklan besar-besaran.

10. Kurangnya Riset

lack research

Baik riset atau penelitian sebelum membuat produk dan sesudah produk selesai dibuat. Sebelum membuat sebuah produk, melakukan riset atau penelitian terkait atas produk yang akan Anda buat adalah hal yang menentukan kesuksesan Anda. Seperti terkait atas jumlah pesaing, uniknya fitur, kemungkinan keberhasilan, pangsa pasar dan seterusnya.

Sesudah produk selesai dibuat, riset juga tetap harus dilakukan, yaitu dengan menggunakan BETA user , yaitu sekelompok pengguna atau konsumen yang sudah dipilih untuk melakukan percobaan terkait produk tersebut untuk mengetahui apakah ada kesalahan pada produk tersebut.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas