home -> Unik -> 10 Hewan Peralihan Di Indonesia
17 Oktober 2019 03:38

10 Hewan Peralihan Di Indonesia

Oleh serba_tahu dalam Unik pada September 03, 2019

Garis Wallacea merupakan garis khayal yang membatasi  sejumlah pulau yang berada di Indonesia bagian tengah. Yang termasuk dalam Kawasan Wallacea ini adalah Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Orang yang mempopulerkan Garis Wallacea adalah seorang ahli natural asal Britania Raya bernama Alfred Russel Wallace. Garis Wallacea ini juga menjadi semacam penanda yang membedakan flora dan fauna di wilayah tersebut. Hewan yang ada di Kawasan Wallacea bisa dibilang unik dan hanya ditemukan di daerah tersebut, disebut juga dengan hewan peralihan. Apa saja hewan yang dimaksud?

10. Duyung

duyung

Kisah mengenai putri duyung membuat banyak orang tertarik untuk mencari tahu keberadaan putri duyung yang sebenarnya. Digambarkan sebagai wanita cantik dengan bagian bawah tubuhnya menyerupai ikan, putri duyung sebenarnya hanyalah sebuang dongeng yang diceritakan turun menurun dari nenek moyang. Sebenarnya yang mereka lihat bukanlah seorang wanita bertubuh ikan melainkan seekor hewan yang dinamakan dugong atau duyung.

Duyung atau dugong ini adalah mamalia laut anggota sirenia atau sapi laut yang memiliki hubungan kekerabatan dengan manatee dan evolusi dari gajah. Hewan yang juga sering disebut dengan lembu laut ini bisa kita jumpai di kawasan perairan hangat di wilayah Indo-Pasifik, Indonesia Timur, dan Australia Utara. Sayang, jumlahnya makin lama makin berkurang diakibatkan perburuan yang dilakukan oleh manusia.

9. Buaya Indo Pasifik

buaya indo pasifik

Buaya Indo Pasifik dikenal juga dengan nama lain buaya muara, buaya air asin, atau saltwater crocodile. Buaya jenis ini dikenal sebagai jenis buaya paling besar dan paling ganas yang cukup sering memangsa hewan besar. Manusia pun tak luput dari rahang kuat dari reptil ganas ini. Mengerikannya, penyebaran buaya air asin ini bahkan sampai ke wilayah Indonesia yang berada dalam Garis Wallacea.

Buaya air asin bisa tumbuh besar hingga sepanjang 5 meter dan berat mencapai 1 ton. Habitatnya berada di sungai dan dekat muara. Apapun yang masuk dalam wilayah mereka, akan segera disikat habis. Salah satu berita penangkapan buaya air asin dengan ukuran raksasa yang sempat menghebohkan dunia terjadi di kota Bunawan. Buaya bernama Lolong berhasil ditangkap oleh manusia di Bunawan pada tahun 2011 dan ukurannya mencapai 20 kaki.

8. Kehicap Boano

kehicap boano

Tak banyak orang yang tahu dengan burung jenis kehicap boano. Burung ini termasuk salah satu jenis burung langka yang dimiliki oleh Indonesia. Nama boano sendiri diambil dari habitat aslinya di Pulau Boano, sebuah pulau kecil yang ada di Maluku. Seperti yang kita tahu bahwa Maluku termasuk dalam deretan pulau yang dibatasi oleh Garis Wallacea.

Mencari burung kehicap boano adalah pr yang sangat sulit karena ia tinggal di dalam hutan yang lebat. Ukurannya kecil yang hanya 16 cm membuat orang harus berusaha keras untuk mencarinya di antara pepohonan yang rindang. Mulai tahun 2000, pemerintah sudah memasukan nama kehicap boano sebagai salah satu hewan yang dilindungi karena populasinya yang semakin berkurang.

7. Matinan Flycatcher

Matinan Flycatcher

Termasuk dalam Garis Wallacea, Pulau Sulawesi menjadi surganya fauna, khususnya burung. Ada banyak jenis burung unik dan endemik di pulau tersebut. Salah satu burung endemik Sulawesi adalah burung matinan flycatcher. Penemuan burung ini jelas menambah variasi dalam keluarga burung flycatcher yang ada di dunia.

Matinan flycatcher yang ditemukan di Sulawesi ini diberi nama Muscicapa sodhii. Berbeda dengan flycatcher di negara lain, matinan flycatcher memiliki keunikan di suara, bulu, tubuh, dan genetika. Sayap dan ekornya pendek, paruhnya memiliki sudut yang tajam, bulu di bagian dada dan leher memiliki bintik dan wajahnya lebih jelas.

6. Spectral Tarsier

Spectral Tarsier

Ada banyak jenis tarsier yang diketahui. Salah satu jenis tarsier khas Indonesia adalah spectral tarsier atau tarsius tarsier. Hewan ini dinamakan tarsius karena keunikan tubuh mereka yang sangat kecil. Tulang tarsal mereka bentuknya memanjang membentuk kaki. Ini membuat mereka dapat melompat dengan sangat jauh.

Tarsius tarsier banyak ditemukan di dalam hutan yang ada di Sulawesi Utara sampai Sulawesi Selatan. Juga di pulau sekitar Sulawesi seperti Selayar, Suwu, dan Peleng. Kalau kalian sempat ke Sulawesi, coba tanya pada warga sekitar dimana tempat bisa melihat balao cengke atau tikus jongkok. Nantinya kalian akan diarahkan ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

5. Anoa

anoa

Pulau-pulau yang termasuk dalam Kawasan Wallacea atau peralihan memang sangat unik. Sulawesi, Maluku, Halmahera, Flores, dan pulau kecil Nusa Tenggara adalah sederet pulau yang termasuk dalam Kawasan Wallacea. Dan di pulau tersebut sangat kaya akan fauna yang unik. Karena keunikan inilah yang membuat pemerintah melindungi semua hewan-hewan yang ada di pulau tersebut.

Salah satu hewan unik dan termasuk hewan dilindungi adalah anoa. Anoa adalah mamalia besar dan endemik yang hidup di daratan Pulau Sulawesi dan Pulau Buton. Karena bentuknya yang mirip kerbau namun ukurannya yang lebih kecil, orang sering menyebut mereka dengan kerbau kerdil. Ada dua jenis ano yaitu anoa pegunungan dan anoa daratan. Keduanya termasuk dalam hewan dilindungi oleh negara dan keberadaan mereka sangat sulit untuk ditemui karena tinggal di dalam hutan yang sulit dijangkau manusia.

4. Babirusa

babirusa

Dinamakan babirusa karena hewan ini memiliki bentuk tubuh yang menyerupai hewan babi, tapi dengan 2 taring panjang yang menyerupai rusa. Hewan aneh ini juga termasuk dalam hewan peralihan yang ada di Kawasan Wallacea, terutama di Pulau Sulawesi dan pulau sekitarnya seperti Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru, dan pulau Maluku lain.

Oleh warga lokal, babirusa dianggap sebagai hewan pengganggu karena mereka rakus dan bisa makan apa saja. Sebenarnya mereka tergolong hewan yang pemalu, tapi bila diganggu mereka akan berubah menjadi sangat buas. Oleh pemerintah Indonesia, perburuan terhadap binatang satu ini bisa membuat seseorang dipenjara selama 5 tahun atau didenda sebesar 100 juta rupiah.

3. Kera Hitam

kera hitam

Jangan kaget bila kalian pergi ke Sulawesi dan menemukan hewan unik yang tidak pernah kalian jumpai sebelumnya di pulau lain. Ini dikarenakan Sulawesi termasuk dalam pulau Kawasan Wallacea yang dimana hewan dan tumbuhan disana termasuk unik. Dan salah satu hewan unik yang ada di Sulawesi adalah kera hitam.

Kera hitam, uaki, monyet hitam sulawesi, black macaque, terserah kalian mau menyebut mereka dengan apa, kalian bisa menjumpai monyet ini di bagian Utara dari Sulawesi. Kera hitam memiliki bulu hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Di bagian kepala terdapat rambut yang berdiri seperti jambul dan pantatnya berwarna merah muda. Seperti hewan peralihan lainnya, kera hitam juga termasuk satwa dilindungi karena jumlahnya yang semakin berkurang.

2. Maleo

maleo

Sebagai salah satu pulau yang berada dalam Kawasan Wallacea, Sulawesi memiliki banyak hewan endemik yang unik. Terkhusus untuk unggas, Sulawesi adalah surganya para burung. Dari sekian banyak burung yang tidak bisa terbang, salah satunya ada di Sulawesi. Burung yang tak bisa terbang tersebut adalah burung maleo.

Burung maleo menjadi fauna endemik Sulawesi yang bukan cuma mengundang perhatian pecinta hewan dalam negeri, tapi juga luar negeri. Burung maleo memiliki bulu warna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecokelatan, kaki abu-abu, paruh jingga, dan bulu bagian bawah berwarna merah muda keputihan. Populasi maleo yang semakin menurun membuat burung ini mendapatkan status terancam punah.

1. Komodo

komodo

Sangat tidak mungkin tidak menyebut komodo dalam daftar hewan peralihan yang ada di Indonesia. Komodo adalah jenis kadal terbesar di dunia yang berada di Pulau Komodo. Nah, Pulau Komodo ini juga termasuk dalam Kawasan Wallacea. Tidak heran kenapa di negara lain di luar Indonesia tidak dapat ditemukan komodo.

Oleh penduduk setempat, kadal besar ini disebut dengan nama ora. Mereka bisa tumbuh hingga 3 meter dan berat mencapai 100 kg. Komodo adalah hewan predator dan menjadi pemuncak rantai makanan di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami. Sekarang, habitat komodo semakin menyusut akibat aktivitas manusia. Komodo akhirnya dinyatakan sebagai hewan yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan habitatnya dijadikan taman nasional, Taman Nasional Komodo.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Unik
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Unik
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Unik
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Unik
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Unik
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Unik
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Unik
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Unik
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Unik
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Unik
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Unik
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Unik
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Unik
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Unik
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Unik
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Unik
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Unik
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Unik
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Unik
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Unik
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas