home -> Lainnya -> 10 Kecelakaan Mengerikan Di MotoGP
12 Desember 2019 16:06

10 Kecelakaan Mengerikan Di MotoGP

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada July 11, 2019

Tidak ada pembalap MotoGP yang ingin mengalami kecelakaan di saat berlaga di sirkuit. Meski begitu, jika tidak beruntung, kecelakaan tidak bisa dihindari. Kecelakaan yang terjadi bisa menimpa siapapun dan kapanpun. Tak hanya di balapan resmi, tapi bisa juga di saat warm up, latihan atau juga bisa saat kualifikasi. Sejumlah pembalap ada yang berhasil selamat dari kecelakaan, ada juga yang tidak. Berikut 10 kecelakaan mengerikan yang pernah terjadi di MotoGP.

10. Jorge Lorenzo - 27 Juni 2013

Sebelum balapan, ada waktu dimana pembalap akan melakukan uji coba motor. Pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo, melakukan beberapa uji coba untuk menguji seberapa cepat motornya di sirkuit Assen, Belanda. Sayang, dalam uji coba tersebut, Lorenzo terpaksa mengakhirinya lebih awal karena mengalami kecelakaan.

Uji coba dilakukan di sirkuit Assen dalam cuaca hujan yang menyebabkan track menjadi basah dan licin. Setelah berhasil keluar dari tikungan, Lorenzo tidak dapat mengemudikan motornya dengan baik sehingga harus terlempar dari motor. Lorenzo terlempar dan terseret jauh hingga mengakibatkan dirinya mengalami patah di bagian tulang selangka bagian kiri. Ini membuatnya harus absen di balapan berikutnya.

9. Casey Stoner - 18 Agustus 2012

Di musim 2012, persaingan antar 2 pembalap Casey Stoner dan Valentino Rossi sangatlah panas. Keduanya bukan hanya bersaing di atas track tapi juga sering adu mulut. Rossi yang bersama Yamaha, sedangkan Stoner bersama Honda. Menjelang balapan di Indianapolis Motor Speedway, Stoner mengalami kecelakaan parah.

Di ajang Red Bull Indianapolis Grand Prix tersebut, Casey Stoner melakoni tahap kualifikasi untuk menentukan starting line up. Balapan kualifikasi diadakan pada 18 Agustus 2012. Ketika melakoni kualifikasi, Stoner mengalami kecelakaan high side yang membuatnya harus terlempar dari motor. Pembalap asal Australia tersebut mengalami cidera ligamen, patah, dan retak tulang. Untungnya pembalap Repsol Honda tersebut bisa kembali pulih dan ikut balapan dengan finish di urutan 4.

8. Daniel Pedrosa - 13 Juli 2008

Selama 13 tahun berkarir di MotoGP, tak hanya sukses yang berhasil ia raih, tapi juga cidera pernah ia alami selama balapan. Daniel Pedrosa yang merupakan pembalap handal asal Spanyol pernah mengalami kecelakaan parah ketika dirinya balapan mengendarai motornya Honda di sirkuit Sachsenring, Jerman pada 13 Juli 2008.

Saat itu, Pedrosa yang mengendarai motornya dalam kecepatan tinggi, terjatuh lalu terseret cukup jauh. Ia terseret hingga menabrak pembatas. Motornya hancur terlempar ke udara. Akibat dari kecelakaan fatal ini, Pedrosa mengalami sejumlah cidera seperti retak di tangan kiri, cidera di sendi jari tengah kanan, dislokasi jari tangan kanan, dan cidera ligamen kaki kanan.

7. Jorge Lorenzo - 16 Oktober 2011

Jorge Lorenzo asal Spanyol merupakan pembalap MotoGP yang bisa dibilang cukup akrab dengan kecelakaan. Pembalap yang kini berusia 32 tahun tersebut berkali-kali mengalami kecelakaan namun bisa kembali lagi ke track dan membalap layaknya biasa. Benar-benar pembalap yang luar biasa. Tapi satu kecelakaan yang tidak akan bisa ia dan publik lupakan.

Kecelakaan fatalnya terjadi di tahun 2011, tepatnya pada tanggal 16 Oktober. Kala itu, Lorenzo yang mengendarai motor Yamaha, menjalani sesi latihan di track Philip Island, Australia. Di saat uji coba tersebut, Lorenzo mengalami kecelakaan yang menyebabkan jari manis tangan kirinya putus. Untungnya, jari yang putus tersebut bisa disambung lagi melalui operasi.

6. Franco Uncini - 25 Juni 1983

Di MotoGP, ada seorang pria yang memiliki peran sebagai petugas keamanan, dia adalah Franco Uncini. Sebelum menjadi petugas keamanan, Uncini dulunya adalah seorang pembalap Grand Prix motorcycle road racing yang berasal dari Italia. Seperti pembalap lain dalam daftar, Uncini sempat mengalami kecelakaan fatal yang hampir saja merenggut nyawanya.

Kecelakaan ini terjadi ketika dirinya mengikuti balapan di Assen, Belanda pada 25 Juni 1983. Saat itu, Uncini mengalami oleng dan terjatuh dari motornya. Ketika terjatuh di sirkuit, Uncini ingin bergegas untuk ke pinggir track. Saat tengah berlari ke pinggir, dirinya malah ditabrak oleh Wayne Gardner yang tak sempat menghindar. Tabrakan itu mengakibatkan helm Uncini terlepas. Uncini yang sempat dibawa ke rumah sakit, mengalami koma namun masih bisa selamat. Di tahun 1985, ia akhirnya pensiun dari dunia balap.

5. Iván Palazzese - 28 Mei 1989

Pada 2 Januari 1962, lahirlah seorang bayi laki-laki yang kemudian tumbuh besar menjadi seorang pembalap MotoGP bernama Ivan Palazzese. Pembalap asal Italia tersebut mengikuti kompetisi Grand Prix road racing dari tahuhn 1977 sampai 1989. Dialah yang menjadi pembalap termuda dengan finish ketiga di balapan Venezuelan Grand Prix pada 1977. Saat itu ia baru berusia 15 tahun.

Ketika mengikuti balapan untuk kelas 250 cc bersama Aprilia di tahun 1989, tepatnya di sirkuit Jerman, Hockenheimring, Palazzese mengalami kecelakaan naas yang merenggut nyawanya. Ketika mengejar pembalap di depannya, motor yang dikendarai Palazzese tiba-tiba melambat dan menyebabkan dirinya bertabrakan dengan Preining dan terjatuh. Saat bangkit, Palazzese tertabrak oleh Bruno Bonhuil dan Fabio Barchitta. Palazzese langsung meninggal di tempat karena mengalami luka parah di bagian dada.

4. Luis Salom - 3 Juni 2016

Pecinta balapan MotoGP pasti tahu bahwa di MotoGP ada pembagian kelas. MotoGP adalah untuk motor dengan kapasitas mesin 1000cc, Moto 2 600cc, dan Moto 3 250 cc. Berbicara soal kepopuleran, jelas kelas MotoGP yang paling populer. Meski begitu, tidak mengesampingkan potensi pembalap dari kelas Moto 2 dan Moto 3 yang juga sama-sama jago.

Di kelas Moto 2, pada tanggal 3 Juni 2016, dilansungkan seri balapan di Catalunya, Spanyol. Diikuti oleh banyak pembalap, salah satunya adalah Luis Salom yang memang pembalap asal Spanyol. Pembalap muda berusia 24 tahun ini mengalami kecelakaan saat latihan. Sang pembalap terjatuh dan terseret bersama motornya menuju dinding pembatas. Meski sudah dibawa secepatnya menuju rumah sakit, nyawa Luis Salom tak terselamatkan.

3. Shoya Tomizawa - 5 September 2010

Tidak ada orang yang menduga bahwa balapan Moto 2 di sirkuit San Marino akan menjadi balapan terakhir dari Shoya Tomizawa. Shoya Tomizawa adalah sosok pembalap asal Negeri Sakura yang sukses ketika mengikuti All Japan Road Race Championship. Kesuksesan itulah yang membawanya hingga ke ajang MotoGP dan masuk dalam kelas Moto 3.

Di balapan yang berlangsung pada 5 September 2010, Tomizawa mengalami kecelakaan ketika memasuki tikungan. Ban belakang dari motornya kehilangan daya cengkram, menyebabkan dirinya terjatuh dan ditabrak oleh pembalap di belakangnya yakni Scott Redding dan Alex de Angelis. Dibawa ke rumah sakit, nyawa Tomizawa tak bisa diselamatkan dan harus meninggal di usia yang masih muda, 19 tahun.

2. Marco Simoncelli - 23 oktober 2011

Dunia sempat berduka karena ditinggal pergi oleh seorang pembalap MotoGP asal Italia, Marco Simoncelli. Simoncelli meninggalkan dunia untuk selamanya pada tanggal 23 Oktober 2011. Penyebab Simoncelli meninggal adalah dikarenakan dirinya mengalami crash atau kecelakaan parah saat balapan.

Kejadian mengerikan ini terjadi ketika Simoncelli mengikuti balapan di Sepang. Ketika memasuki lap kedua, Simoncelli terjatuh dari motor. Sialnya, pembalap di belakang Simoncelli yaitu Colin Edwards dan Valentino Rossi terlalu dekat dan tak mampu untuk menghindar. Alhasil, Simoncelli tertabrak di bagian kepala yang menyebabkan helmnya sampai terlepas. Simoncelli pun meninggal dunia setelah kecelakaan tersebut. Nomor 58 milik Simocenlli akhirnya dipensiunkan untuk menghormati sosok Simoncelli.

1. Daijiro Kato - 6 April 2003

Pada tahun 6 April 2003, terjadi sebuah kecelakaan mengerikan di ajang balapan MotoGP. Seorang pembalap asal Jepang bernama Daijiro Kato mengalami kecelakaan parah yang harus membuatnya tutup usia. Kepergian Daijiro Kato sontak membuat publik serta rekan pembalap MotoGP lainnya terkejut dan berduka.

Daijiro Kato kala itu mengikuti balapan di sirukuit Suzuka, Jepang. Kato mengalami kecelakaan parah yang membuat kepala, leher, dan dadanya mengalami luka parah. Dirinya mendapatkan cidera tersebut setelah menabrak dinding pembatas dengan kecepatan sekitar 200 km/j. Setelah kecelakaan, Kato langsung dibawa ke rumah sakit dan koma selama 2 minggu sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Kepergian Daijiro Kato meninggalkan seorang istri dan 2 orang anaknya.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  1. 1
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  2. 2
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  3. 3
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  4. 4
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  5. 5
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  6. 6
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  7. 7
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  8. 8
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  9. 9
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
  10. 10
    oleh serba_tahu dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas