home -> Lainnya -> 10 Manfaat Ganja Yang Perlu Kalian Ketahui
25 Juni 2019 00:45

10 Manfaat Ganja Yang Perlu Kalian Ketahui

Oleh reagan dalam Lainnya pada May 23, 2019

Cukup sedih melihat apa yang terjadi di Indonesia tentang ganja. Ganja, di Indonesia, kedapatan memiliki, menggunakan, serta memperjual belikan ganja, bisa dikenai pasal tentang obat-obatan dan zat terlarang. Memang selama ini, orang di Indonesia kebanyakan mengenal ganja hanya untuk sebagai kesenangan, halusinasi, dan hal buruk lainnya. Sedikit yang sadar bahwa ternyata ganja memiliki manfaat yang sangat besar untuk dunia kesehatan. Sebenarnya jika ada undang-undang yang mengatur, di tangan yang benar, ganja bisa menjadi diolah menjadi obat atau hal berguna lain. Bagi mereka yang masih belum paham, berikut manfaat positif ganja di bidang kesehatan.

10. Menurunkan Tekanan Darah

lower blood pressure

Ada banyak hal yang bisa membuat tekanan darah menjadi tinggi. Kurang olahraga, pola makan yang tidak dijaga, dan tentunya merokok juga bisa membuat tekanan darah meroket. Meningkatnya tekanan darah, bila terus dibiarkan, akan semakin parah yang akhirnya bisa mengakibatkan seseorang terserang stroke dan serangan jantung.

Disini, kita tahu bahwa merokok bisa meningkatkan tekanan darah. Dan banyak orang yang menyelipkan atau menggunakan ganja sebagai bahan rokok. Ini bukanlah hal yang bagus. Ganja, memiliki banyak manfaat, tergantung dari cara mengolahnya dan memasukannya ke dalam tubuh. Jika melalui dibakar melalui rokok, efeknya sama saja akan meningkatkan tekanan darah. Tapi jika dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara lain, bisa untuk menurunkan tekanan darah.

9. Epilepsi

epilepsy

Ketika saraf pusat mengalami gangguan yang diakibatkan oleh aktivitas listrik otak yang tidak normal, bisa membuat orang tersebut mengalami kejang-kejang di tubuhnya. Kejang di sekujur tubuh inilah yang kita kenal dengan sebutan ayan atau epilepsi. Hal ini bisa disebabkan oleh stres berlebih, kelelahan, dan juga konsumsi obat.

Ganja, seperti yang kita semua tahu bahwa tanaman terlarang namun bermanfaat ini bisa membuat seseorang rileks. Tidak hanya pikiran, tapi kejang atau epilepsi ini pun bisa menjadi rileks. Orang yang mengalami kejang-kejang, bila diberikan dosis ganja yang tepat, maka kejang-kejang tersebut bisa hilang.

8. Mengatasi Gelisah

anxiety

Sejumlah orang menggunakan ganja dengan tujuan untuk mendapatkan efek ngefly atau melayang. Rasa ngefly atau melayang ini yang membuat orang menjadi rileks. Namun, bila digunakan secara terus menerus, ini bisa membuat orang menjadi ketergantungan. Penggunaan ganja berlebih ini jadi malah bisa merusak tubuh orang tersebut.

Di tangan yang benar dan dengan dosis yang tepat, ganja ini bisa digunakan sebagai obat penenang. Kita tahu bahwa ganja bisa membuat orang menjadi rileks bukan? Nah, ada sejumlah orang yang mudah sekali merasa gelisah. Mereka yang sering mengalami kegelisahan inilah yang seharusnya diperbolehkan menggunakan ganja agar rasa gelisahnya berkurang dan moodnya menjadi lebih baik. Tentunya dengan resep dari dokter.

7. Mengurangi Rasa Sakit

reduce pain

Rasa sakit merupakan hal wajar yang dirasakan oleh manusia. Dengan munculnya rasa sakit, itu pertanda bahwa ada masalah di sekitar area yang sakit tersebut. Mereka yang penderita kanker dan sedang menjalani kemoterapi, biasanya akan merasakan efek samping berupa pusing dan juga rasa sakit yang luar biasa.

Apalah gunanya kemoterapi apabila malah memunculkan rasa sakit lainnya? Untungnya, para peneliti berhasil mengatasi masalah tersebut. Efek samping dari kemoterapi seperti pusing, muntah, turunnya nafsu makan, dan rasa sakit yang luar biasa, dapat dikurangi dengan menggunakan tanaman ganja.

6. Melindungi Otak Setelah Stroke

stroke

Ketika bicara seseorang mulai kacau dan wajahnya terlihat menurun, bisa jadi orang tersebut sedang menuju stroke. Stroke merupakan kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang. Disebabkan karena adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Tanpa darah, otak kekurangan asupan oksigen dan nutrisi sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati.

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Nottingham, berhasil menemukan cara untuk melindungi otak dari kerusakan yang disebabkan oleh stroke. Dengan memanfaatkan ganja, area yang dapat rusak akibat stroke, bisa diminimalisir. Penelitian lain juga dilakukan dan berhasil melindungi otak dari gegar otak.

5. Alzheimer

Alzheimer

Pernahkah kalian mendengar nama penyakit alzheimer? Alzheimer adalah sebuah penyakit degeneratif progresif yang terjadi pada otak. Penyakit ini biasanya menyerang mereka yang sudah tua. Mereka yang menderita alzheimer biasanya ditandai dengan kebingunan, disorientasi, gangguan ingatan, sulit bicara, dan demensia.

Tidak diketahui dengan jelas apa penyebab sebenarnya dari alzheimer. Namun, tindakan yang dilakukan untuk menyembuhkan atau setidaknya memperlambat perkembangan dari penyakit ini masih dicari sampai sekarang. Di dalam ganja terdapat zat THC yang ternyata mampu memperlambat perkembangan alzheimer. THC ini mampu menghalangi pembentukan enzim di otak yang dapat menimbulkan plak.

4. Arthritis

arthritis

Di dunia kesehatan, arthritis diartikan sebagai penyakit radang sendi. Tidak hanya sendi tertentu, tapi semua persendian di tubuh, bisa mengalami arthritis. Siapapun bisa mengalami arthritis, seperti pria dan wanita, berbagai usia. Mereka yang mengalami arthritis akan mengalami rasa sakit yang amat sangat di persendiannya dan kesulitan untuk bergerak.

Ganja, di Indonesia, jangan penggunaan, ketahuan memiliki sedikit saja bisa berujung pada penjara. Padahal, ganja ini bisa digunakan untuk mengatasi masalah arthritis ini. Di tangan yang benar dan dengan dosis yang tepat, ganja bisa mengurangi rasa sakit dan peradangan yang disebabkan oleh arthritis. Membuat penderitanya bisa tidur lebih nyenyak dan bergerak lebih nyaman.

3. Hepatitis C

Hepatitis

Hati memiliki fungsi untuk menetralisir racun yang ada dalam tubuh, mengatur sirkulasi hormon, mengatur komposisi darah yang mengandung lemak, gula, protein, dan zat lainnya. Begitu pentingnya hati, akan menjadi masalah besar apabila organ tubuh satu ini mengalami masalah. Apalagi jika itu adalah hepatitis c.

Hepatitis C yang disebabkan oleh virus ini bisa membuat peradangan pada hati. Bisa menular melalui darah, mereka yang terserang hepatitis c akan merasakan lemas, tidak nafsu makan, dan penyakit kuning. Beberapa cara untuk mengobati hepatitis c selalu membawa efek samping yang buruk bagi penderita. Dengan memanfaatkan ganja, efek samping ini bisa sedikit mengurangi efek samping tersebut.

2.  Diet

scale

Begitu banyak orang yang ingin mendapatkan berat badan yang ideal. Normalnya, ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk meraih keinginan tersebut. Caranya adalah dengan berolahraga dan diet. Dengan mengkombinasi keduanya dan dilakukan dengan niat dan sabar, maka berat badan yang diinginkan akan tercapai.

Namun, ternyata ada satu cara lagi yang diyakini mampu membantu menurunkan berat badan. Itu adalah dengan menggunakan ganja. Menurut hasil studi yang dipublikasikan di jurnal The American Journal of Medicine, para peneliti menemukan fakta bahwa mereka yang mengkonsumsi ganja, memiliki berat badan yang lebih ideal, BMI yang rendah, dan tingkat obesitas yang rendah. Ini dikarenakan ganja bisa menekan hormon insulin sehingga bisa membantu menurunkan berat badan.

1. Melawan Sel Kanker

cancer

Semakin kesini, muncul jenis kanker yang semakin bervariasi dan berbahaya. Dan yang menjadi kesulitan terbesar adalah, pasien yang terkena kanker baru sadar ketika kanker yang dideritanya sudah parah. Membuat pihak dokter kesulitan untuk melakukan penyembuhan. Beruntungnya, ada ganja yang ditengarai mampu untuk melawan kanker.

Hal ini dibuktikan oleh para peneliti di California bahwa ganja dapat melawan dan memperlambat penyebaran kanker. Di dalam ganja, terdapat Cannabidiol (CBD) yang ternyata bisa digunakan untuk memperlambat penyebaran sel kanker. Sebuah eksperimen dilakukan pada penderita kanker payudara yang dirawat dengan menggunakan CBD. Hasilnya positif, sel kanker payudara menjadi tidak terlalu agresif dan penyebarannya menjadi lambat. Beberapa pengujian juga sudah dilakukan untuk memperlambat pertumbuhan tumor di otak, payudara, dan paru-paru.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas