home -> Lainnya -> 10 Hal Yang Seharusnya Dipelajari Anak Di Sekolah
16 September 2019 13:40

10 Hal Yang Seharusnya Dipelajari Anak Di Sekolah

Oleh serba_tahu dalam Lainnya pada February 15, 2019

Matematika, bahasa Indonesia, Inggris, komputer, dan pelajaran lainnya yang diajarkan di sekolah memang penting. Tapi, ada hal yang tak kalah penting juga yang seharusnya diajarkan di sekolah. Hal-hal yang bisa membuat hidup kalian lebih mudah bila saja kalian diajarkan lebih awal di sekolah, sayangnya kalian tidak mendapatkan itu di sekolah. Kalian malah mendapatkannya setelah kalian mengalaminya atau mencari tahu sendiri dari sumber lain. Apa sih sebenarnya hal penting yang seharusnya diajarkan oleh guru di sekolah? Berikut ini daftarnya.

10. Beladiri

self defense

Beladiri, satu hal yang seharusnya dipelajari oleh anak-anak sedari dini. Tidak perlu munafik dan menutup mata, di sekolah, pasti ada saja murid nakal yang sering membully teman. Seorang anak yang mengalami bully, bila didiamkan, bisa mengakibatkan anak tersebut trauma, malas ke sekolah, dan malas bergaul. Tentu kalian para orang tua tidak mau anak kalian mengalami hal buruk tersebut bukan?

Untuk itu, penting bagi anak untuk belajar beladiri. Beladiri sendiri ada banyak ragamnya, seperti karate, taekwondo, muaythai, dan lain sebagainya. Dengan belajar beladiri, anak jadi paham bagaimana seharusnya menghadapi seorang bully. Tentu juga bisa menjaga diri dari berbagai orang jahat lain di sekitar sekolah. Tentu, sebagai orang tua tetap harus mengawasi dan mengajari anak untuk tidak sembarangan menggunakan keahlian beladiri untuk hal-hal yang negatif.

9. Hukum

law

Lain ladang, lain pula belalangnya. Pepatah jaman dulu itu mengajarkan kita bahwa dimana pun kita berada, akan selalu ada aturan-aturan yang harus dipatuhi. Setiap tempat, belum tentu peraturannya sama. Dan kita berkewajiban untuk menaati peraturan dimana pun kita berpijak. Negara kita pun juga sama, memiliki hukum yang harus dipatuhi.

Di sekolah, anak-anak tidak mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang hukum. Mereka hanya tahu bahwa kita negara hukum, ada hukum yang berlaku, tapi tidak tahu bagaimana cara untuk mematuhinya, serta konsekuensi mengabaikan hukum. Hal inilah yang perlu para guru ajarkan pada anak muridnya. Hukum apa saja yang ada dan apa yang akan dihadapi bila melanggar hukum tersebut. Dengan begitu, ketika dewasa, anak jadi paham akan hukum.

8. Menghargai Pendapat Orang Lain

opinion

Sekarang ini, banyak orang dewasa yang mudah sekali terlibat kekerasan hanya karena berbeda pendapat akan suatu hal. Hal ini memunculkan pertanyaan, sebegitu mudahnya orang melakukan kekerasan karena berbeda pendapat? Apa dulu ketika menimba ilmu, mereka tidak diajarkan untuk menghargai pendapat orang lain?

Peristiwa ini seharusnya menjadi pemantik para guru di sekolah untuk mengajarkan anak muridnya akan pentingnya menghargai pendapat orang lain. Sering lakukan diskusi bersama atau kerja kelompok dimana murid dipersilahkan untuk mengungkapkan pendapatnya masing-masing. Tidak ada caci maki dan saling ejek, semuanya harus bisa menghormati pendapat teman yang lain. Jangan sampai persahabatan rusak hanya karena perbedaan pendapat.

7. Tata Krama

manners

Tata krama pun menjadi satu hal yang terlupa untuk diajarkan pada anak-anak. Di Indonesia, adalah hal yang wajar untuk memanggil mereka yang lebih tua dengan sebutan kakak, paman, om, atau tante. Atau, bila sedang lewat di sebuah jalan lalu ada beberapa orang tua yang sedang ada di pinggir jalan, apakah anak sekarang akan mengucapkan permisi?

Hal yang terkesan simpel ini bisa membuat seorang menjadi dihargai juga oleh orang lain. Misal, selalu ucapkan permisi ketika lewat di depan mereka yang lebih tua. Atau ketika diberi hadiah, anak mengucapkan terima kasih. Upayakan anak mengenal tata krama seperti ini bukan karena rasa takut tapi memang menghormati sekitar mereka.

6. Presentasi

presentation

Presentasi seringkali menjadi kendala bagi banyak orang. Biasanya, kesulitan yang umum dialami oleh orang yang hendak presentasi adalah gugup, malu dilihat banyak orang, takut mendapat pertanyaan, dan tidak tahu apa yang harus dibicarakan. Ini jelas membuat seseorang menjadi terlambat berkembang.

Di sekolah, harusnya diberikan pelajaran khusus tentang bagaimana cara presentasi di depan banyak orang. Penting bagi guru memberikan support pada murid untuk berbicara di depan teman-temannya tanpa rasa takut. Kalaupun murid tidak tahu apa yang harus dibicarakan, guru bisa mengajarkan murid untuk memahami satu topik dan mendiskusikan bersama sebelum maju ke depan kelas. Cara berbicara yang lantang juga perlu diajarkan agar ucapan bisa jelas terdengar.

5. Relationships

relationships

Relationship dalam artian ini bukanlah hubungan dengan lawan jenis saja, tetapi dengan semua orang. Bagaimana cara menjalin hubungan yang baik dengan berbagai orang dari golongan yang berbeda sangat penting dilakukan, ini supaya terjalin hubungan antar sesama yang saling menghormati dan menghargai.

Bayangkan hal ini diajarkan sedari kecil, kemungkinan timbul konflik saat tumbuh dewasa bisa diperkecil. Selain hubungan dengan orang pada umum, juga perlu diajarkan bagaimana cara berhubungan dengan mereka yang berlawanan jenis. Semua orang pasti akan dewasa dan menjalin hubungan cinta. Perlu didikan khusus agar hubungan mereka tidak mengarah ke arah yang negatif.

4. Antri

queue

Saat bayar barang belanjaan kita diharuskan antri, saat masuk pintu tol juga harus antri, saat beli bensin juga harus antri. Meski sudah tahu harus antri, seringkali viral di media sosial ada orang yang main serobot antrian. Sudah diingatkan pun, yang menyerobot malah lebih galak dan ngotot harus didahulukan. Ini adalah salah.

Sebenarnya spanduk bertuliskan budaya antri juga sudah banyak dipajang di pinggir jalan, tapi masih saja ada orang yang menyerobot. Ini seharusnya menjadi pendorong di semua sekolah agar antri itu penting dan harus dibudayakan. Anak kecil yang masih polos dan masih mudah untuk diajarkan, diberi arahan bahwa mengantri itu adalah hal yang wajib. Ini supaya ke depannya tidak ada lagi orang-orang tak tahu diri yang main menyerobot antrian dan ngotot minta didahulukan.

3. Mematuhi Peraturan Lalu Lintas

traffic law

Saat masih kecil, anak-anak pastinya tidak bisa dan dilarang untuk mengendarai kendaraan bermotor. Tapi ketika sudah dewasa, mereka nantinya pasti akan mengendarai kendaraan bermotor. Entah itu mobil, motor, truk, bus, dan lainnya. Agar terhindar dari bahaya kecelakaan, penting bagi mereka untuk mengeri peraturan lalu lintas.

Sekarang, kalau kalian sering keluar rumah, pastinya kalian sering melihat banyak sekali pengendara kendaraan bermotor yang melanggar peraturan lalu lintas. Dari yang mereka yang masih kecil sudah naik motor sampai mereka yang dewasa malah melawan arah. Aturan sudah ada, tapi banyak orang yang masih saja melanggar. Memalukannya lagi, mereka yang melanggar adalah mereka yang sudah memiliki SIM dan memiliki usia dewasa. Kalau sudah kecelakaan, siapa yang akan rugi?

2. Bangkit Dari Kegagalan

failure

Setiap orang pasti mengalami yang namanya kegagalan. Gagal satu kali, dua kali atau bahkan bisa puluhan kali. Yang masih bisa bangkit dari kegagalan ini jumlahnya tidak terlalu banyak. Beberapa di antara mereka yang mengalami kegagalan, ada yang menjadi drop, kecewa pada dirinya sendiri, dan tak sedikit yang memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka.

Kegagalan ini memang sangat pahit dan menyakitkan, tapi tidak seharusnya menjadi akhir dari segalanya. Selama masih hidup, akan selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali. Semangat untuk tidak menyerah inilah yang musti diajarkan para guru pada murid-muridnya. Ketika seorang murid mendapatkan nilai jelek, jangan langsung menghakiminya. Tanyakan pada mereka alasan kenapa mereka bisa gagal, lalu berikan mereka semangat agar terus mencoba supaya bisa mendapatkan nilai yang lebih baik.

1. Menghadapi Stres dan Takut

stress and fear

Stres pekerjaan, stres dalam hubungan asmara, takut ini, takut itu, semua orang pasti punya stres dan rasa takut sendiri. Bagaimana cara menghadapinya? Tidak ada yang tahu. Mereka yang stres dan memiliki rasa takut baru mengetahui cara mengatasi rasa takut dan stres ketika mereka beranjak dewasa, bertanya dengan orang yang lebih dewasa atau browsing di Google.

Bagus kalau mereka yang stres dan takut dapat menemukan cara mengatasinya. Kalau yang tidak? Bunuh diri, narkoba atau hal negatif lain bisa menjadi pelarian mereka. Sebaiknya dari awal sekolah, kita sudah diajarkan untuk mengatasi stres dan rasa takut. Banyak orang menganggap itu adalah hal remeh, nanti juga pas dewasa bisa mengatasinya sendiri. Padahal, anak kecil lebih rentan stres dan takut. Pemikiran mereka belum dewasa, sulit menentukan mana yang benar dan salah. Seharusnya ini sudah diajarkan, bukannya pakai alasan nanti saja bisa dipelajari sendiri ketika dewasa.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas