home -> Lainnya -> 10 Anak Kecil Kejam Sepanjang Sejarah
13 Desember 2018 13:32

10 Anak Kecil Kejam Sepanjang Sejarah

Oleh reagan dalam Lainnya pada June 26, 2018

Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan dilakukan oleh siapa saja. Siapa saja di sini artinya, anak kecil yang masih sekolah di taman kanak-kanak pun bisa melakukan kejahatan. Mungkin mereka-mereka yang anak kecil ini, masih belum bisa membedakan mana tindakan yang benar dan tidak, rasa empati yang masih belum berkembang, dan lain sebagainya. Tidak percaya? Simak 10 anak kecil kejam sepanjang sejarah berikut ini.

10. Phillips Joshua

Phillips Joshua

Entah apa yang ada dalam kepala Phillips Joshua. Bila melakukan kesalahan dengan melukai seseorang, normalnya kita akan minta maaf dan mengobati lukanya bukan? Berbeda dengan Phillips, ia justru malah menyeret, memukul, dan menusuk anak perempuan dari tetangganya sendiri. Sungguh tindakan yang benar-benar sadis.

Kejadian sadis tersebut terjadi pada tahun 1998. Phillips yang berusia 14 tahun memukuli anak perempuan tentangga yang berusia 8 tahun sampai mati. Mayatnya ia sembunyikan di bawah tempat tidur Phillips. Seminggu kemudian, ibu Phillips sadar ada sesuatu yang aneh di bawah tempat tidur anaknya. Phillips mengaku bahwa ia tak sengaja memukul Maddie di matanya menggunakan pemukul baseball. Panik, Phillips menyeret Maddie ke rumahnya dan memukulnya lagi lalu menusuknya selama 11 kali.

9. Brenda Anne Spencer

Brenda Anne Spencer

Beberapa waktu belakangan, beberapa sekolah di Amerika terjadi teror penembakan. Bukan hanya kali ini saja penembakan di sekolah terjadi. Beberapa tahun lalu, tepatnya pada tanggal 29 Januari 1979, seorang anak perempuan bernama Brenda Ann Spencer, melakukan penembakan di sebuah sekolah dasar di San Diego.

Brenda Ann Spencer yang berusia 16 tahun, dengan menggunakan senjata rifle, melukai 8 anak dan seorang polisi yang berada di Cleveland Elementary School. Brenda kemudian menembak mati kepala sekolah dan petugas kebersihan dari sekolah tersebut. Ketika ditangkap dan ditanya alasan kenapa melakukan hal tersebut, Brenda mengatakan bahwa ia tidak suka hari Senin. Brenda juga mengatakan bahwa penembakan yang ia lakukan adalah untuk bersenang-senang.

8. Jasmine Richardson

Jasmine Richardson

Jasmine Richardson menjadi anak termuda di Kanada yang melakukan pembunuhan berturut-turut. Usianya Jasmine saat itu adalah 12 tahun. Tak ada yang mengajari Jasmine untuk melakukan kesadisan tersebut. Orang tua Jasmine selalu mengajarkan hal yang baik pada anak perempuan tercinta mereka.

Jasmine dengan sadis membunuh orang tua dan adiknya. Mayatnya ditemukan pada 23 April 2006. Pada Juli 2007, Jasmine divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Modus Jasmine melakukan pembunuhan adalah karena orang tuanya melarang dirinya berpacaran dengan seorang pria yang berbeda umur jauh dengannya.

7. Pierre Folliot

Pierre Folliot

Aktif di gereja tak menjamin seseorang adalah orang yang baik. Tak percaya? Mari kita lihat sosok Pierre Folliot. Pierre Folliot adalah seorang anak laki-laki asal Perancis yang aktif di gereja. Ia aktif sebagai anggota paduan suara. Dikira baik oleh banyak orang, Folliot justru menghabisi seluruh keluarganya sendiri.

Pierre Folliot, umur 14 tahun, dengan tega menghabisi ibu, ayah, adik laki-laki, dan perempuannya. Folliot menghabisi keluarganya dengan cara menembak semua anggota kelyarganya dengan menggunakan senapan. Folliot membunuh keluarganya pada 30 Oktober 2004. Ia kemudian naik sepeda menuju telepon umum, menelpon polisi, dan mengakui perbuatannya.

6. Lionel Tate

Lionel Tate

Sangat jarang terjadi di Amerika Serikat, seseorang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan tanpa pembebasan bersayarat. Itu pertama, yang kedua adalah, jarang anak yang belum masuk usia dewasa mendapat hukuman seberat orang dewasa. Namun semua itu berhasil dipatahkan oleh Lionel Tate.

Lionel Tate berhasil memecahkan rekor yang rasa-rasanya tidak akan ada seorang pun yang berhasil mengikuti jejaknya. Tate menjadi orang termuda pertama di Amerika yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasa bersyarat. Padahal usia Tate kala itu hanya 13 tahun. Tate dihukum sedemikian berat akibat perbuatan yang ia lakukan pada tahun 2001. Tate melakukan pembunuhan di tahun 1999 saat usianya 12 tahun. Ia membunuh seorang anak perempuan berusia 6 tahun bernama Tiffany Eunick di Broward County, Florida.

5. Jon Venables dan Robert Thompson

Jon Venables and Robert Thompson

Jon Venables dan temannya, Robert Thompsin adalah 2 anak yang dianggap sebagai anak iblis. Julukan ini diberikan oleh publik Inggris setelah melihat perbuatan kejam kedua anak tersebut pada balita yang baru berusia 2 tahun. Kesadisan mereka terekam dengan jelas oleh CCTV mall tempat Jon dan Robert menculik bocah bernama James Patrick Bulger.

Setiap hari, hobi dari Jon dan Robert adalah mencuri barang dari tempat perbelanjaan. Pada suatu hari, mereka berdua memutuskan untuk menculik James Bulger yang berusia 2 tahun. Entah karena alasan apa, hanya mereka berdua yang tahu. Sepanjang jalan, Jon dan Robert menyiksa James sampai akhirnya James meninggal. Kejamnya, Jon dan Robert meninggalkan mayat James di rel kereta api.

4. Jesse Pomeroy

jesse pomeroy

Tak ada orang tua yang ingin anak kesayangngan menjadi seorang pembunuh. Harapan tersebut adalah harapan dari Thomas Pomeroy dan Ruth Ann Pomeroy. Pasangan suami istri asal Amerika tersebut memiliki seorang anak bernama Jesse Pomeroy yang kemudian menjadi salah satu anak terjahat yang pernah ada dalam sejarah Amerika.

Di tahun 1874, kala itu Jesse Pomeroy baru berusia 14 tahun. Dirinya ditahan oleh polisi atas tuduhan pembunuhan sadis yang melibatkan bocah laki-laki berusia 4 tahun. Atas aksinya tersebut, Jesse mendapat julukan The Boston Boy Fiend atau Bocah Iblis dari Boston. Sebelumnya, Jesse Pomeroy melakukan tindak kejahatan berupa penyiksaan seksual terhadap 7 bocah laki-laki. Atas tindakannya hakim menjatuhi hukuman penjara selama 40 tahun. Hukuman ini masih lebih ringan daripada tuntutan jaksa yang ingin Jesse dijatuhi hukuman mati.

3. Eric Smith

eric smith

Wahai kalian para orang tua, selalu ajari anak kalian agar tidak melakukan tindakan bully terhadap temannya. Juga tidak lupa untuk selalu memperhatikan apakah ada anak korban bully di sekolah. Tindakan bully adalah tindakan yang salah, dan korbannya perlu dimbimbing agar tidak terjadi trauma yang mendalam, seperti yang terjadi pada Eric Smith.

Eric Smith menjalani masa-masa sekolah yang berat. Selama bertahun-tahun, dirinya menjadi korban bully. Tak tahan dengan bully yang terjadi pada dirinya, Eric melampiaskannya dengan membunuh seorang bocah 4 tahun bernama Derrick Robbie pada 2 Agustus 1993. Eric kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 9 tahun.

2. Amarjeet Sada

Amarjeet Sada

Bisa dikatakan bahwa Amarjeet Sada adalah pembunuh berdarah dingin termuda yang berasal dari India. Delapan tahun, di usia itulah Amarjeet Sada membunuh seseorang. Tidak bercanda, yang dibunuh oleh Sada adalah anggota keluarganya sendiri yaitu adiknya yang masih bayi. Bayi perempuan yang berusia 6 bulan mati mengenaskan di tangan Sada.

Pembunuhan yang dilakukan Sada pada adiknya sendiri bukanlah yang pertama. Sada sempat membunuh seorang bayi sebelum itu. Di aksi yang kedua, orang tua Sada menutupi kejahatan yang dilakukan oleh anaknya tersebut. Sampai akhirnya aksi 3 Sada berhasil diketahui oleh polisi. Atas perbuatannya, Sada harus menghadapi psikiater.

1. Mary Bell

Mary Bell

Berwajah polos bukan berarti seorang anak tak bisa berlaku sadis. Sama seperti yang terjadi pada Mary Bell. Mary Bell adalah seorang anak perempuan asal Inggris yang dianggap sebagai anak paling sadis di dunia. Kejahatan yang telah ia lakukan adalah mencekik seorang anak laki-laki ketika usianya masih 10 tahun.

Mary Flora Bell, begitulah nama lengkap dari anak perempuan Inggris sadis ini. H-1 sebelum hari ulang tahunnya yang ke 11, 25 Mei 1968, Mary Bell melakukan tindak kejahatan dengan mencekik seorang anak laki sampai mati. Bocah laki-laki yang dicekik oleh Mary Bell bernama Martin Brown. Di 31 Juli 1968, Mary Bell bersama temannya juga menjadi pelaku atas pencekikan bocah berusia 3 tahun bernama Brian Howe. Atas tindakannya, Mary Bell bersama temannya, dihukum penjara dan keduanya dibebaskan pada tahun 1980 dengan identitas mereka berdua dihapus. Keduanya harus menjalani hidup baru dengan identitas baru.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas