home -> Misteri -> 10 Pulau Hantu Misterius Di Dunia
23 Oktober 2018 09:41

10 Pulau Hantu Misterius Di Dunia

Oleh reagan dalam Misteri pada April 18, 2018

Jaman dahulu, banyak ekspedisi dilakukan dengan tujuan untuk menemukan dataran baru untuk dijelajahi dan ditempati. Banyak penjelajah dikirim untuk melakukan misi ekspedisi ini. Beberapa di antaranya ada yang berhasil menemukan pulau baru. Tapi, ketika dilakukan ekspedisi ulang oleh penjelajah berbeda, keberadaan pulau yang dimaksud ternyata tidak ada. Benarkah pulau yang ditemukan tersebut benar-benar ada? Atau jangan-jangan hanya imajinasi atau pulau hantu?

10. Hy Brasil

hy brasil

Keberadaan tentang Pulau Hy Brasil ini cukup dipertanyakan. Diceritakan bahwa Hy Brasil adalah pulau ajaib yang berada di tepi panta Irlandia. Pulau ini tertutup oleh kabut tebal selama 7 tahun dan hanya menampakkan diri sekali saja dalam kurun waktu tersebut. Sangat mirip seperti pada Pulau Saint Brendan's Isle dan Antillia.

Hy Brasil pertama kali muncul di Portolan Charts di awal abad 14 dan di tahun 1498 ketika John Cabot melakukan ekspedisi mencari keberadaan pulau tersebut. Cabot memang gagal menemukan Hy Brasil, namun banyak yang dilaporkan berhasil mengunjungi pulau tersebut di abad 17. Di tahun 1674, John Nisbet kemabli ke Irlandia dari Perancis dan berlabuh di sebuah pulau. Di pulau tersebut, Nisbet bahkan memberikan seorang pria beberapa karung emas.

Dua kartografer terkenal era Renaissance, Abraham Ortelius dan Gerhard Mercator memasukan Hy Brasil ke dalam peta Irlandia. Di abad ke-18, Pulau Hy Brasil hilang dari peta. Namun beberapa pelaut mengatakan bahwa mereka berhasil mengunjungi Hy Brasil.

9. Thule

thule

Sekitar tahun 325 SM, ada seorang navigator Yunani yang bernama Pyhteas. Pytheas pergi dari rumahnya di Marseilles. Di jaman dulu maupun sekarang, Marseilles tetap berfungsi sebagai kota pelabuhan di Perancis. Pytheas memutuskan pergi dari kota Marseilles, menuju ke Utara melalui Samudra Atlantik. Ia adalah orang yang pernah menjelaskan tentang Britania Raya dan sebuah pulau misterius, Thule.

Sialnya, kisah Pytheas ini tiba-tiba lenyap, dan kini kita hanya tahu tentang kisah Strabo si ahli geografi beserta penulis klasik lainnya. Oleh Strabo, penemuan Thule oleh Pytheas tersebut dianggap omong kosong. Oleh Ptolemy, Thule ditambahkan ke peta dunia miliknya dan peta tersebut diterbitkan sekitar tahun 100 SM. Thule digambarkan sebagai pulau besar di Utara Britania yang muncul di abad ke-17. Oleh pelajar jaman dahulu, mereka berkeyakinan bahwa Pytheas berlabuh di Utara Britania dan menemukan sebuah pulau yang diyakini antara Pulau Shetlands, Faroes, atau Islandia.

8. Buss Island

buss

Pencarian bagian Barat Laut dari Eropa menuju Asia dimulai pada tahun 1576 oleh Martin Frobisher. Di perjalanan yang kedua, dengan menggunakan kapal bernama Emmanuel, dikapteni oleh James Newton, mereka berjasil menemukan sebuah pulau yang kaya akan buah dan tumbuhan. Pulau tersebut dinamakan Buss.

Sejak itu, Buss dimasukkan ke dalam peta. Banyak orang kemudian berusaha mencari keberadaan pulau tersebut sampai tahun 1671, seorang pelaut Inggris, Thomas Shepard berhasil berlabuh di Pulau Buss. Oleh Shepard, ia sempat memberi nama di beberapa tempat yang ia injak. Shepard kemudian melakukan perjalanan kedua untuk mencari Pulau Buss. tapi tak berhasil. Pulau Buss dinyatakan hilang, hilangnya pulau tersebut diduga karena ditelan oleh ombak. Di pertengahan abad 19, kartografer dunia menganggap bahwa Pulau Buss tak pernah ada dan dihilangkan dari peta. Lalu, pulau apa yang sebenarnya Shepard dan kru kapal Emmanuel lihat?

7. Phélypeaux dan Pontchartrain islands

Phélypeaux and Pontchartrain islands

Di tahun 1783, terdapat sebuah danau besar dinamakan Lake Superior. Danau ini begitu besar dan menjadi pembatas antara Amerika dan Kanada. Di danau tersebut dipercaya ada 2 pulau besar dan kedua pulau tersebut akhirnya dimasukan ke dalam peta. Kedua pulau tersebut dimasukan ke dalam Perjanjian Paris atau Paris Treaty antara AMerika dan Britania. Dalam perjanjian tersebut, kedua pulau ini jatuh ke tangan Amerika.

Tahun 1720, kedua pulau tersebut dinamakan setelah Louis Phelypeaux, Comte de Pontchartrain, dan sekertaris angkatan laut Perancis. Perwira Perancis berpikir, jika 2 pulau tersebut ditambahkan ke dalam peta resmi, bisa membuat namanya masuk dalam nobel. Tahun 1720, perwira tersebut meninggal dunia. Diketahui bahwa pulau tersebut ternyata hanya pulau buatan. Di tahun 1820an, ketidakadaan 2 pulau tersebut akhirnya disahkan.

6. Island of Demons

island of demons

Jaman dulu ada 2 pulau yang dipercaya sebagai rumahnya para iblis, pulau pertama berada di Utara Antillia dan yang satunya berada di Newfoundland. Pulau setan yang berada di Newfoundland ini dinamakan Isle of Demons. Isle of Demons muncul di peta abad ke-16. Kedua pulau iblis ini mulai diragukan keberadaannya oleh banyak orang ketika penemuan Benua Amerika dan cerita dari Marguerite de La Rocque.

Di tahun 1542, Marguerite de La Rocque berlayar bersama Jean Fracois de La Rocque beserta keluarga menuju Perancis Baru. Lalu, Marguerite dihamili oleh salah satu pelaut, dan mereka berdua bersama seorang pelayan, ditinggalkan di Island of Demons. Sang suami, pelayan, serta anak yang dikandungnya meninggal, dan Marguerite berkelana di pulau iblis tersebut selama 2 tahun. Menurut ceritanya, ia diserang oleh para iblis yang menghuni pulau tersebut. Marguerite kemudian diselamatkan oleh para nelayan Basque dan dibawa ke Eropa.

Di Prancis, Marquerite bertemu dengan Ratu Marguerite de Navarre yang kemudian menjadikan kisahnya sebagai cerita romantis. Namun, ada ketidakcocokan dan rasa dilebih-lebihkan antara cerita yang disampaikan oleh sang ratu dengan cerita aslinya. Ada yang menduga iblis tersebut hanya imjinasi Margurite, ada juga yang menduga bahwa itu adalah orang Amerika asli. Benarkah juga Marguerite dibuang di Island of Demons?

5. Saint Brendan’s Isle

saint brendan’s isle

Kisah tentang pulau hantu bernama Saint Brendan's Isle dimulai sekitar tahun 530 SM. Di tahun tersebut, seorang biarawan asal Irlandia, Brendan beserta pengiutnya mengarungi Samudra Atlantik untuk menyebarkan injil dan mencari Surga. Selama 7 tahun mereka hidup di sebuah pulau dengan iklim yang nyaman serta alam yang indah, mereka merasa bahwa mereka sudah tiba di tempat tujuan. Inilah tempat dimana akhirnya dinamakan Saint Brendan's Isle.

Saint Brendan's Isle muncul hampir di sejumlah peta terkenal di Jaman Medieval. Di Portolan Charts, grafik atau bagan yang sering digunakan oleh para nelayan, pulau ini juga muncul. Saint Brendan's Isle biasanya berlokasi di Barat dari Canaries. Namun, oleh sejumlah pembuat peta di abad 1989 sampai 1799, mereka berpendapat bahwa Pulau Saint Brendan's Isle tak pernah ada, tapi tak berhenti membuat mereka penasaran tentang keberadaan pulau misterius ini.

4. Emerald dan Nimrod Islands

Emerald and Nimrod Islands

Di akhir abad 18, orang di dunia berusaha keras untuk mencari keberadaan pulau yang mirip dengan Pulau Tahiti. Maka dari itu, dilakukanlah ekspedisi dari Utara Atlantik menuju Selatan Pasifik. Kenapa Tahiti? Karena pulau tersebut dianggap sebagai pulau surga, banyak mineral yang ditemukan di pulau tersebut.

Di tahun 1821, akhirnya ditemukan sebuah pulau bernama Pulau Emerald. Pulau tersebut dinamakan demikian setelah nama kapal yang digunakan oleh William Eliot. Gambar di atas adalah rute perjalanan yang dilakukan oleh Kapten John King pada tahun 1909 di Nimrod. Nama Pulau Nimrod adalah nama setelah sebuah kapal yang berhasil menemukan pulau tersebut di tahun 1828.

Meski mereka berada di wilayah yang jauh dari Antartika, mereka mencapai sebuah daerah yang terkenal akan cuaca yang buruk, Pulau Dougherty. Dimana di pulau tersebut, gunung es menjadi masalah besar. Sepertinya Pulau Nimrod yang dilihat oleh Elliot, tak lain tak bukan adalah sebuah fatamorgana. Di tahun 1940an, masih menjadi perdebatan apakah Pulau Nimrod dan Emerald adalah pulau hantu atau bukan, tapi kedua pulau tersebut masih ada di sejumlah peta.

3. Sannikov Land

sannikov land

Keberadaan Pulau Sannikov Land sempat menjadi perdebatan sengit di abad ke-19. Banyak orang yang berpendapat bahwa berhasil menemukan pulau tersebut, ada yang tidak. Sannikov Land adalah sebuah pulau yang diduga berada di Samudra Arktik. Dinamakan Sannikov setelah nama dari penjelajah asal Rusia, Yakov Sannikov.

Yakov Sannikov mengaku bahwa ia menemukan sebuah pulau baru yang kemudian ia namakan sesuai namanya. Penjelajah lain asal Jerman, Baron Eduard Toll juga mengaku bahwa ia menemukan pulau yang sama di Samudra Arktik. Anehnya, penjelajah lain tidak menemukan keberadaan Pulau Sannikov Land sama sekali.

2. Dougherty Island

dougherty island

Pulau Dougherty dipercaya berlokasi di antara Cape Horn dan New Zealand. Diberi nama Dougherty karena pulau tersebut ditemukan oleh seorang pemburu paus asal Inggris bernama Kapten Dougherty. Dari keterangan sang kapten, ia menemukan Pulau Dougherty dalam kondisi diselimuti salju.

Dari keterangan Kapten Dougherty, banyak penjelajah yang penasaran dan terpicu untuk mencaritahu keberadaan Pulau Dougherty. Di abad ke-19 dan 20 akhirnya dilakukan sejumlah ekspedisi ke pulau tersebut. Sayang, para penjelajah sama sekali tidak menemukan pulau tersebut seperti yang dikatakan Kapten Dougherty.

1. Crocker Land

crocker land

Crocker Land adalah sebuah pulau hantu misterius yang ditemukan oleh Robert Peary di tahun 1906. Peary mengaku bahwa dirinya melihat sebuah dataran luas Pulau Ellesmere di Arctic yang kemudian ia beri nama Crocker Land. Berita ini kemudian dibandingkan dengan kisah penjelajah John Ross, dimana Ross menemukan Crocker Hills pada tahun 1816. Baik itu Crocker Hills dan Crocker Land, keduanya adalah 2 tempat yang berbeda yang diduga keduanya adalah fatamorgana.

Kemudian di tahun 1913, sebuah ekspedisi dipimpin oleh Donald Baxter MacMillan dari American Museum of Natural History berusaha mencari keberadaan Crocker Land dengan tujuan menemukan tumbuhan, hewan, serta manusia baru. Seperti banyak ekspedisi yang telah dilakukan, ekspedisi yang dilakukan MacMillan dihadang oleh cuaca buruk. Beberapa anggota sakit dan memaksa mereka untuk kembali ke camp. Ketika bertemu dengan Orang Inuit, MacMillan diberitahu bahwa tidak ada yang namanya Crocker Land.

Tak menyerah, MacMillan mengutus Fitzhugh Green dan pemandu dari Inuit, Piugaattoq. Ketika melakukan misi, Green menembak Piugaattoq hingga tewas. Dari cerita versi Green, ia menembak Piugaattoq karena sang pemandu berusaha kabur. Versi cerita lain, Piugaattoq meninggal karena jatuh ke sebuah celah dalam. Setidaknya, 4 tahun tim MacMillan terdampat di Arctic. Paradoksnya, ekspedisi tersebut gagal dan foto tentang Orang Inuit dianggap sebagai pencapaian sukses.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas