home -> Unik -> 10 Makanan Tertua Dari Berbagai Negara Beserta Sej...
24 November 2017 23:56

10 Makanan Tertua Dari Berbagai Negara Beserta Sejarahnya

Oleh reagan dalam Unik pada October 31, 2017

Setiap negara memiliki makanan yang unik. Misalnya di Jepang ada sushi, di Korea ada kimchi, di Cina ada dimsum dan masih banyak lagi negara lainnya yang memiliki makanan unik. Tahukah kalian bahwa makanan populer yang dimiliki setiap negara tersebut ternyata sudah berumur tua atau sudah ada sejak dahulu kala? Apa saja makanan tersebut? Berikut ulasannya.

10. Maca - Peru

Maca

Ternyata bukan hanya Cina saja yang terkenal akan ginsengnya, Peru ternyata juga memiliki "ginseng" versinya sendiri, disebut dengan Maca. Maca memang bukan tanaman yang termasuk dalam jenis ginseng, tapi Maca dapat memberikan manfaat yang sama seperti ginseng yakni untuk menambah stamina dan tenaga.

Peruvian ginseng, begitulah julukan yang diberikan untuk Maca. Oleh masyarakat Peru, Maca bukan hanya bisa menambah stamina dan tenaga saja, Maca juga dikonsumsi untuk meningkatkan keseburuan dan kemampuan seksual. Beberapa orang yang memiliki masalah dengan kesuburan, biasanya mengkonsumsi Maca untuk obatnya.

9. Kombucha - Cina

Kombucha

Cina dikenal sebagai salah satu negara di Asia yang memiliki kuliner yang khas. di Negeri Tirai Bambu tersebut memiliki banyak bahan makanan dengan segala manfaatnya bagi kesehatan. Salah satunya adalah Kombucha. Kombucha ini adalah sebuah teh sangat tua yang dianggap sebagai obat dari segala obat.

Kombucha merupakan teh hasil fermentasi yang sudah ada di tanah Cina sekitar 2.000 tahun yang lalu. Di Cina, teh ini disebut sebagai obat awet muda. Kombucha mengandung vitamin B yang sangat tinggi. Meminum teh ini bukan hanya bisa meningkatkan daya tahan tubuh, tapi juga bisa mengurangi radang.

8. Kaldu Tulang - Amerika

Bone Broth

Kaldu tulang pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Dengan tulang sapi atau ayam, ditambah dengan sedikit rempah-rempah, maka jadilah sebuah kaldu yang sangat bernutrisi. Banyak orang Amerika yang kini menjadikan kaldu tulang ini sebagai salah satu menu makanan untuk menurunkan berat badan.

Untuk memasak sebuah kaldu, diperlukan waktu berjam-jam. Hal ini diperlukan untuk mengeluarkan mineral yang terkandung dalam tulang sapi atau ayam ke dalam kuah kaldu. Kaldu mengandung antioksidan, vitamin, dan beberapa mineral penting. Makanan ini merupakan makanan jaman dahulu yang cocok bagi mereka yang memiliki masalah dengan autoimune, bakteri, dan masalah pencernaan.

7. Tharida (Tharid) - Arab

Tharida

Makanan yang terlihat aneh ini merupakan makanan yang sangat populer di Arab. Apa namanya? Inilah Tharida atau Tharid. Bila ditelusuri sejarah tharida, ternyata makanan ini sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad, wow! Tharida diciptakan dari sebuah grup yang menamakan diri mereka Ghassanids.

Para Ghassanids ini membuat tharida atau tharid dengan mengkombinasikan bahan seperti daging rebus, kuah kaldu, dan remah roti. Ada fakta menarik dibalik tharida yaitu, Nabi Muhammad mengatakan bahwa makanan ini sangatlah enak, jauh lebih enak dari makanan apapun yang pernah ia coba. Sama seperti kecantikan Aisha yang jauh melebihi dari wanita lain.

6. Keju Cantal - Perancis

cantal cheese

Mungkin kalian tahu bahwa ada banyak jenis keju yang dijual di pasaran, tapi pernahkah kalian mencoba atau mendengar yang namanya Keju Cantal? Ternyata, Keju Cantal ini adalah keju yang umurnya sudah sangat tua loh, mungkin bisa dibilang sebagai salah satu keju tertua dalam sejarah Perancis.

Keju Cantal memiliki karakteristik yang semi keras. Oleh orang-orang lokal, Keju Cantal dikenal dengan nama Fourme. Salah satu penulis, Pliny the Elder ada menulis beberapa penjelasan tentang Keju Cantal. Dituliskan bahwa Keju Cantal telah ada sejak bertahun-tahun lalu dan semakin terkenal pada era Louis XIV. Sekarang, Keju Cantal menjadi salah satu keju terlaris di Perancis.

5. Daging dan Ikan - Romawi

meat and fish

Ketika Kerajaan Romawi masih dalam masa jayanya, mereka menggunakan daging dan ikan sebagai makanan utama. Di era Romawi kuno, kedua bahan makanan tersebut dijual dengan harga yang mahal, jadi banyak rakyat biasa yang membeli daging dan ikan dalam ukuran yang kecil untuk menghemat uang.

Daging dan ikan pada masa Romawi kuno digunakan sebagai hidangan dalam festival khusus. Karena harganya yang mahal daging dan ikan menjadi makanan ekslusif bagi mereka yang mampu. Tidak hanya ikan, daging dari hewan lain seperti kelinci, babi hutan, burung, bebek, dan puyuh juga menjadi makanan ekslusif bagi orang kaya di era Romawi. Cara masaknya bisa dengan cara disajikan secara mentah-mentah, dibakar atau digoreng.

4. Papadzules - Kolombia

Papadzules

Makanan yang menggugah selera ini berasal dari Kolombia. Tidak seperti makanan khas Kolombia pada umumnya, Papadzules bahkan sudah ada sejak pra-Kolombia, lebih tepatnya Papadzules merupakan kuliner tradisional dari Yucatan Peninsula. Dibuat dari Suku Maya, Papadzules terbuat dari tortila, jagung, dan saus yang dibuat dari biji labu. Telur diletakkan di dalam tortilla dan ditutup rapat lalu dituang dengan saus toomat.

Sekarang ini, banyak masyarakat Kolombia yang melakukan beberapa variasi dari Papadzules. Salah satunya dengan menuangkan minyak labu di permukaan tortilla. Papadzules memiliki arti makanan untuk para dewa di Suku Maya. Oleh Suku Maya, makanan ini diberikan pada Penguasa Spanyol yang tidak sengaja berjumpa dengan mereka sebagai tanda hormat.

3. Ubi Jalar - Amerika Tengah

sweet potato

Siapa sangka bahwa makanan seperti ubi jalar memiliki sejarah yang sangat panjang. Ubi jalar merupakan makanan yang sudah sangat tua yang sekarang telah menjadi makanan favorit di Amerika. Ubi jalar dulu dibawa ke Eropa oleh Christopher Columbus. Sebelum itu, makanan ini sudah lebih dahulu menjadi makanan sehari-hari di Amerika Tengah selama ribuan tahun lamanya.

Banyak dari kita yang juga sudah sangat familiar dengan ubi jalar. Makanan satu ini termasuk makanan yang kaya akan gizi dan vitamin. Ubi jalar mengandung vitamin A yang sangat tinggi. Dimana vitamin A ini sangat berguna untuk menjaga kesehatan mata, kulit, dan rambut. Ubi jalar juga mengandung mineral lain seperti vitamin C vitamin B6, mangan, potasium, dan serat.

2. Harissa - Armenia

harissa

Namanya memang sama dengan saus pedas asal Tunisia, tapi Harissa disini adalah makanan yang sangat berbeda. Harissa disini adalah sebuah makanan tradisional asal Armenia. Armenia adalah sebuah negara kecil bekas Republik Sovyet. Makanan ini sering disajikan ketika ada festival atau hari khusus.

Harissa adalah sebuah bubur yang sangat tebal, terbuat dari daging ayam atau domba. Masyarakat Armenia ada mengenal puasa daging. Untuk mengakalinya, daging ayam atau domba yang menjadi bahan pembuat Harissa akan diganti dengan bahan daun-daunan. Cara membuat Harissa tidak bisa sembarangan. Harissa harus dibuat dengan suhu yang rendah dan harus terus menerus diaduk.

1. Gandum - Romawi

wheat

Sering kita makan, gandum adalah makanan utama sekaligus makanan yang sudah sangat tua dan berasal dari Roma jaman dulu. Terkejut? Berbeda dulu dan sekarang, era Roma kuno menggunakan gandun sebagai bahan baku dalam setiap makanan. Tepung gandum digunakan untuk membuat roti, bubur, biskuit, dan pancake.

Di jaman Romawi, pancake gandung diolesi dengan madu adalah menu utama untuk sarapan bagi orang Roma. Sedangkan roti gandum dan keju lebih diperuntukan untuk makan siang. Bubur gandum dijadikan menu makan malam. Sama dengan daging, harga gandum juga sangat mahal, maka dari itu makanan ini lebih sering dikonsumsi oleh para orang kaya.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas