home -> Lainnya -> 10 Eksperimen Ekstrim Yang Pernah Dilakukan Sepanj...
18 November 2017 09:45

10 Eksperimen Ekstrim Yang Pernah Dilakukan Sepanjang Sejarah

Oleh reagan dalam Lainnya pada June 06, 2017

Untuk membuktikan suatu hal, perlu diadakan yang namanya eksperimen. Eksperimen melibatkan sejumlah objek untuk dijadikan sebagai bahan percobaan. Sepanjang sejarah manusia, ada 10 eksperimen mengerikan yang pernah dilakukan. Apa saja? Berikut ini ulasan lengkapnya.

10. Kontrol Pikiran

mind control

Pada tahun 1950an, CIA yang merupakan organisasi intelijen Amerika, meluncurkan sebuah program rahasia yang dinamakan MKULTRA. Program ini bertujuan untuk mencari keberadaan obat-obatan khusus atau suatu teknik yang dapat dimanfaatkan untuk mengontrol pikiran seseorang. Selama 2 dekade, CIA menggunakan obat halusinasi, mengurangi jam tidur, dan sengatan listrik untuk bisa mencuci otak seseorang.

Para peneliti CIA melakukan percobaan terhadap 149 proyek penelitian yang menjadi bagian dari MKULTRA. Di dalamnya, mereka melakukan uji coba menggunakan obat LSD yang disebar melalui bar yang terdapat di kota New York dan San Francisco. Mereka juga mengajak para pengguna heroin untuk turut menggunakan obat halusinasi tersebut.

9. Anjing Zombie

dog zombie

Di tahun 1940, para ilmuwan Rusia merilis sebuah video yang berisikan anjing yang sudah dipenggal kepalanya. Kepala anjing tersebut masih hidup dalam beberapa jam, menggoyangkan telinga sebagai respon dari suara dan lidah yang menjulur sembari beberapa kali menjilat hidungnya. Itulah pertama kali anjing zombi pertama kali diciptakan.

Di tahun 2005, para peneliti Amerika melakukan uji coba apa yang telah dilakukan oleh ilmuwan Rusia tersebut. Sejumlah anjing dibunuh, semua darahnya diambil dan menggantinya dengan oksigen dan gula yang sudah dicampur dengan saline (garam). Tiga jam kemudian, peneliti memberikan transfusi darah pada anjing dan kejutan listrik. Anjingpun kembali hidup meski beberapa menderita kerusakan permanen. Para peneliti mempublikasikan penelitian tersebut dalam Yearbook of Intensive Care and Emergency Medicine. Dikatakan bahwa metode tersebut suatu hari bisa menyelamatkan orang yang mengalami pendarahan.

8. Sel Otak Manusia Ditanam Ke Dalam Otak Tikus

mouse

Dalam melakukan uji coba, para peneliti selalu menggunakan suatu objek untuk dijadikan kelinci percobaan dan biasanya yang menjadi kelinci percobaan adalah hewan. Dalam eksperimen ini, hewan yang digunakan adalah tikus. Para peneliti mencoba untuk melakukan eksperimen dengan menyuntikan sel otak manusia ke dalam otak tikus.

Para peneliti melakukan percobaan dengan menyuntikan stem sel otak manusia ke dalam anak tikus ketika masih berada dalam rahim tikus. Setelah tikus lahir, sel otak manusia turut berkembang bersama dengan otak tikus. Penelitian ini membuktikan bahwa sel otak manusia dapat tumbuh di dalam hewan. Para peneliti berharap eksperimen ini dapat mempelajari gangguan otak manusia dan melakukan eksperimen medikasi.

7. Eksperimen Serangga Dalam Tubuh Manusia

insects

Sejumlah serangga memiliki manfaat yang berguna untuk kehidupan manusia, sementara ada serangga yang justru bersifat merusak. Salah satu serangga yang bersifat merusak atau parasit adalah kutu pasir yang biasa disebut juga dengan sand flea atau chigger flea. Dan kutu satu ini merupakan parasit yang sangat menjijikan.

Adalah sebuah eksperimen yang dilakukan oleh ilmuwan di Madagaskar yang melibatkan kutu pasir dan manusia. Para ilmuwan dengan sengaja membiarkan serangga parasit tersebut hidup di kaki dari seorang perempuan. Kutu pasir tersebut membuat lubang di kaki, diam disana, buang kotoran, kawin, dan memproduksi telur. Barulah setelah 4 sampai 6 minggu, kutu pasir akan mati dan tetap tinggal di dalam tubuh inangnya.

6. Eksperimen Penyakit Sipilis

syphilis

Syphilis adalah penyakit yang mengerikan. Syphilis atau sipilis adalah infeksi bakteri yang biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Penderita sipilis awalnya akan merasakan rasa sakit pada alat kelamin, anus atau mulut. Menyebar dari orang ke orang dengan cara bersentuhan secara fisik dan melalui lendir.

Antara tahujn 1932 dan 1972, hampir 400 petani di Tuskegee, Albania menderita sipilis. Mereka kemudian dimasukan ke dalam program pengobatan gratis. Namun, meski vaksin untuk mengobati sipilis sudah ditemukan, tidak serta merta para petani langsung mendapatkannya. Para peneliti terlebih dahulu membiarkan mereka untuk melihat bagaimana penyebaran dan efek dari penyakit tersebut.

5. Harlow's Monkey Madness

Monkey-Madness

Selain tikus, hewan yang cukup sering dijadikan kelinci percobaan adalah monyet. Tidak bisa dibayangkan apabila monyet yang kecil dan lucu harus dijadikan objek eksperimen yang sadis, tapi itulah yang terjadi. Adalah seorang psikolog bernama Harry Harlow yang melakukan percobaan terhadap monyet.

Harry Harlow ingin mengetes efek stres terhadap monyet. Harry melakukan percobaan dengan memisahkan anak monyet yang baru saja memiliki keterikatan terhadap induknya dan meletakkan mereka di lubang isolasi yang gelap kurang lebih selama 10 minggu. Sebagai pengganti induk, anak monyet hanya diberikan dummy atau tiruan untuk dipeluk. Efeknya, anak monyet mengalami stres dan memiliki sifat sadis. Stres dan sadis tersebut tidak bisa diobati.

4. Unit 731

Unit 731

Perang Dunia II adalah kisah sejarah peperangan paling kelam yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia. Disanalah tersembunyi sejumlah kisah ngeri yang terjadi selama peperangan. Jika kalian menganggap Perang Dunia II adalah hal yang mengerikan, tunggu sampai kalian apa yang terjadi sebelum Perang Dunia II terjadi.

Jauh sebelum Perang Dunia II, Jepang dan Cina terlebih dahulu sudah berperang satu dengan yang lain. Bahkan dua negara tersebut melihat satu sama lain bagaikan spesies manusia yang berbeda dengan mereka. Ada sebuah divisi yang dibuat oleh Jepang, dinamakan Unit 731. Unit 731 ini bertanggung jawab atas terjadi perang kuman. Mereka memotong anggota tubuh untuk menimbulkan ganren dan menciptakan wabah yang nantinya akan menyerang kota-kota yang ada di Cina dengan harapan tentara Cina akan menderika kolera dan tipus.

3. Eksperimen Bahasa Oleh Frederick II

Frederick II

Frederick II adalah sosok kaisar Romawi  yang berkuasa dari tahun 1197 sampai 1250. Dirinya dikenal sebagai orang yang suka melakukan eksperimen ilmiah. Dalam eksperiman yang dilakukan, Frederick II tidak melakukannya sendirian, dirinya dibantu oleh seorang biarawan Italia yang memiliki kebencian khusus terhadap umat manusia. Eksperimen yang dilakukan oleh mereka berdua sangatlah keji.

Ada kedua orang tersebut banyak melakukan eksperimen keji, tapi yang paling parah adalah ketika keduanya ingin mencari tahu bahasa asli dari manusia atau bahasa Tuhan, mungkin, bagi mereka. Frederick II melakukan eksperimen dengan menjauhkan 2 bayi dari manusia. Dirinya ingin melihat bagaimana kedua bayi tersebut tumbuh dan berbicara. Frederick II berpikir, mungkin mereka akan berbicara menggunakan bahwa yang diucapkan oleh Adam dan Hawa menurut Alkitab. Hasilnya sudah jelas, kedua bayi bukan hanya tidak bisa berbicara tapi tidak memiliki sifat kemanusiaan. Keduanya meninggal dengan tragis. 

2. Mengalirkan Arus Listrik Ke Otak

electric brain

Kejutan listrik bukanlah hal yang menyenangkan. Namun, seorang dokter bernama Roberts Bartholow melakukan suatu yang di luar dugaan banyak orang. Robert melakukan hal gila dengan menyalurkan arus listrik langsung ke otak dari pasiennya. Hal gila tersebut dilakukan oleh Robert pada tahun 1847.

Saat itu, Robert tengaj menangani seorang pasien bernama Mary Rafferty yang mengalami luka di bagian dalam tengkoraknya. Luka tersebut sudah sangat dalam menembus tulang hingga otaknya terlihat. Dengan seijin Mary, Robert memasukan aliran listrik langsung ke otaknya dan menganalisa reaksi Mary. Robert melakukan percobaan tersebut berulang kali selama 4 hari. Awalnya, Mary terlihat biasa saja, sampai akhirnya Mary mulai merasakan gelisah dan kemudian koma. Tidak lama kemudian, Mary meninggal.

1. Eksperimen Tulang Belakang Terhadap Anak-Anak

spine

Di tahun 1896, seorang dokter anak bernama Arthur Wentworth melakukan metode tersebut terhadap anak-anak. Arthur melakukan percobaan pada seorang gadis muda dan dirinya ingat betul bagaimana sang pasien merasakan rasa sakit teramat sangat. Arthur kemudian melakukan metode tersebut terhadap 29 bayi dan balita. Meski menyakitkan, prsoder tersebut sangat berguna untuk mendiagnosa sejumlah penyakit.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh reagan dalam Lainnya
  2. 2
    oleh reagan dalam Lainnya
  3. 3
    oleh reagan dalam Lainnya
  4. 4
    oleh reagan dalam Lainnya
  5. 5
    oleh reagan dalam Lainnya
  6. 6
    oleh reagan dalam Lainnya
  7. 7
    oleh reagan dalam Lainnya
  8. 8
    oleh reagan dalam Lainnya
  9. 9
    oleh reagan dalam Lainnya
  10. 10
    oleh reagan dalam Lainnya
  1. 1
    oleh reagan dalam Lainnya
  2. 2
    oleh reagan dalam Lainnya
  3. 3
    oleh reagan dalam Lainnya
  4. 4
    oleh reagan dalam Lainnya
  5. 5
    oleh reagan dalam Lainnya
  6. 6
    oleh reagan dalam Lainnya
  7. 7
    oleh reagan dalam Lainnya
  8. 8
    oleh reagan dalam Lainnya
  9. 9
    oleh reagan dalam Lainnya
  10. 10
    oleh reagan dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas