home -> Lainnya -> 10 Kebohongan Yang Sering Dikatakan Dokter
24 Januari 2017 14:06

10 Kebohongan Yang Sering Dikatakan Dokter

Oleh reagan dalam Lainnya pada January 03, 2017

Ketika kecil kita sudah diajarkan untuk selalu berkata jujur. Hanya di beberapa kesempatan kita diperbolehkan untuk berbohong. Yang mungkin banyak orang tidak tahu adalah, ternyata seorang dokter juga bisa berbohong. Sungguh gila, bagaimana mungkin orang yang seharusnya membantu kita sehat ternyata berbohong pada kita. Inilah 10 kebohongan yang paling sering dikatakan oleh dokter.

10. Kamu Sudah Pasti Terserang Atau Menderita ....

kamu menderita

Sebelum pergi ke dokter, adalah reaksi wajar jika seseorang akan minum obat yang berkaitan dengan gejala sakit yang diderita. Jika sudah minum obat tapi masih tidak kunjung sembuh, barulah seseorang akan berkonsultasi ke dokter. Tapi apa reaksi kamu jika ternyata sang dokter malah berbohong?

Kamu tidak akan tahu dokter berbohong atau tidak karena kamu memang bukan ahlinya. Ketika berkonsultasi ke dokter, dokter akan menentukan sebuah penyakit berdasarkan gejala yang kamu alami. Barulah setelah itu dokter akan mengatakan penyakit apa yang kamu derita, misalnya kamu terserang kanker atau penyakit lainnya. Mungkin kamu berpikir itu adalah benar karena dikatakan oleh dokter. Tapi seringkali dokter berbohong dalam mengatakan apa penyakit sebenarnya yang kamu derita. Karena itulah kalian dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di dokter yang berbeda untuk lebih memastikan.

9. Semakin Sering Melakukan Tes, Hasilnya Semakin Bagus

tes

Ada kalanya seorang dokter akan meminta pasiennya untuk menginap di rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Pasien yang ingin segera sembuh tentunya akan percaya saja dengan kata-kata dokter. Selain menginap di rumah sakit, pasien juga akan menjalankan sejumlah tes kesehatan oleh sejumlah pihak rumah sakit.

Dikatakan bahwa semakin sering melakukan tes atau uji lab, maka kalian akan segera sembuh. Eits, tunggu dulu jangan langsung percaya. Di satu sisi memang tes dilakukan untuk membantu kita sehat. Tapi terus menerus melakukan tes justru bisa memperbesar kemungkinan seseorang menjadi kelelahan dan bisa saja terserang masalah kesehatan lain.

8. Obat Antibiotik Ini Bisa Membuat Kamu Segera Sembuh

resep obat

Masih dalam usaha untuk sembuh, setelah selesai konsultasi dengan dokter, biasanya dokter akan memberikan sejumlah resep obat yang harus kamu tebus di apotek. Yah, namanya saja untuk sembuh, pasti orang akan iya saja tanpa banyak tanya dan lansung menebus obat tersebut di apotek.

Antibiotik memang diketahui ampuh untuk membunuh kuman penyakit yang ada di dalam tubuh. Tapi seringkali dokter bohong, padahal tidak perlu antibiotik untuk menyembuhkan suatu penyakit. Dengan obat biasa padahal juga bisa membuat kita sembuh. Pernah ada berita juga yang mengatakan bahwa ada sejumlah dokter yang dikontrak oleh suatu pihak untuk membuat produk obat mereka laris manis.

7. Saya Akan Segera Datang

segera datang

Ketika ditelpon oleh seseorang untuk segera datang, pasti akan kita jawab iya. Padahal belum tentu juga kita akan segera datang. Bisa saja kita mengulur waktu 15, 30 atau bahkan 60 menit. Alhasil kita datang telat dan mengkambinghitamkan macet yang membuat telat. Nah, dokter juga bisa melakukan kebohongan itu.

Bilangnya dokter akan segera datang ke rumah sakit tapi nyatanya malah telat. Walaupun akhirnya tetap datang, tapi semakin mengulur waktu tentunya membuat kondisi seorang pasien bisa semakin parah.

6. Kamu Harus Segera Melakukan Sesuatu Ketika Terkilir

sprain

Keseleo atau terkilir seringkali dianggap remeh oleh orang. Dipikirnya nanti akan sembuh dengan sendirinya. Memang sih terkilir bisa sembuh sendiri jika tidak terlalu parah. Tapi jika sudah parah dan sampai membengkak, nah barulah orang mulai panik dan cari cara untuk menyembuhkannya. Salah satu caranya adalah dengan pergi ke dokter.

Dokter biasanya mengatakan bahwa bengkak akibat terkilir harus segera direspon atau bisa sangat berbahaya. Kenyataannya adalah, pembengkakan yang terjadi akibat terkilir adalah reaksi normal tubuh untuk meningkatkan aliran darah dan nutrisi ke area yang cidera. Jika menggunakan obat untuk mencegah bengkak, pembengkakan tersebut tidak akan sembut dengan cara yang normal. Malah bisa meningkatkan resiko terjadinya cidera di area yang sama.

5. Kamu Semakin Membaik

kamu semakin membaik

Siapapun pastinya ingin sembuh, tidak ada yang ingin berlama-lama menginap di rumah sakit. Biasanya hanya pasien yang menderika sakit yang parah yang diharuskan menginap di rumah sakit. Sisi baiknya adalah kita akan mendapatkan perhatian penuh oleh pihak dokter. Sisi lainnya, semakin lama tinggal di rumah sakit, semakin mahal pula biaya yang harus dikeluarkan.

Adalah suatu ungkapan yang sering dikatakan dokter pada pasiennya yaitu kamu semakin membaik. Pasien yang mendengar itu tentunya akan merasa lebih senang. Padahal belum tentu juga keadaan kalian itu benar-benar membaik. Hanya bentuk hiburan dari dokter untuk membuat pasien lebih tenang dalam menghadapi penyakitnya.

4. Ini Tidak Akan Terasa Sakit

tidak akan sakit

Anak kecil biasanya takut yang namanya rumah sakit dan juga dokter. Yang ada di kepala mereka adalah rumah sakit adalah tempat yang mengerikan dimana banyak orang disiksa. Dan orang yang menyiksa mereka adalah dokter. Tapi tetap saja jika terpaksa, anak kecilpun harus pergi ke rumah sakit.

Nah, ada kemungkinan nanti sang dokter akan mengeluarkan jarum panjang untuk menyuntik. Jelas saja menyeramkan dong melihat jarum panjang dan tajam ditancapkan ke tubuh kita. Untuk sedikit mengurangi rasa takut dan panik, dokter biasanya akan berbohong dengan mengatakan ini tidak akan terasa sakit. Kenyataan yang terjadi adalah sangat sakit.

3. Saya Sudah Sangat Berpengalaman

berpengalaman

Jarang sekali ada pasien yang ingin ditangani oleh dokter yang baru lulus. Dokter yang baru lulus biasanya minim pengalaman dan itu tentu saja membuat orang meragukan kemampuannya. Apa benar dokter ini bisa menyembuhkan penyakit yang kita derita? Atau jangan-jangan malah nanti malah semakin parah.

Yang sering kita jumpai adalah banyak dokter yang mengatakan bahwa mereka sudah sangat berpengalaman. Jika dokter tersebut penampilannya sudah tua yah bisa saja kita percaya. Tapi bagaimana jika dokternya masih muda? Bagaimana mungkin di usia yang muda tapi sudah banyak pengalaman?

2. Semuanya akan Baik-Baik Saja

baik

Kebohongan berikutnya yang sering dikatakan para dokter di rumah sakit adalah semuanya akan baik-baik saja. Tujuannya sama dengan ucapan kamu sudah semakin baik yaitu agar perasaan pasien menjadi lebih tenang. Padahal mah belum tentu juga semuanya akan berjalan baik-baik saja.

Harusnya dokter jangan terlalu menutup-nutupi apa saja kemungkinan yang akan dialami oleh pasien. Yang harusnya dilakukan adalah jujur apa adanya dan gunakan bahasa yang baik agar pasien tidak terguncang.

1. Saya Sudah Sering Melihat Kasus Ini

sudah sering lihat

Pernah tidak sih kalian mendengar dokter yang berkata, "Saya sudah sering melihat kasus ini"? Ucapan dokter tersebut bisa saja hanya sebuah kebohongan loh. Dokter yang mengatakan hal tersebut ingin memperlihatkan pada orang-orang bahwa pengalaman yang ia miliki sudah banyak dan sering mengatasi kasus tersebut.

Tapi kalian perlu waspada apabila dokter hanya mengatakan hal demikian. Ada banyak ketidak pastian dengan kalimat tersebut. Bisa saja dia sering lihat, tapi apakah sang dokter berhasil memecahkan kasus tersebut atau masih gagal? Atau jangan-jangan penyakit pasiennya berhasil sembuh tapi bukan karena kerja kerasnya atau dengan kata lain dia hanya berperan kecil dalam menyembuhkan suatu penyakit.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas