home -> Lainnya -> 10 Istilah Politik Di Indonesia Yang Harus Kamu Ke...
27 Mei 2017 15:05

10 Istilah Politik Di Indonesia Yang Harus Kamu Ketahui

Oleh reagan dalam Lainnya pada December 16, 2016

Jika kamu rajin nonton berita, akhir-akhir ini di Indonesia sedang ramai membicarakan berita tentang pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Entah itu di koran, televisi, bahkan sampai di kantor juga ramai membahas tentang berita tersebut. Mendengar berita tersebut, pasti ada banyak sekali kata-kata yang terdengar asing di telinga. Jangankan yang tidak pernah nonton berita, yang selalu mengikuti berita saja masih ada yang tidak tahu apa artinya. Mari simak sejumlah istilah di dunia politik berikut ini.

10. Kasasi

kasasi

Di dunia politik ada banyak sekali kosakata yang asing dan tidak kita ketahui. Jika kalian yang jarang mengikuti berita politik, tentunya kata-kata tersebut sangat membingungkan. Apa sih artinya? Nah, salah satu kata yang sering terdengar belakangan ini adalah kasasi. Apakah yang dimaksud dengan kasasi?

Kasasi adalah kata yang cukup sering terdengar ketika kita sedang menonton persidangan. Bagi kalian yang awam, kasasi memiliki arti pembatalan keputusan yang dilakukan oleh Mahkamah Agung terhadapat keputusan hukum. Pembatalan ini dilakukan dikarenakan keputusan yang dikeluarkan tidak sesuai atau menyalahi undang-undang.

9. Moratorium

moratorium

Ramai diberitakan bahwa dalam 5 tahun masa pemerintahan Jokowi-JK ke depan, akan diberlakukan moratorium penerimaan Pegawai Negeri Sipil atau biasa yang disingkat dengan PNS. Menemukan kata yang aneh dalam kalimat tersebut? Moratorium, itulah istilah dalam dunia politik yang pastinya asing di telinga kalian.

Apa sih arti moratorium? Moratorium artinya adalah penangguhan pembayaran utang atau kewajiban tertentu selama batas waktu yang ditentukan. Kata ini cukup sering digunakan untuk mengacu ke waktu penundaan pembayaran itu sendiri, sementara otorisasinya disebut sebagai undang-undang moratorium.

8. Akuntabel

akuntabel

Akuntabel atau akuntabilitas, adalah kata yang sering disangkutpautkan dengan tranparansi. Contoh kalimatnya adalah pengelolaan dana APBN sebaiknya dilakukan secara transparansi dan akuntabel. Kita tahu apa maksud dari transparansi yang memiliki arti terbuka tapi apa arti dari akuntabel ini?

Di dunia politik, akuntabel atau akuntabilitas memiliki arti sebagai berikut, dapat dipertanggungjawabkan dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lalu kenapa tidak menggunakan kata yang lebih mudah yaitu pertanggungjawaban? Beberapa ahli menjelaskan bahwa dalam kaitannya dengan birokrasi, tanggung jawab memiliki arti sebagai otoritas yang diberikan atasan untuk melaksanakan suatu kebijakan. Sedangkan akuntabilitas merupakan kewajiban untuk menjelaskan bagaimana realisasi otoritas yang diperolehnya tersebut. Jadi akuntabilitas memiliki arti yang berbeda.

7. Komprehensif

komprehensif

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah membuat suatu program yang komprehensif. Nah, muncul lagi nih kata baru yang tidak pernah kita dengar sebelumnya. Kata tersebut adalah komprehensif. Apa maksud dari kata komprehensif tersebut?

Menurut bahasa Indonesia, komprehensif memiliki 3 buah arti. Arti yang pertama yaitu bersifat mampu menangkap atau menerima dengan baik. Kedua adalah memiliki ruang lingkup luas dan lengkap. Ketiga adalah mempunyai dan memperlihatkan wawasan yang luas. Jika dilihat dari kalimat, maka yang sesuai adalah arti yang kedua yaitu ruang lingkung yang luas dan lengkap. Jadi, presiden RI Joko Widodo membuat suatu program yang memiliki ruang lingkup luas dan juga lengkap.

6. Referendum

Referendum

Belum lama ini perdana menteri Italia mundur setelah mengalami kekalahan telak dalam referendum. Apa arti dari referendum? Referendum merupakan salah satu bentuk demokrasi dalam sebuah negara. Memiliki arti yaitu pemberian hak kepada rakyat, untuk memilih solusi dalam penyelesaian sebuah perkara domestik. Lalu apa bedanya dengan pemilu?

Perbedaan dengan pemilihan umum adalah pemilu dilakukan secara umum dengan tujuan untuk memilih perwakilan rakyat seperti Dewan Perwakilan Rakyat dan presiden. Dalam referendum, pemungutan suara dilakukan demi mencari solusi yang diinginkan oleh rakyat dalam penyelesaian sebuah permasalahan yang sedang terjadi. Rakyat akan diberikan pilihan ya atau tidak mengenai sebuah proposal. Proposal itulah yang nantinya akan menentukan kebijakan apa yang dirasa rakyat butuh untuk dilaksanakan oleh negara. 

5. Reklamasi

Reklamasi

Salah satu permasalahan yang sempat menimpa Jakarta yaitu reklamasi Teluk Jakarta. Ada banyak orang yang pro dan kontra tentang reklamasi tersebut. Lupakan sejenak tentang pro dan kontra mengenai reklamasi Teluk Jakarta. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan reklamasi?

Reklamasi adalah pekerjaan atau usaha pemanfaatan suatu kawasan atau lahan yang tidak berguna dan berair untuk dijadikan lahan yang berguna dengan cara dikeringkan. Tempat-tempat yang biasa dijadikan sebagai tempat untuk melakukan reklamasi seperti kawasan pantai, lepas pantai, danau, rawa-rawa ataupun sungai yang lebar.

4. Pemakzulan

Pemakzulan

Pemungutan suara di parlemen Korea Selatan yang dikuasai kubu opisisi memutuskan untuk memakzulkan Presiden Park Geun Hye karena skandal korupsi yang melibatkan teman perempuan kepercayaannya. Begitulah artikel berita yang ada di Korea Selatan. Ada satu istilah politik yang muncul disana yaitu memakzulkan. Apa arti dari kata pemakzulan tersebut?

Pemakzulan memiliki arti sebagai sebuah proses dari sebuah badan legislatif yang secara resmi menjatuhkan dakwaan terhadap seorang pejabat negara. Pemakzulan berbeda dengan pemecatan atau pelepasan jabatan tapi hanya merupakan pernyataan dakwaan secara resmi, mirip pendakwaan dalam kasus kriminal. Dakwaan ini hanyalah langkah pertama menuju kemungkinan selanjutnya yaitu pemecatan.

3. Elektabilitas

Elektabilitas

Menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, kita sering mendengar kata elektabilitas. Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari partai A mengalami peningkatan drastis ketimbang pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari partai B. Sebenarnya apa sih maksud dari elektabilitas?

Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan yang disesuaikan dengan kriteria pilihan. Elektabilitas bisa diterapkan kepada barang, jasa maupun orang, badan atau partai. Elektabilitas partai tinggi berarti partai tersebut memiliki daya pilih yang tinggi. Untuk meningkatkan elektabilitas maka objek elektabilitas harus memenuhi kriteria keterpilihan dan juga populer. Banyak orang yang salah mengartikan elektabilitas dengan popularitas. Keduanya memiliki arti yang berbeda. Popularitas adalah tingkat kepopuleran di mata masyarakat. Meskipun populer belum tentu layak dipilih

2. Makar

Makar

Pada tanggal 2 Desember 2016 atau yang terkenal dengan sebutan aksi 212, sejumlah tokoh makar berhasil ditangkap oleh pihak berwajib. Kalian pasti bingung kan apa yang dimaksud dengan makar? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, makar memiliki beberapa arti, pertama adalah akal busuk, tipu muslihat. Kedua adalah perbuatan atau usaha dengan maksud hendak menyerang atau membunuh orang dan sebagainya. Ketiga adalah perbuatan atau usaha menjatuhkan pemerintah yang sah.

Apa perbedaannya dengan kudeta? Bukankah kalau begitu kudeta dengan makar memiliki tujuan yang sama yakni menggulingkan pemerintahan yang sah? Ternyata ada perbedaan antara kedua istilah tersebut. Dalam Kamu Besar Bahasa Indonesia, kudeta adalah perebutan kekuasaan pemerintahan dengan paksa. Perbedaan makar dan kudeta adalah kudeta lebih merujuk pada istilah politik sementara makar merujuk pada istilah hukum.

1. Petahana

petahana

Masih berkaitan dengan pemilu gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, kalian tentunya sempat mendengar berita yang menyebutkan kata petahan. Contohnya adalah calon gubernur petahana Basuki Thajaja Purnama melakukan blusukan ke beberapa tempat. Apaka arti dari petahana tersebut?

Petahana dalam bahasa Inggris berarti incumbent, adalah kata yang berasal dari tahana. Memiliki arti kedudukan, kebesaran, atau kemuliaan. Dalam dunia politik, istilah ini diberikan kepada pemegang suatu jabatan politik yang sedang menjabat dan akan mencalonkan lagi untuk jabatan yang sama di periode selanjutnya.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Kirim Artikel
Lihat artikel yang unik atau menarik? Bagikan artikel tersebut ke banyak orang dengan mengirimkannya ke Portal Tahupedia. Senangnya berbagi bersama. Kirim Sekarang
Follow Us
  • Most Popular
  • Most Commented
  1. 1
    oleh reagan dalam Lainnya
  2. 2
    oleh reagan dalam Lainnya
  3. 3
    oleh reagan dalam Lainnya
  4. 4
    oleh reagan dalam Lainnya
  5. 5
    oleh reagan dalam Lainnya
  6. 6
    oleh reagan dalam Lainnya
  7. 7
    oleh reagan dalam Lainnya
  8. 8
    oleh reagan dalam Lainnya
  9. 9
    oleh reagan dalam Lainnya
  10. 10
    oleh reagan dalam Lainnya
  1. 1
    oleh reagan dalam Lainnya
  2. 2
    oleh reagan dalam Lainnya
  3. 3
    oleh reagan dalam Lainnya
  4. 4
    oleh reagan dalam Lainnya
  5. 5
    oleh reagan dalam Lainnya
  6. 6
    oleh reagan dalam Lainnya
  7. 7
    oleh reagan dalam Lainnya
  8. 8
    oleh reagan dalam Lainnya
  9. 9
    oleh reagan dalam Lainnya
  10. 10
    oleh reagan dalam Lainnya
© 2013 TahuPedia.com. Designed by Civira
down kembali ke atas